LATIHAN MENJADI PEMIMPIN DESA
BERSAMA PARA PENDETA HKBP
(KSPPM & Departeman Diakonia HKBP)
By: Pdt. Maruasas S.P Nainggolan S.Si (Teol)
Pada hari Rabu sampai Sabtu tanggal 20-22 Mei 2010 KSPPM (Kelompok Studi Pengembangan Prakarsa Masyarakat) mengadakan pelatihan “Menjadi Pemimpin Desa” di Training Centre KSPPM Girsang I Sipanganbolon Parapat. Di mana para peserta berasal dari berbagai dampingan KSPPM yang berasal dari berbagai daerah seperti Sipahutar, Pangaribuan, Siborongborong, Tarutung dan Samosir.
Jumlah peserta yang ikut berjumlah 35 orang. Peserta Pelatihan ini juga semakin ramai karena dalam pelatihan ini KSPPM juga bekerjasama dengan Departemen Diakonia HKBP, dengan mengundang 15 orang para pendeta HKBP untuk ikut pelatihan. Antara lain peserta yang ikut dari HKBP adalah Pendeta HKBP dari HKBP Hutabarat, HKBP Simorangkir, HKBP Pangaribuan, HKBP Sipahutar, HKBP Lintongniuta, HKBP Huta Tinggi, HKBP Labuhan batu, HKBP Kisaran, HKBP Medan, HKBP Sidikalang dan masih ada beberapa lagi HKBP yang lain di sekitar Samosir.
Beberapa pembicara yang diundang adalah Kadep Diakonia HKBP Pdt. Nelson Siregar untuk memberikan sesi Pemimpin yang mengendalikan Perubahan, Pdt.Sumurung Samosir memberikan sesi Analiusa Sosial, Pdt.Rawalpen Saragih memberikan sesi Refleksi Teologi, Parlin Manihuruk memberikan Pemimpin dalam organisasi dan masih ada beberapa pembicara yang lain. Dari Departeman Diakonia HKBP Pdt.Maruasas Nainggolan dan Calon Pendeta Binsar Nababan.
Kadep Diakonia Pdt. Nelson Siregar dalam sesinya mengatakan,” Kepemimpinan yang bisa melakukan dan mengendalikan perubahan, harus terbuka dengan pengetahuan yang baru dan informasi terbaru. Dan bagaimana kita memperbesar dan memajukannya bersama teman dan rekan-rekan setim. Dan ini tidak bisa otomatis berlangsung tetapi harus dikembangkan dari diri sendiri. Dengan mengembangkan pengaruh kepedulian terhadap sesama. Kita yang harus mempengaruhi situasi dan kondisi. ”Kita harus bisa memperkuat pengaruh ke kelompok kita, itu kalau kita banyak peduli kepada setiap anggota kita. Sensitif mendengar keluhan teman-teman kita. Kalau kita layani dengan baik, maka dia akan mengerti kepribadian kita. Seorang yang bisa memimpin transformative harus banyak di dalam dirinya kepedulian. Kalau kita memimpin rapat, harus kita hormati aturan yang sudah kita sepakati bersama.
Seperti kasus yang terjadi di Muara, Tarutung dan berbgai tempat lainnya di Tapanuli kasus “Begu Ganjang” kenapa bisa terjadi salah satunya karena di sana terjadi krisis kepemimpinan, kesenjangan ekonomi yang tidak bisa diterima dan ditolerir oleh masyarakat. Kasus Begu Ganjang adalah kebodohan dan kemiskinan. Ada pemimpin yang hanya berpikir untuk uang. Hanya kerja dan tidak pernah tidur. Ada pemimpin yang hanya menciptakan musuh dan lawan. Kalau tidak ada masalah tidak sehat dan tidak bergerak. Musuh seorang pemimpin adalah kemiskinan dan kebodohan. Misalnya kalau kita menjadi pemimpin kita apakah kita ada dipengaruhi oleh orang miskin. Apakah roh zaman yang mempengaruhi kita. Kelompok Tani sekarang banyak dipengaruhi roh zaman. Pemimpin sekarang bisa menjadi pemimpin harus banyak uang. Kelompok tani bisa menjadi pemimpin bahkan sampai menjadi Bupati dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Ketika para petani berani menyatakan bahwa, “Uang mu itu tidak penting, bagi kami tapi tuntutuan kami setelah Anda terpilih harus memperjuangkan nasib kami.” Kelompok tani harus bisa membangun organisasi ditingkat desa, kabupaten. Haposan di naotik.
Agama mempengaruhi etos kerja, gerakan sosial. Pargodungan sebagai model kepemimpinan dengan membuat sekolah, dibuat juga rumah sakit yang bisa menyembuhkan sakit. Tidak ada lagi konsep kepemimpinan yang tertata, bisakah agama mencerminkan pengaruhnya kepada kepemimpinan. Gerakan moral juga dilakukan Tuhan Yesus, melakukan perubahan, radikalisasi dalam kehidupanNya. Mahatma Gandi perjuangan tanpa suara. Disiksa tapi tidak mundur. Gerakan moral di Myanmar, berjuang tanpa kekerasan. Gerakan petani bisa kita buat bertemu dengan Bupati sekali seminggu, dan benar-benar menyampaikan keluhannya kepada Bupati. Tidak bisa dipaksa oleh keadaan apapun, tidak ada yang bisa mendikte. Bukan tekanan yang mengubah saya, tetapi tekanan yang akan saya ubah. Kalau mau mengubah korupsi kita mulai dari kelembagaan kita. Organik jangan hanya di mulut tetapi juga yang harus dilakukan sekarang mulai dari diri sendiri. Sekarang hampir tidak ada gereja yang mengorganiser kelompok tani.
Komitmen kepimpinan adalah bagimana mengubah masyarakat. Pidato Obama dia mengarahkan perubahan, kaum minoritas bisa memimpin. Kelompok tani bisa memilih bupati yang berpihak kepada Petani. Kalau ada keberanian mengatakan Perubahan harus terjadi. Apa sebenarnya arti hidup dalam hidup kita, kita mau mengumpulkan apa? Kita mau mencari makna. Apa yang sebenarnya kita cari sekarang? Kenapa tidak ada kepedulian terhadap kemiskinan Tidak ada lagi kepeduliaan terhadap sesame. Bagaimana kita berguna bagi orang lain? Bagimana supaya manusia semakin bermartabat, semakin sejahtera? Kelompok tani hancur karena ada bantuan yang datang dan pemimpinnya tidak konsisten.
Di akhir sesinya Kadep Diakonia mengatakan dan menegaskan “Nilai-nilai keyakinan menjadi seorang pemimpin adalah: Sederhana (seperti Gusdur), Bersemangat (Melihat orang yang apatis dibangkitkan), Proaktif, Konsiten (indikator dari orang yang menderita), Yakin pada perubahan, bertindak adil dan jujur. Salam Diakonia “Sejahtera Masyarakat Sejahtera Gereja” Bravooo Diakonia HKBP.
By: Pdt. Maruasas S.P Nainggolan S.Si (Teol)
Sekhus Kadep Diakonia HKBP.
JUBILEUM 125 TAHUN HKBP SIBUNTUON RESORT BALIGE
Jubileum
Rabu, 21 Juli 2010
PELATIHAN PERTANIAN TERPADU BAGI WARGA JEMAAT HKBP DEPARTEMEN DIAKONIA HKBP & DISTRIK VI DAIRI TC PETRASA PANJI BAKO Jumat-Sabtu 23-24 APRIL 2010
PELATIHAN PERTANIAN TERPADU BAGI WARGA JEMAAT HKBP DEPARTEMEN DIAKONIA HKBP & DISTRIK VI DAIRI
TC PETRASA PANJI BAKO
Jumat-Sabtu 23-24 APRIL 2010
By: Pdt.Maruasas Nainggolan S.Si (Teol)
Pada tanggal 23-24 April 2010 telah diadakan Pelatihan Pertanian Terpadu bagi warga jemaat HKBP Distrik VI Dairi. Peserta yang ikut HKBP Jumateguh, HKBP Jetun, HKBP Huta Gugung, HKBP Sidikalang IV, HKBP Agave, HKBP Sumbul, HKBP Tiga Lingga, HKBP Sukandebi, BPM (Badan Pengurus Mitra) Dairi, HKBP Pansuran, SMK HKBP, HKBP Parpulungan Nauli, HKBP Pansuran. Semua peserta berjumlah 25 orang.
Hadir juga di sana pengurus Badan Pengurus Mitra (BPM) Distrik VI Dairi untuk membuka acara yaitu bapak O Lumban gaol sebagai Ketua BPM, hadir juga pengurus yang lain yaitu Pdt.Nekson Simanjuntak dari HKBP Parpulungan. Ibadah dipimpin oleh Pdt.Adolf Nababan (HKBP Sukandebi). Mereka memberikan masukan dan motivasi kepada semua anggota yang ikut pelatihan agar tetap semangat dan bisa lebih mandiri.
Pelatihan ini kerjasama antara Yayasan Petrasa (Pengembangan Ekonomi Teknologi Selaras Alam) Dairi-Sidikalang, yang dipimpin oleh Pdt.Samuel Sihombing, Departemen Diakonia HKBP dan Bidang Diakonia Distrik VI Dairi. Dari Departemen Diakonia HKBP Pdt.Maruasas Nainggolan dan C.Pdt.Binsar Nababan mengisi sesi Character Building.
Dalam elatihan ini juga, para peserta diajarkan bagaimana mengembangkan pertanian dan peternakan alternative selain ternak babi, dengan melihat juga usaha peternakan bebek, ayam pedaging dan petelur. Begitu juga dengan ternak bebek. Kemudian para peserta juga dilatih untuk membuat pestisida dari rumput-rumputan.
Pelatihan ini cuku berkesan, mereka berharap supaya pelatihan seperti ini diadakan berkelanjutan. Agar pelayanan gereja semakin dirasakan oleh jemaat, khususnya para petani dan peternak yang ada di pedesaan. Bagi kita semua jemaat dan pemuda yang mau iktu pelatihan di Dairi dan Sidikalang dapat menghubungi Pdt.Maruasas Sp Nainggolan HP 081314922872 dan Pdt.Samuel Sihombing HP 081361764990. Salam Diakonia “Sejahtera Masyarakat-Sejahtera Gereja”
By: Pdt.Maruasas S.P Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia HKBP.
TC PETRASA PANJI BAKO
Jumat-Sabtu 23-24 APRIL 2010
By: Pdt.Maruasas Nainggolan S.Si (Teol)
Pada tanggal 23-24 April 2010 telah diadakan Pelatihan Pertanian Terpadu bagi warga jemaat HKBP Distrik VI Dairi. Peserta yang ikut HKBP Jumateguh, HKBP Jetun, HKBP Huta Gugung, HKBP Sidikalang IV, HKBP Agave, HKBP Sumbul, HKBP Tiga Lingga, HKBP Sukandebi, BPM (Badan Pengurus Mitra) Dairi, HKBP Pansuran, SMK HKBP, HKBP Parpulungan Nauli, HKBP Pansuran. Semua peserta berjumlah 25 orang.
Hadir juga di sana pengurus Badan Pengurus Mitra (BPM) Distrik VI Dairi untuk membuka acara yaitu bapak O Lumban gaol sebagai Ketua BPM, hadir juga pengurus yang lain yaitu Pdt.Nekson Simanjuntak dari HKBP Parpulungan. Ibadah dipimpin oleh Pdt.Adolf Nababan (HKBP Sukandebi). Mereka memberikan masukan dan motivasi kepada semua anggota yang ikut pelatihan agar tetap semangat dan bisa lebih mandiri.
Pelatihan ini kerjasama antara Yayasan Petrasa (Pengembangan Ekonomi Teknologi Selaras Alam) Dairi-Sidikalang, yang dipimpin oleh Pdt.Samuel Sihombing, Departemen Diakonia HKBP dan Bidang Diakonia Distrik VI Dairi. Dari Departemen Diakonia HKBP Pdt.Maruasas Nainggolan dan C.Pdt.Binsar Nababan mengisi sesi Character Building.
Dalam elatihan ini juga, para peserta diajarkan bagaimana mengembangkan pertanian dan peternakan alternative selain ternak babi, dengan melihat juga usaha peternakan bebek, ayam pedaging dan petelur. Begitu juga dengan ternak bebek. Kemudian para peserta juga dilatih untuk membuat pestisida dari rumput-rumputan.
Pelatihan ini cuku berkesan, mereka berharap supaya pelatihan seperti ini diadakan berkelanjutan. Agar pelayanan gereja semakin dirasakan oleh jemaat, khususnya para petani dan peternak yang ada di pedesaan. Bagi kita semua jemaat dan pemuda yang mau iktu pelatihan di Dairi dan Sidikalang dapat menghubungi Pdt.Maruasas Sp Nainggolan HP 081314922872 dan Pdt.Samuel Sihombing HP 081361764990. Salam Diakonia “Sejahtera Masyarakat-Sejahtera Gereja”
By: Pdt.Maruasas S.P Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia HKBP.
“Berkat Bagi Semua Orang” Bersama NHKBP Rogate Medan Resort Cinta Damai
“Berkat Bagi Semua Orang”
Bersama NHKBP Rogate Medan Resort Cinta Damai
By: Pdt.Maruasas S.P Nainggolan S.Si (Teol)
Apa arti uang kita? kepandaian kita? keterampilan kita? kesehatan kita? kegagahan dan kecantikan kita? Keanggunan dan keluwesan kita? Apa artinya kedudukan kita? Apa arti sukses kita? Apa artinya nama baik kita? Apa makna semua itu kalau ternyata dalam waktu sekejap dapat lenyap? Kalau dalam waktu singkat musuh menyamar, berbaju teman dapat menghancurkan kita? Kalau bahkan pemerintah atau pembesar kita tidak mampu dan tidak berdaya menyelamatkan kita? Apa arti semua itu?
“Hidup yang berkualitas, bermakna dan berkat bagi semua orang”. Adalah tema pelatihan dan pembinaan sekaligus Reatreat NHKB Rogate Medan Resort Cinta Damai yang diadakan pada hari Jumat-Minggu tanggal 28-30 Mei 2010 di TC Porlak INRI Hutatika Panji Bako Sidikalang Dairi.
Pelatihan ini berisi muatan Leadership, Teamwork dan Character Building kerjasama dengan Departemen Diakonia HKBP, dan Bidang Diakonia Distrik VI Dairi. Pelatihan ini di bina oleh Pdt.Maruasas Nainggolan dan C.Pdt.Binsar dari Staf Departemen Diakonia dan Pdt.Samuel Sihombing Bidang Diakonia Distrik VI Dairi. Rombongan peserta yang berjumlah 36 orang ini dipimpin oleh St.Hutabarat dari HKBP Rogate yang sekaligus juga pembina Naposobulung di sana. Mereka juga di damping 3 orang utusan orangtua.
Dalam pelatihan ini, mereka juga di latih bagimana mencintai lingkungan hidup dan alam sekitar dengan mengembangkan berbagai pertanian organik yang selaras dengan alam. Mereka juga melihat dan mencoba merefleksikan pengembangan petenakan yang ada di sekitar TC yang juga adalah pelatihan bagi petani muda.
Acara ini ditutup dengan ibadah bersama di HKBP Sidikalang I, khotbah dipimpin Pdt.Maruasas Nainggolan. Habis ibadah, Naposo Bulung HKBP Sidikalang I menyambut dengan baik kedatangan NHKBP Rogate. Dan mengadakan acara ramah tamah sekaligus makan siang.
Tidak lupa juga, NHKBP Rogate Medan untuk berkunjung ke Taman Wisata Iman Sidikalang-Dairi. Pelatihan dan sekaligus Reatreat ini bagi NHKBP Rogate begitu berkesan, tidak pernah membayangkan sebelumnya akan mendapatkan pembinaan seperti ini. Di acara puncak “jalan malam” sebelum api unggun semua peserta menangis dan tidak sadar meneteskan air mata, betapa selama ini kita belum melakukan sesuatupun yang berarti sampai saat ini.
Semua berjanji akan sungguh-sungguh memakai hidup mereka untuk melakukan hal-hal yang berguna untuk semua orang, manusia yang bermakna dan menjadi berkat bagi semua. Trimakasih banyak buat pelatihan ini. Tuhan memberkati pelayanan kita semua. Secara khusus buat Departemen Diakonia HKBP dan TC Porlak INRI. Hidup HKBP, Sejahtera Masyarakat-Sejahtera Gereja. Bravoo Diakonia HKBP.
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia HKBP.
Bersama NHKBP Rogate Medan Resort Cinta Damai
By: Pdt.Maruasas S.P Nainggolan S.Si (Teol)
Apa arti uang kita? kepandaian kita? keterampilan kita? kesehatan kita? kegagahan dan kecantikan kita? Keanggunan dan keluwesan kita? Apa artinya kedudukan kita? Apa arti sukses kita? Apa artinya nama baik kita? Apa makna semua itu kalau ternyata dalam waktu sekejap dapat lenyap? Kalau dalam waktu singkat musuh menyamar, berbaju teman dapat menghancurkan kita? Kalau bahkan pemerintah atau pembesar kita tidak mampu dan tidak berdaya menyelamatkan kita? Apa arti semua itu?
“Hidup yang berkualitas, bermakna dan berkat bagi semua orang”. Adalah tema pelatihan dan pembinaan sekaligus Reatreat NHKB Rogate Medan Resort Cinta Damai yang diadakan pada hari Jumat-Minggu tanggal 28-30 Mei 2010 di TC Porlak INRI Hutatika Panji Bako Sidikalang Dairi.
Pelatihan ini berisi muatan Leadership, Teamwork dan Character Building kerjasama dengan Departemen Diakonia HKBP, dan Bidang Diakonia Distrik VI Dairi. Pelatihan ini di bina oleh Pdt.Maruasas Nainggolan dan C.Pdt.Binsar dari Staf Departemen Diakonia dan Pdt.Samuel Sihombing Bidang Diakonia Distrik VI Dairi. Rombongan peserta yang berjumlah 36 orang ini dipimpin oleh St.Hutabarat dari HKBP Rogate yang sekaligus juga pembina Naposobulung di sana. Mereka juga di damping 3 orang utusan orangtua.
Dalam pelatihan ini, mereka juga di latih bagimana mencintai lingkungan hidup dan alam sekitar dengan mengembangkan berbagai pertanian organik yang selaras dengan alam. Mereka juga melihat dan mencoba merefleksikan pengembangan petenakan yang ada di sekitar TC yang juga adalah pelatihan bagi petani muda.
Acara ini ditutup dengan ibadah bersama di HKBP Sidikalang I, khotbah dipimpin Pdt.Maruasas Nainggolan. Habis ibadah, Naposo Bulung HKBP Sidikalang I menyambut dengan baik kedatangan NHKBP Rogate. Dan mengadakan acara ramah tamah sekaligus makan siang.
Tidak lupa juga, NHKBP Rogate Medan untuk berkunjung ke Taman Wisata Iman Sidikalang-Dairi. Pelatihan dan sekaligus Reatreat ini bagi NHKBP Rogate begitu berkesan, tidak pernah membayangkan sebelumnya akan mendapatkan pembinaan seperti ini. Di acara puncak “jalan malam” sebelum api unggun semua peserta menangis dan tidak sadar meneteskan air mata, betapa selama ini kita belum melakukan sesuatupun yang berarti sampai saat ini.
Semua berjanji akan sungguh-sungguh memakai hidup mereka untuk melakukan hal-hal yang berguna untuk semua orang, manusia yang bermakna dan menjadi berkat bagi semua. Trimakasih banyak buat pelatihan ini. Tuhan memberkati pelayanan kita semua. Secara khusus buat Departemen Diakonia HKBP dan TC Porlak INRI. Hidup HKBP, Sejahtera Masyarakat-Sejahtera Gereja. Bravoo Diakonia HKBP.
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia HKBP.
Character Building Parguru Malua HKBP Sirisirisi-Diakonia HKBP
Character Building
Parguru Malua HKBP Sirisirisi-Diakonia HKBP
By: Pdt.Maruasas Nainggolan S.Si (Teol)
Pada hari Sabtu sampai Minggu tanggal 15-16 Mei 2010, 20 orang Parguru Malua HKBP Sirisirisi mengadakan pelatihan Character Building di Training Centre Yayasan Petrasa Porlak INRI (Inspirasi dan Refleksi Iman) Panji Bako Huta Tika II Sidikalang Dairi. Rombongan ini dipimpin oleh Pdt.Resort HKBP Sirisirisi Pdt.Haposan Sianturi S.Th bersama Inang Pendeta dan dua orang sintua.
Selama dua hari para Parguru Malua dilatih untuk bisa mengenal dan memaknai dirinya sebagai anak-anak Tuhan yang sudah dipilih sebagai saksi-Nya di tengah-tengah dunia ini mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Mereka semua sampai meneteskan air mata ketika menyampaikan komitmen masing-masing dan berjanji tidak akan melakukan dan mengulang kembali sifat-sifat dan kebiasaan buruk yang selama ini masih sering dilakukan.
Pelatihan ini di bina oleh Pdt.Maruasas S.P Nainggolan dan CPdt.Binsar Nababan dari Staf Departemen Diakonia HKBP. Dalam pelatihan ini juga, para parguru malua dilatih dalam hal Leadership (kepemimpinan), Team work (Kerjasama Tim).
Salah satu kelebihan Training Centre Petrasa, selain tempat pelatihan Character Building tempat ini juga diperlengkapi sebagai pusat pelatihan Pertanian dan Peternakan. Di sana Parguru Malua bisa belajar peternakan kelinci, ayam daging, ayam petelur, bebek, babi dan kerbau. Dan bagaimana kotoran ternak bisa dibuat menjadi pupuk kompos organik.
Para peserta yang mengikuti acara dan kegiatan ini sangat berkesan, mereka berharap bisa datang lagi untuk mengikuti pelatihan seperti ini. Apalagi anak-anak parguru malua, sebelum naik sidi perlu sekali dibuat acara seperti ini, karena dalam pelatihan ini karakter kita sebaghai anak-anak Kristen lebih dibentuk dan lebih dalam lagi mengenal Yesus Kristus. Dan kita semua disiapkan menjadi saksi-saksi-Nya di tengah dunia ini, dimanapun kita berada.
“Semoga HKBP punya Training Centre Porlak INRI yang bisa melatih semua pemuda seperti yang mereka dapatkan di tempat ini.
Bagi teman-teman yang yang mau ikut pelatihan seperti ini, dalam hal Character Building, Team work. Leadership dan Out Bound dan Latihan Pertanian dan Peternakan Selaras Alam. Bisa menghubungi TC Porlak Petrasa: Pdt.Maruasas Nainggolan (HP 081314922872), Pdt.Samuel Sihombing (HP 081361764990).
Pdt.Maruasas S.P Nainggolan S.Si (Teol)
Sekhus Kadep Diakonia HKBP
Parguru Malua HKBP Sirisirisi-Diakonia HKBP
By: Pdt.Maruasas Nainggolan S.Si (Teol)
Pada hari Sabtu sampai Minggu tanggal 15-16 Mei 2010, 20 orang Parguru Malua HKBP Sirisirisi mengadakan pelatihan Character Building di Training Centre Yayasan Petrasa Porlak INRI (Inspirasi dan Refleksi Iman) Panji Bako Huta Tika II Sidikalang Dairi. Rombongan ini dipimpin oleh Pdt.Resort HKBP Sirisirisi Pdt.Haposan Sianturi S.Th bersama Inang Pendeta dan dua orang sintua.
Selama dua hari para Parguru Malua dilatih untuk bisa mengenal dan memaknai dirinya sebagai anak-anak Tuhan yang sudah dipilih sebagai saksi-Nya di tengah-tengah dunia ini mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Mereka semua sampai meneteskan air mata ketika menyampaikan komitmen masing-masing dan berjanji tidak akan melakukan dan mengulang kembali sifat-sifat dan kebiasaan buruk yang selama ini masih sering dilakukan.
Pelatihan ini di bina oleh Pdt.Maruasas S.P Nainggolan dan CPdt.Binsar Nababan dari Staf Departemen Diakonia HKBP. Dalam pelatihan ini juga, para parguru malua dilatih dalam hal Leadership (kepemimpinan), Team work (Kerjasama Tim).
Salah satu kelebihan Training Centre Petrasa, selain tempat pelatihan Character Building tempat ini juga diperlengkapi sebagai pusat pelatihan Pertanian dan Peternakan. Di sana Parguru Malua bisa belajar peternakan kelinci, ayam daging, ayam petelur, bebek, babi dan kerbau. Dan bagaimana kotoran ternak bisa dibuat menjadi pupuk kompos organik.
Para peserta yang mengikuti acara dan kegiatan ini sangat berkesan, mereka berharap bisa datang lagi untuk mengikuti pelatihan seperti ini. Apalagi anak-anak parguru malua, sebelum naik sidi perlu sekali dibuat acara seperti ini, karena dalam pelatihan ini karakter kita sebaghai anak-anak Kristen lebih dibentuk dan lebih dalam lagi mengenal Yesus Kristus. Dan kita semua disiapkan menjadi saksi-saksi-Nya di tengah dunia ini, dimanapun kita berada.
“Semoga HKBP punya Training Centre Porlak INRI yang bisa melatih semua pemuda seperti yang mereka dapatkan di tempat ini.
Bagi teman-teman yang yang mau ikut pelatihan seperti ini, dalam hal Character Building, Team work. Leadership dan Out Bound dan Latihan Pertanian dan Peternakan Selaras Alam. Bisa menghubungi TC Porlak Petrasa: Pdt.Maruasas Nainggolan (HP 081314922872), Pdt.Samuel Sihombing (HP 081361764990).
Pdt.Maruasas S.P Nainggolan S.Si (Teol)
Sekhus Kadep Diakonia HKBP
JUBILEUM 125 TAHUN HKBP SIBUNTUON RESORT BALIGE
JUBILEUM 125 TAHUN
HKBP SIBUNTUON RESORT BALIGE
By: Pdt.Maruasas Nainggolan S.Si (Teol)
Pada hari minggu tanggal 11 Juli 2010 HKBP Sibuntuon Resort Balige merayakan Jubileum 125 tahun. Perayaan ibadah syukur ini dipimpin oleh Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar dan beberapa pendeta dari kantor pusat HKBP yang mendampingi adalah: Pdt.Maruasas Nainggolan (Sekhus Kadep Diakonia), Pdt.Maston Hutasoit (Biro Transformasi Sosial), Pdt Samuel Sitompul (Wakabiro Personalia), Pdt.Renitiar Purba (Kep.Biro Outrich).
Ibadah ini dimulai jam 10.30 WIB, dalam khotbahnya Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar menekankan Jubileum yang menekankan pembebasan kepada orang tertindas, lemah, menderita, kemiskinan dalam budaya Bangsa Israel yang diperingati pada hari ketujuh adalah hari peristirahatan, Allah yang menciptakan Alam semesta dan segala isinya, satu kali dalam tujuh tahun mereka peringati sebagai pembebasan mereka dari perbudakan Bangsa Mesir. Dan tujuh kali tujuh pada tahun ke lima puluh adalah tahun pembebasan bagi seluruh makhluk hidup dari semua utang, pembodohan, kemiskinan, penindasan dan penderitaan.
Perayaan dan peringatan akan sejarah inilah yang membuat orang Yahudi sampai sekarang menjadi bangsa yang maju, berhasil bahkan ditakuti oleh semua bangsa. Karena sejarahnya diturunkan secara turun temurun untuk selalu diingat dan dihayati secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu dalam Jubileum 125 tahun HKBP Sibuntuon jangan melupakan generasi muda. Kita sering kali melupakan pelayanan kita kepada anak-anak sekolah minggu, remaja dan pemuda. Oleh karena itu dalam perayaan Jubileum 125 tahun HKBP Sibuntuon ini anak-anak remaja harus dilatih, dibina dan sungguh-sungguh dipersiapkan.
Sejarah berdirinya HKBP Sibuntuon tidak lepas dari jasa Pdt.Pilgram yang menyampaikan kabar suka cita dengan penuh pergumulan dan tidak mengenal putus asa mulai dari Peatalun ke Sibuntuon. Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar kembali mengingatkan, betapa sulitnya kita untuk percaya dan menerima ajaran Firman Tuhan. Sekarang saja kita sulit sekali untuk diajari bahkan dibina untuk keluar dari kemiskinan, kebodohan, iri hati yang pada akhirnya kita mudah sekali terbawa isu begu ganjang seperti yang terjadi di Sitanggor Muara, yang pada kenyatannya itu tidak ada.
Inilah pengorbanan para misionar ke tanah batak, sekarang ini saja kita sangat sulit untuk diarahkan, untuk bisa percaya, memahami dan menghayati Firman Tuhan dalam kata dan perbuatan, apalagi dulu zaman para misionar. Tetapi atas kasih Tuhan kepada Bangsa Batak pada tahun 1834 Tuhan mendengarkan doa seorang ibu di tanah Amerika yaitu Ibu Pdt.Henrik Lyman yang mati terbunuh ketika misionar ini menginjili ke tanah Batak. Lahirlah Nommensen di tanah Jerman dan berhasil mengabarkan Firman Tuhan ke tanah Batak.
Dalam kesempatan bimbingan dai pimpinan HKBP Amang Kadep Diakonia juga menyampaikan ucapan syukur kita kepada Tuhan yang telah menguatkan semua jemaat, parhalado HKBP Sibuntuon yang tidak pernah berhenti untuk bersaksi dan melayani Tuhan di tengah-tengah pergumulan zaman sekarang yang sudah semakin berat, terutama persoalan ekonomi. Oleh karena itu ada baiknya kepada anak-anak rantau jemaat HKBP Sibuntuon yang sudah banyak membantu gereja terus mau membangun bona pasogit. Ada usul kalau bisa untuk membantu dan menggerakkan jemaat saat ini kita bisa meniru program yang sekarang berkembang di silindung yaitu “Pria Jantan Sejati” suatu kriteria bagi satu kepala keluarga yang akan siap dibantu. Laki-laki sejati artinya: Tidak merokok, tidak hanya dikedai, tetapi bekerja di ladang dan mau membantu isteri di dapur”. Oleh karena itu kalau anak-anak rantau yang berhasil ada baiknya kalau memberi bantuan dengan metode memberikan Rp.200 ribu/bulan kurang tepat. Kalau kita lihat sekarang untuk uang rokok satu bulan itu kurang. Oleh karena itu kalau bisa memberikan bantuan itu langsung saja sekali yang mahal tapi bermanfaat, misalnya ternak babi yang siap kawin, atau bahkan satu ekor anak kerbau. Yang kemudian ini akan digulirkan ketika beranak. Diakhir bimbingannya Amang Kadep memberikan sebuah bingkai ucapan selamat dari Ompu Ephorus HKBP Pdt.Dr.Bonar Napitupulu.
Acara ini kemudian ditutup dengan taria-tarian (martumba) dari anak sekolah minggu HKBP Sibuntuon dan penyerahan ulos kepada pimpinan HKBP yang diwakili Amang Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar dan kepada semua Parhalado dan Pendeta yang pernah melayani di HKBP Sibuntuon. Tuhan memberkati pelayanan kita semua.
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia
HKBP SIBUNTUON RESORT BALIGE
By: Pdt.Maruasas Nainggolan S.Si (Teol)
Pada hari minggu tanggal 11 Juli 2010 HKBP Sibuntuon Resort Balige merayakan Jubileum 125 tahun. Perayaan ibadah syukur ini dipimpin oleh Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar dan beberapa pendeta dari kantor pusat HKBP yang mendampingi adalah: Pdt.Maruasas Nainggolan (Sekhus Kadep Diakonia), Pdt.Maston Hutasoit (Biro Transformasi Sosial), Pdt Samuel Sitompul (Wakabiro Personalia), Pdt.Renitiar Purba (Kep.Biro Outrich).
Ibadah ini dimulai jam 10.30 WIB, dalam khotbahnya Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar menekankan Jubileum yang menekankan pembebasan kepada orang tertindas, lemah, menderita, kemiskinan dalam budaya Bangsa Israel yang diperingati pada hari ketujuh adalah hari peristirahatan, Allah yang menciptakan Alam semesta dan segala isinya, satu kali dalam tujuh tahun mereka peringati sebagai pembebasan mereka dari perbudakan Bangsa Mesir. Dan tujuh kali tujuh pada tahun ke lima puluh adalah tahun pembebasan bagi seluruh makhluk hidup dari semua utang, pembodohan, kemiskinan, penindasan dan penderitaan.
Perayaan dan peringatan akan sejarah inilah yang membuat orang Yahudi sampai sekarang menjadi bangsa yang maju, berhasil bahkan ditakuti oleh semua bangsa. Karena sejarahnya diturunkan secara turun temurun untuk selalu diingat dan dihayati secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu dalam Jubileum 125 tahun HKBP Sibuntuon jangan melupakan generasi muda. Kita sering kali melupakan pelayanan kita kepada anak-anak sekolah minggu, remaja dan pemuda. Oleh karena itu dalam perayaan Jubileum 125 tahun HKBP Sibuntuon ini anak-anak remaja harus dilatih, dibina dan sungguh-sungguh dipersiapkan.
Sejarah berdirinya HKBP Sibuntuon tidak lepas dari jasa Pdt.Pilgram yang menyampaikan kabar suka cita dengan penuh pergumulan dan tidak mengenal putus asa mulai dari Peatalun ke Sibuntuon. Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar kembali mengingatkan, betapa sulitnya kita untuk percaya dan menerima ajaran Firman Tuhan. Sekarang saja kita sulit sekali untuk diajari bahkan dibina untuk keluar dari kemiskinan, kebodohan, iri hati yang pada akhirnya kita mudah sekali terbawa isu begu ganjang seperti yang terjadi di Sitanggor Muara, yang pada kenyatannya itu tidak ada.
Inilah pengorbanan para misionar ke tanah batak, sekarang ini saja kita sangat sulit untuk diarahkan, untuk bisa percaya, memahami dan menghayati Firman Tuhan dalam kata dan perbuatan, apalagi dulu zaman para misionar. Tetapi atas kasih Tuhan kepada Bangsa Batak pada tahun 1834 Tuhan mendengarkan doa seorang ibu di tanah Amerika yaitu Ibu Pdt.Henrik Lyman yang mati terbunuh ketika misionar ini menginjili ke tanah Batak. Lahirlah Nommensen di tanah Jerman dan berhasil mengabarkan Firman Tuhan ke tanah Batak.
Dalam kesempatan bimbingan dai pimpinan HKBP Amang Kadep Diakonia juga menyampaikan ucapan syukur kita kepada Tuhan yang telah menguatkan semua jemaat, parhalado HKBP Sibuntuon yang tidak pernah berhenti untuk bersaksi dan melayani Tuhan di tengah-tengah pergumulan zaman sekarang yang sudah semakin berat, terutama persoalan ekonomi. Oleh karena itu ada baiknya kepada anak-anak rantau jemaat HKBP Sibuntuon yang sudah banyak membantu gereja terus mau membangun bona pasogit. Ada usul kalau bisa untuk membantu dan menggerakkan jemaat saat ini kita bisa meniru program yang sekarang berkembang di silindung yaitu “Pria Jantan Sejati” suatu kriteria bagi satu kepala keluarga yang akan siap dibantu. Laki-laki sejati artinya: Tidak merokok, tidak hanya dikedai, tetapi bekerja di ladang dan mau membantu isteri di dapur”. Oleh karena itu kalau anak-anak rantau yang berhasil ada baiknya kalau memberi bantuan dengan metode memberikan Rp.200 ribu/bulan kurang tepat. Kalau kita lihat sekarang untuk uang rokok satu bulan itu kurang. Oleh karena itu kalau bisa memberikan bantuan itu langsung saja sekali yang mahal tapi bermanfaat, misalnya ternak babi yang siap kawin, atau bahkan satu ekor anak kerbau. Yang kemudian ini akan digulirkan ketika beranak. Diakhir bimbingannya Amang Kadep memberikan sebuah bingkai ucapan selamat dari Ompu Ephorus HKBP Pdt.Dr.Bonar Napitupulu.
Acara ini kemudian ditutup dengan taria-tarian (martumba) dari anak sekolah minggu HKBP Sibuntuon dan penyerahan ulos kepada pimpinan HKBP yang diwakili Amang Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar dan kepada semua Parhalado dan Pendeta yang pernah melayani di HKBP Sibuntuon. Tuhan memberkati pelayanan kita semua.
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia
MEMBERIKAN PENGHIBURAN
MEMBERIKAN PENGHIBURAN
By: Pdt.Maruasas Nainggolan S.Si (Teol)
Amang Kadep Diakonia mengunjungi dan memberikan penghiburan kepada keluarga Guru L.Sianipar pada hari Senin 12 Juli 2010. di rumah dinas tempat pelayanannya yang terakhir HKBP Laguboti godung. Karena Guru Lesman Sianipar telah lebih dahulu dipanggil Tuhan diusianya yang berumur 53 tahun, pada tanggal 11 Juli 2010.. Meninggal lima orang, dua permepuan dan tiga laki-laki. anaknya yang paling besar sudah diterima menjadi calon pendeta di HKBP melayani di HKBP Binjae. Dikuburkan pada tanggal 16 Juli 2010. Rombongan dari Kantor Pusat adalah Pdt.Maruasas Nainggolan dan Pdt Maston Hotasoit, didampingi juga Praseses Toba Hasundutan Pdt.Armada Sitorus, Praeses HKBP Toba Pdt.Sibarani dan Pdt Resort HKBP Laguboti godung.
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia HKBP
By: Pdt.Maruasas Nainggolan S.Si (Teol)
Amang Kadep Diakonia mengunjungi dan memberikan penghiburan kepada keluarga Guru L.Sianipar pada hari Senin 12 Juli 2010. di rumah dinas tempat pelayanannya yang terakhir HKBP Laguboti godung. Karena Guru Lesman Sianipar telah lebih dahulu dipanggil Tuhan diusianya yang berumur 53 tahun, pada tanggal 11 Juli 2010.. Meninggal lima orang, dua permepuan dan tiga laki-laki. anaknya yang paling besar sudah diterima menjadi calon pendeta di HKBP melayani di HKBP Binjae. Dikuburkan pada tanggal 16 Juli 2010. Rombongan dari Kantor Pusat adalah Pdt.Maruasas Nainggolan dan Pdt Maston Hotasoit, didampingi juga Praseses Toba Hasundutan Pdt.Armada Sitorus, Praeses HKBP Toba Pdt.Sibarani dan Pdt Resort HKBP Laguboti godung.
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia HKBP
PEMBINAAN DAN PELATIHAN DIAKONIA DI DISTRIK TOBA HASUNDUTAN
PEMBINAAN DAN PELATIHAN DIAKONIA
DI DISTRIK TOBA HASUNDUTAN
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Pada hari Senin 11 Juli 2010, diadakan pembinaan dan pelatihan di distrik Toba Hasundutan. Pembinaan dan pelatihan ini langsung dari Amang Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar dan di dampingi oleh dua orang staf yaitu Pdt.Maruasas Nainggolan (Sekhus Kadep Diakonia), Pdt.Maston Hutasoit (Biro Transformasi Sosial).
Amang Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar menjelaskan ada tiga tantangan berat saat ini, yang Pertama adalah Globalisasi, misalnya dalam pertanian semua jenis buah-buahan yang kita konsumsi saat ini sudah masuk dari berbagai negara, yang sebenarnya itu sudah lama dan sudah diawetkan melalui suntikan. Contoh sederhana Ketika kita potongbuah apel, lalu kita biarkan lima menit, warna daging buahnya langsung hitam. Begitu juga dengan kacang garuda yang bersih padahal sudah di rinso. Kita lihat sekarang perkembanagan HP yang ada di anak-anak SD, SLTP yang sudah susah dibendung. Siapa yang pintar itu yang maju, yang bodoh akan dilindas dan tertinggal.
Ada sebuah tawaran sekarang, yaitu pengembangan tanaman tiung. Dengan potensi ini kita bisa kita pengaruhi pasar dunia seperti kopi lintong dan sidikalang. Gereja perlu membuat kelompok tani. Kedua adalah : Demokrasi, di mana semua bisa hancur, termasup kita karena yang jahat juga hidup. Seperti Indorayon yang semua menebang kayu bahkan tanah adapt pun habis. Kebebasan beribadah tidak ada lagi. Gereja harus kembali diingatkan, bagaimana kita semua Parhalado membina anak-anak sekolah minggu, remaja, pemuda. Karena anak-anak yang sudah dibina supaya orangtuanya juga bisa diajak untuk bisa bangkit kembali.
Ketiga adalah kebangkitan dari Karismatik dan gereja Baptis. Program Pria Jantan Sejati (tidak merokok, tidak minum-minum keras, kerja di ladang, membantu isterinya di rumah dan didapur) mereka-mereka inilah yang akan dipilih untuk latihan di bogor akan diberikan lembu bahkan bentuk pinjaman pun akan diberikan. Para ibu harus memperhatikan pola makan di dalam keluarga. Seperti halnya sayur dan buah sebagai konsumsi yang sehat buat keluarga. Kita perlu kritis. Perlu perubahan sikap dan paradigma. Yang tidak sama dengan dunia ini. Bagaimana kita menanamkan itu kepada pemikiran jemaat kita. Sehingga kita memehami kehendak dari Tuhan
Perlu adanya centre di toba sebagai pusat pelatihan dan percontohan. Kalau bisa tempatnya di Tampahan, Peatalun, Sibodiala. Kalau ada tempat tersebut maka para DPRD akan kita bawa ke sana, untuk bisa melihat dan membantu program kita. Kita harus yakin kalau kita bisa buat perubahan. Dan kita bisa bawa Ir. Fritz yang bisa menampung produksi tiung sebanyak apapun dengan harga standart, dan bahkan bisa melatih dan menyediakan bibit. Kita jual banyak tapi harga tidak jatuh tapi menetap. Tiung suatu tanaman yang tidak terlalu susah untuk ditanam. Salam Diakonia “Sejahtera Masyarakat, Sejahtera Gereja”.
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia HKBP
DI DISTRIK TOBA HASUNDUTAN
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Pada hari Senin 11 Juli 2010, diadakan pembinaan dan pelatihan di distrik Toba Hasundutan. Pembinaan dan pelatihan ini langsung dari Amang Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar dan di dampingi oleh dua orang staf yaitu Pdt.Maruasas Nainggolan (Sekhus Kadep Diakonia), Pdt.Maston Hutasoit (Biro Transformasi Sosial).
Amang Kadep Diakonia Pdt.Nelson Siregar menjelaskan ada tiga tantangan berat saat ini, yang Pertama adalah Globalisasi, misalnya dalam pertanian semua jenis buah-buahan yang kita konsumsi saat ini sudah masuk dari berbagai negara, yang sebenarnya itu sudah lama dan sudah diawetkan melalui suntikan. Contoh sederhana Ketika kita potongbuah apel, lalu kita biarkan lima menit, warna daging buahnya langsung hitam. Begitu juga dengan kacang garuda yang bersih padahal sudah di rinso. Kita lihat sekarang perkembanagan HP yang ada di anak-anak SD, SLTP yang sudah susah dibendung. Siapa yang pintar itu yang maju, yang bodoh akan dilindas dan tertinggal.
Ada sebuah tawaran sekarang, yaitu pengembangan tanaman tiung. Dengan potensi ini kita bisa kita pengaruhi pasar dunia seperti kopi lintong dan sidikalang. Gereja perlu membuat kelompok tani. Kedua adalah : Demokrasi, di mana semua bisa hancur, termasup kita karena yang jahat juga hidup. Seperti Indorayon yang semua menebang kayu bahkan tanah adapt pun habis. Kebebasan beribadah tidak ada lagi. Gereja harus kembali diingatkan, bagaimana kita semua Parhalado membina anak-anak sekolah minggu, remaja, pemuda. Karena anak-anak yang sudah dibina supaya orangtuanya juga bisa diajak untuk bisa bangkit kembali.
Ketiga adalah kebangkitan dari Karismatik dan gereja Baptis. Program Pria Jantan Sejati (tidak merokok, tidak minum-minum keras, kerja di ladang, membantu isterinya di rumah dan didapur) mereka-mereka inilah yang akan dipilih untuk latihan di bogor akan diberikan lembu bahkan bentuk pinjaman pun akan diberikan. Para ibu harus memperhatikan pola makan di dalam keluarga. Seperti halnya sayur dan buah sebagai konsumsi yang sehat buat keluarga. Kita perlu kritis. Perlu perubahan sikap dan paradigma. Yang tidak sama dengan dunia ini. Bagaimana kita menanamkan itu kepada pemikiran jemaat kita. Sehingga kita memehami kehendak dari Tuhan
Perlu adanya centre di toba sebagai pusat pelatihan dan percontohan. Kalau bisa tempatnya di Tampahan, Peatalun, Sibodiala. Kalau ada tempat tersebut maka para DPRD akan kita bawa ke sana, untuk bisa melihat dan membantu program kita. Kita harus yakin kalau kita bisa buat perubahan. Dan kita bisa bawa Ir. Fritz yang bisa menampung produksi tiung sebanyak apapun dengan harga standart, dan bahkan bisa melatih dan menyediakan bibit. Kita jual banyak tapi harga tidak jatuh tapi menetap. Tiung suatu tanaman yang tidak terlalu susah untuk ditanam. Salam Diakonia “Sejahtera Masyarakat, Sejahtera Gereja”.
By: Pdt.Maruasas Nainggolan
Sekhus Kadep Diakonia HKBP
Langganan:
Postingan (Atom)