Redupnya Spritualitas Kasih
By: Pdt.Maruasas S.P Nainggolan S.Si (Teol)
Pengantar
“Kita hanya dekat dengan orang yang kita sukai. Dan seringkali kita menghindari orang yang tidak kita sukai. Pada hal dari dialah kita akan mengenal sudut pandang yang baru” dan “Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan, Jangan pernah mengabaikan tuntutan kebaikan tanpa mengetahui kuburukan yang kemudian kita dapat”
Ungkapan di atas sengaja penulis kutip dari seorang motivator Mario Teguh, yang mengantar kita memahami realitas “Redupnya Spritualita Kasih” dalam kehidupan kita saat ini, yang sekaligus menjadi judul dan tema tulisan ini. Seperti itulah kehidupan banyak orang saat ini.
Kalau kita melihat kehidupan sekarang tidak banyak orang lagi yang mau interaktif menanggapi situasi sosial yang ada dihadapannya apa lagi ditempat yang lain. Semua orang sibuk mengejar jabatan, glamour, dan gengsi. Tercerai berai tidak ada pengayoman, tidak ada rasa aman. Memiliki iman tetapi hanya disimpan di dalam hati saja. Iman yang tidak memiliki perwujudan konkret, Iman yang mati, menjalani kehidupan rohaniah yang rasanya tawar, diam dan tidak berkembang. Seperti air tawar dingin tanpa warna tanpa sukacita beku dan kaku. Bergerak tetapi tidak beranjak. Hiruk pikuk dan ramai tetapi tanpa makna.
Redupnya Spritualitas Kasih
Akhir-akhir ini banyak keluhan, kekhawatiran, kecemasan. Sulitnya membangun gereja, gedung-gedung gereja dihancurkan. Orang-orang Kristen hanya bisa melakukan kebaktian rumah tangga dengan tanpa suara, menyanyi juga tanpa suara. Orang-orang Kristen ditekan, digeser, didiskriminasikan diperlakukan sebagai warganegara kelas dua atau kelas tiga. Kita bertanya: kalau sekarang saja sudah begini, bagaimana nanti?
Pada satu pihak, mendengar dan melihat semua itu, Anda tentu marah, geram, tidak bisa dimengerti, tidak bisa menerima. Bukan saja oleh karena kita ini orang Kristen, tetapi terutama oleh karena kita percaya betul dengan Pancasila. "Gelar elite menjadi predikat, menyebut orang-orang pilihan, golongan kelas atas, kaum terkemuka, pejabat. Ternyata itu hanyalah sekedar nama, pertikaian dan tindak kekerasan tidak pernah serius dihentikan, HKBP Filadelfia Res Duren Jaya Tambun Kab.Bekasi di segel oleh Pemkab Bekasi. HKBP Sibuhuan Kec.Barumun Padang Lawas tidak diijinkan beribadah, begitu juga satu gereja HKBP Sarolangon Jambi, HKBP di Dumai dan di Cinere.
Para elit sibuk bertengkar soal jabatan dan pembagian proyek." Ini membuktikan Spritualitas Kasih kita telah redup.
Menurut K.Prient, Kamus Latin-Indonesia. Spritualitas berasal dari kata latin “spiritus” yang artinya antara lain: roh, jiwa, sukma, nafas hidup, ilham, kesadaran diri, kebesaran hati, keberanian, sikap dan perasaan. Istilah spritualitas dapat dilihat mengacu pada sikap hidup yang erat kaitannya dengan pengenalan dan kesadaran diri yang bersumber pada roh sebagai nafas hidup. Jadi istilah spritualitas mencakup pengenalan hidup dan pengenalan diri.
Mark A McIntosh dalam bukunya, Christology from Within mengatakan Roh Kudus itu diutus oleh Tuhan sendiri, bahkan Roh Kudus itu adalah Tuhan itu sendiri. Roh Kudus itu adalah Roh Allah, Roh Kudus itulah yang menguasai kita. Bukan kita yang mengatur Roh Kudus, tetapi Roh Kudus itu yang mengatur kita. Bukan Roh Kudus yang memenuhi kehendak dan keinginan kita, tetapi kitalah yang harus menaati apa yang dikehendaki oleh Roh Kudus. Orang yang dikuasi Roh Kudus, Ia harus membuktikan melalui tutur katanya, sikap hidupnya, tingkah lakunya.
Spritualitas Kasih yang Menyala
Ioanes Rakhmat dalam sebuah tulisannya berjudul Spritualitas Yesus dari Nazaret mengatakan, Berbicara mengenai spritualitas dalam kekristenan adalah intensitas dan kedalaman hubungan seseorang dengan Roh Yesus Kristus atau Roh Kudus yang menjadi landasan dan pembentukan jati diri yang dinampakan dalam sikap dan perilaku yang terus menerus, kehidupan yang dijalaninya memungkinkan untuk menemukan makna asasi dalam hidupnya, menjadi bingkai dalam menjalani hidup yang bisa mendatangkan pembaharuan dalam hidupnya.
Jadi bagi orang Kristen, makna hakiki dan jati diri adalah menemukan Roh. Pada waktu Yesus hidup kawasan roh yang menjadi pusat hidup-Nya yang membentuk jati diri-Nya sebagai kawasan Allah. Itulah yang membuat spritualitas Yesus sebagai “Spritualitas Kerajaan Allah”. Hubungan spritualitasnya yang mendalam adalah Allah yang dipangil-Nya sebagai Bapa yang sedang menjalankan kekuasaan-Nya dan bentuk hakikinya adalah ketika Yesus mendemonstrasikan kekuasaan pemerintahan Allah di dalam karya dan perkataan-Nya yang terus menerus dihayati. Dampak penghayatan-Nya pada tatanan sosial masyarakat-Nya pada akhirnya membawa-Nya pada kematian. Spritualitas yang seperti inilah yang tidak hadir lagi dalam kehidupan kekristenan saat ini, yang hanya mengunggulkan spritualitas yang mengawang, tidak bersentuhan dan bahkan melarikan diri dari realitas sosial.
Pencobaan Yesus di padang gurun (Mark.1:12-13; Mat.4:1-11; Luk.4:1-13) menunjukkan perjuangan spritualitas Yesus, yang lebih dari pergumulan batiniah Yesus sendiri, ketika memulai visi dan panggilan hidup-Nya. Ia berada di padang gurun empat puluh hari lamanya, di cobai iblis. Ketika Ia dibaptis oleh Yohanes, Dia telah memasuki dunia Roh, Ia melihat langit terkoyak dan Roh seperti merpati turun ke atas-Nya. Dalam rangkaian ini semua menunjukkan Yesus mempunyai hubungan yang kuat dengan kuasa Roh yang memberi-Nya pengelihatan-pengelihatan dan kuasa, yang di cari dan diterima-Nya dari Roh melalui ujian-ujian fisik dan batiniah yang berat di padang gurun. Kalau kita baca di Luk.10:17-18, Iblis pun takluk akan Dia.
Dalam spritualitas-Nya, Yesus juga terbenam dalam doa yang sangat mendalam dan berlangsung lama bisa beerjam-jam bahkan sampai semalam suntuk (Mark.6:46; 9:2; Mat.14:13; Luk.6:12). Ia memelihara hubungan-Nya dengan Allah yang sangat akrab dan mendalam dalam kawasan Roh. Bukan karena daftar pokok doa yang panjang dalam bentuk permintaan dan permohonan. Dalam suatu kesempatan, Yesus bersama tiga murid-Nya (Petrus, Yohanes dan Yakobus) dikisahkan berdoa dalam kontemplasi (Luk.9:29-29). Di saat Ia berdoa, Yesus berubah rupa dan pakainnya menjadi sangat putih berkilau dan murid-murid-Nya melihat Elia dan Musa bersama-Nya, bercakap-cakap dengan-Nya. Dalam hal ini Yesus berhubungan langsung dengan alam Roh. Pada diri-Nya bertemulah dua dunia, Dia menjadi perantara dua dunia. Diri-Nya memancarkan cahaya kehadiran Ilahi yang menyelimutinya dan menggentarkan orang (Mark.1:22).
Dengan memiliki hubungan dengan Roh Allah yang berwibawa dan berkuasa itu juga yang ditunjukkan-Nya di dunia ini, bahwa Kerajaan Allah sedang berhadapan dengan kuasa setan. Yesus mendemonstrasikan bahwa Allah kini memerintah melawan musuh Allah yakni setan. Dan spritualitas kerajaan Allah yang dihayati Yesus, membuat-nya berhadapan dengan kuasa anti-Allah, menimbulkan dampak sosial politik dalam tatanan masyarakat di zaman-Nya, yaitu orang-orang Yahudi yang memiliki pemahaman sendiri yang sudah baku.
Yesus melakukan perlawanan tanpa kekerasan senjata, tetapi Dia memberi ucapan-ucapan dalam bentuk cerita dan perumpamaan tentang Kerajaan Allah serta tindakan-tindakan simbolisnya. Tetapi walaupun bukan perlawanan dengan kekerasan semuanya itu membawa-Nya pada kematian di kayu salib, karena penguasa Roma juga melihat kemapaman politik bisa terganggu apabila Yesus terus dibiarkan menyampaikan kisah-kisah-Nya mengenai Kerajaan Allah. Yesus pernah mengatakan,”…sesungguhnya Kerajaan Allah itu ada di antara kamu (Luk.17:21b). Kerajaan itu ada di tengah rakyat yang najis dan paling menderita karena penjajahan Roma dan sistem puritas yang dipertahankan kalangan elit imamat aristocrat Yahudi. Tindakan Yesus membangun dan memasuki persekutuan dan persaudaraan dengan orang-orang najis dan marjinal dan makan bersama-sama mereka tanpa memakai meja. Sehingga terbentuk suatu komunitas yang anggota-anggotanya setara, egaliter adalah perwujudan dari keyakinan dan pewartaan-Nya bahkan Kerajan Allah adalah kerajaan yang merobohkan hierarki sosial relegius yang dipertahankan dalam sitem puritas.
Refleksi
“Spritualitas Kasih ditandai dengan kehidupan doa, bersikap dan memandang seluruh kehidupan dalam perspektif hubungan dengan Allah-yang mendorong dan melahirkan tindakan. Tindakan yang didorong oleh ketaatan yang penuh kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia. Spritualitas yang memiliki kasih menilai manusia dari apa yang ada di dalam hati. Bukan kulit tetapi isi. Membenci semboyan-semboyan yang kosong tanpa arti, membenci seremoni-seremoni tanpa isi, membenci sikap yang mengutamakan prestise dan bukan prestasi yang ingin disenangi lalu menghianati hati nurani.
Spritualitas yang memiliki kasih menyadari sepenuhnya agama bukan hanya dipercayai tetapi untuk dialami, kita tidak cukup mempercayai Kristus, kita harus mengalami Kristus. Makna kasih harus dikembalikan lagi kepada jati diri ajaran Yesus Kristus yang murni dan asli. Kebanyakan orang Kristen cuma bersibuk diri untuk memperbesar dan memperkuat kelompoknya, serta memperbesar kekayaan dan pengaruhnya. Pengikut Kristus telah kehilangan kridibilitasnya, karena tidak berbuat apa-apa dalam memperjuangkan kepentingan rakyat melawan kekuasaan yang tidak adil.
Penulis sekarang melayani di Kantor Pusat HKBP PearajaTarutung
Sekhus Kadep Diakonia
JUBILEUM 125 TAHUN HKBP SIBUNTUON RESORT BALIGE
Jubileum
Selasa, 02 Februari 2010
"Renungan Diakonia February 2010"
Hamba-Mu aku ini, buatlah aku mengerti, supaya aku tahu
peringatan-peringatan-Mu. (Mazmur 119:125)
Senin 01 Februari 2010
Bintang bagi Sesama
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)
Dalam sejarah kehidupan gereja, kita diharapkan menjadi bintang bagi sesama, dengan kelembutan dan kecemerlangan perilaku yang santun berhasrat, damai kita menjadi petunjuk bagi sesama. Setiap anak adalah bintang dalam keluarga, maka marilah kita didik bekali dengan penuh cinta kasih sayang, agar mampu menjadi berkat bagi sesama, membagi cinta kasih yang telah diterima dari keluarga, dan menjadi anggota gereja yang cemerlang.
Selasa 02 Februari 2010
Melawan Arus Dunia
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timoteus 4:2)
Dalam hal prinsip Yesus tidak pernah kompromi. Bagi Yesus sikap terhadap Allah harus diutamakan dan bukan peraturan manusia. Sebagai seorang Kristiani, kita dipanggil untuk berani mengutamakan kasih Allah. Ada banyak kesempatan yang bisa digunakan untuk berbuat kasih. Dan kita harus melawan arus dunia yang selalu berlawanan dengan arus kasih Allah. Rasakanlah kehadiran Tuhan dan pancarkan kasih-Nya.
Rabu 03 Februari 2010
Membawa Harapan
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. (Yeremia 1:7)
Orang bijak pernah mengatakan,”Kemauan untuk sembuh adalah sebagian dari usaha penyembuhan”. Di sekitar kita begitu banyak orang yang sakit dan tidak berdaya, punya hatikah kita menjenguk, menghibur dan mendoakan mereka? Bukankah kita mempunyai kesempatan untuk membawa harapan dan menebarkan tekad yang kuat bagi mereka. Semoga kita dapat menjadi daya penyembuh bagi sesama sekitar kita.
Kamis 04 Februari 2010
Jawaban atas Undangan
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
(2 Timoteus 1:7-8)
Bayangkanlah saat ini, engkau sedang sibuk dengan pekerjaanmu dan tiba-tiba Yesus memanggilmu dan mengajak engkau untuk ikut bersama-Nya melayani orang-orang disekitarmu. Dia menunjukkan begitu banyak orang yang membutuhkan sapaanmu, hiburanmu, senyumanmu daan pertolonganmu. Dia menunggumu berkarya bersama-Nya. Berilah jawaban atas undangan-Nya itu.
Jumat 05 Februari 2010
Semangat Belarasa
Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan." (Keluaran 4:12)
Kekhasan orang Kristen tidak terletak pada aktivitas rajin ke gereja atau memakai kalung salib besar-besar, tiap minggu ziarah dan sebagainya. Melainkan terletak pada apakah orang tersebut memilki semangat belarasa terhadap sesamanya. Apakah kekuatan yang kita peroleh di gereja mengubah hati kita dan peduli bagi sesama. Pandanglah Yesus yang tergerak hati-Nya oleh belas kasihan.
Sabtu 06 Februari 2010
Dikucilkan dalam Penderitaan
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10:16)
Pengikut Kristus di benci di mana-mana. Banyak pewarta Injil dibunuh dan disiksa di berbagai Negara. Marilah kita menjadi sumber kekuatan di tengah penderitaan hidup. Bila kita dibenci, dikucilkan, dicela, dan ditolak, itu adalah saat yang baik untuk kita bersatu.”Berbahagialah kamu jika karena Anak Manusia orang membenci kamu dan jika mereka mengucilkan kamu dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
Minggu 07 Februari 2010
Ingin jadi Bos
Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. (Markus 10:44)
Setiap kali kita merasa hebat dan berhasil, sering kali kita terdorong untuk sombong. Kalau saja kita bisa dengan cepat berkata dalam hati, “aku bukan Mesias, aku ini hamba Tuhan”. Cukup gampang kita jatuh pada dosa kesombongan dan pada saat yang sama kerendahan hati pun sirna. Antusiasme, ambisi, kerap kali baik dan perlu. Tetapi tanpa kerendahan hati, tanpa pengenalan diri akan berubah menjadi ambang kehancuran.
Senin 08 Februari 2010
Rela untuk Peduli
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)
Di zaman kita sekarang, ada banyak Lazarus. Ada banyak orang miskin yang selalu menunggu di depan pintu gerbang kita. Ada jutaan Lazarus yang ditolak, dipinggirkan dan mati kelaparan. Artinya kita harus belajar dari si kaya yang tidak peduli selama hidupnya. Kita diajak untuk mau berbagi, memberikan hati dan sebagian harta kita kepada sesama. Bukan berapa banyak yang kita bagikan yang terpenting, melainkan seberapa besar kita rela untuk peduli bersimpati dan berempati.
Selasa 09 Februari 2010
Hidup tidak selalu Nyaman
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan. (Amsal 3:7)
Badai dan gelombang yang menghantam kapal ibarat masalah hidup yang sekonyong-konyong menerpa hidup. Kita sadar bahwa hidup ini tidak selalu nyaman. Badai hidup setiap saat bisa datang menghantam. Siapkah kita menghadapinya dalam keteguhan iman? Apakah kita memiliki iman pada saat krisis-krisis hidup terjadi? Sikap panik menghadapi badai kehidupan menunjukkan betapa lemahnya iman kita, membuat kita semakin mengalami kegelapan hidup.
Rabu 10 Februari 2010
Hanya dengan Bertobat
Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk. Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak. Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. (Amsal 4:23-25)
Setiap orang ingin disembuhkan, dikuatkan dan diringankan dari segala beban dan penderitaan. Kita ingin sehat, gembira dan bahagia namun sering kita merasa berat untuk meninggalkan dosa-dosa kita atau kekurangan dan kelemahan kita. Hanya dengan bertobat kita akan mampu meninggalkan kelemahan, kekurangan dan dosa kita. Pada gilirannya pertobatan kita menjadikan kita bangkit dari keterpurukan kita. Jadilah lebih baik dari hari yang kemarin.
Kamis 11 Februari 2010
Pura-pura Lupa
Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.
(Amsal 4:26-27)
Banyak hal yang membuat kita tersesak , putus asa dan tidak menemukan jalan ke luar. Bahkan kita merasa bahwa Tuhan dan gereja tidak mampu menjawab kesulitan dan kebutuhan kita. Kita sering kali lupa dengan janji kita kepada Tuhan. Saat kita kesusahan dan kesulitan, kita sering membawa aneka janji kepada Tuhan, Tapi saat kita mendapatkannya kita serung lupa atau pura-pura lupa.
Jumat 12 Februari 2010
Merasakan Kekuatan Doa
Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya. (Yeremia 10:23)
Ambillah tempat yang sunyi sepi di pagi hari dan berdoalah. Pejamkan mata. Tarik nafas dalam-dalam, tahan sejenak dan hembuskan berlahan-lahan. Pandanglah dan rasakanlah Yesus yang hadir berdoa bersamamu, ikutilah cara Dia berdoa kepada Bapa dan bagiamana Ia menjadikan doa sebagai kekuatan-Nya setiap hari. Jadikanlah doa sebagai senjata menghadapi tantangan hidup.
Sabtu 13 Februari 2010
Menarik Setiap Hati
Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa. (1 Timoteus 3:13)
Orang ke gereja sudah mulai bosan dengan khotbah yang katanya monoton dan tidak sedikit yang mengatakan, “Ah teori”. Lalu apa relevansinya di zaman ini sekarang ini dengan pengajaran Yesus sebagai guru dan sebagai pemimpin? Setiap perkataan Yesus memiliki daya kekuatan untuk menarik setiap hati yang mendengarkan-Nya. Semua yang diucapkan-Nya sarat dengan makna dan mengajak setiap orang untuk berbuat sesuatu, baik dengan mengubah dirinya maupun orang lain.
Minggu 14 Februari 2010
Datang ketengah-tengah kita
Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.
(1 Timoteus 3:1-4)
Putra Allah diutus untuk datang ke tengah-tengah kita, tapi kita dianiaya, disingkirkan dan dibunuh. Kita dipilih dan dipanggil Tuhan sebagai kepala keluarga untuk tekun menghidupi semangat ketaatan kepada kehendak Allah. Kita dipanggil untuk menebar kasih dan damai di tengah dunia. Kita dipanggil untuk terus mengembangkan nilai-nilai kehidupan dan kebahagiaan yang menyelamatkan dunia.
Senin 15 Februari 2010
Ragu karena tidak mampu
Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada. (Amsal 11:14)
Kita sering bimbang untuk memohon kepada Tuhan. Kadang kita ragu karena kita merasa mampu, kita merasa cukup berdaya untuk tidak melibatkan Tuhan. Namun sering juga kebimbangan kita muncul karena tidak percaya kepada Tuhan karena di dalam diri kita ada egoisme, keserakahan, kemarahan, kebencian dalam hidup kita. Ada zinah, ada ketidakjujuran, ada ketidaksetiaan dan bahkan pengkhianatan dalam kehidupan kita.
Selasa 16 Februari 2010
Mengolah Diri
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. (Amsal 29:18)
Berpuasa adalah salah satu sarana untuk mengolah diri, mendekatkan hati dan mengarahkan hidup kepada Tuhan. Walaupun dalam agama pedoman dan peraturan itu ada puasa tidak dipaksakan dari luar.Puasa hendaknya menjadi kesadaran diri kita. Puasa bukan tidak makan dan minum. Puasa adalah pengosongan diri dari segala keinginan duniawi dan kecenderungan manusia untuk semakin dekat dengan Tuhan.
Rabu 17 Februari 2010
Tantangan itu Didikan
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 16:32)
Hidup yang bermutu adalah hidup yang teruji. Tidak ada keberhasilan tanpa test-test kehidupan yang intens. Semakin besar tanggungjawab atau jabatan seseorang, semakin intens juga tantangan yang harus dihadapi. Tidak ada hidup yang mudah baik itu hidup seorang presiden ataupun hidup seorang buruh. Yang membedakan adalah cara orang menerima dan memahami hidup ini. Segala tantangan kehidupan adalah didikan Tuhan untuk kehidupan rohani yang lebih bermutu.
Kamis 18 Februari 2010
Membawa Kabar
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:13-14)
Melalui pengalaman hidup sehari-hari, kita diajak untuk berani bersaksi atas nama-Nya. Dalam setiap perjumpaan dengan orang lain. Yesus mengajak kita untuk berani membawa perutusan dari Bapa. Dia mengutus kita membawa kabar tentang Kerajaan Allah dengan bersikap ramah dan santun dalam perjumpaan dengan orang lain. Memberikan bantuan dan mendengarkan keluh kesah sesama.
Jumat 19 February 2010
Dosa hal yang biasa
Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar. (Ulangan 16:19)
Menyadari kedosaan dewasa adalah hal yang tidak mudah. Melakukan dosa berat seperti sudah menjadi hal yang biasa. Banyak orang tidak takut lagi untuk membunuh, mencuri, korupsi, mencelakakan orang lain. Manusia menganggap perbuatan dosa sebagai perbuatan yang normal. Akibatnya kejahatan semakin merajalela di mana-mana. Carilah seorang imam untuk berlutut dihadapannya untuk mohon pengampunan, dan mau mengampuni sesama dengan belas kasih.
Sabtu 20 Februari 2010
Orang yang Dikenang
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. (Ibrani 13:7)
Hitler, pimpinan NAZI Jerman yang dianggap sebagai pencetus Perang Dunia II hidupnya berakhir tragis. Ia bunuh diri setelah membunuh kekasihnya. Orang akan mengenangnya sebagai seorang yang bengis, penjahat perang, pembantai jutawan nyawa orang Yahudi. Berbeda dengan Zakheus pemungut cukai, setelah bertemu dengan Yesus dia bertobat, ia mengembalikan tiga kali lipat uang rakyat yang pernah ia ambil dengan akal bulusnya. Akhirnya lelaki pendek itu menjadi murid setia Yesus.
Minggu 21 Februari 2010
Menempuh Resiko
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. (1 Timoteus 6:12)
Ke sarang serigala siap? Siapa mau. Orang cenderung senang kemapanan. Takut menjelajah dunia baru. Hanya mereka yang berani menempuh resiko dicatat dengan tinta mas oleh sejarah. Kemapanan sering membuat orang tidak percaya diri. Mendapat guncangan sedikit saja sudah teriak-teriak seolah kapal akan karam. Pada hal oleh Bapa kita sudah diberi berbagai anugerah. Namun tak pernah kita optimalkan. Serigala itu bisa menjadi domba, lawan bisa kawan, musuh bisa berubah jadi saudara.
Senin 22 Februari 2010
Kekayaan menjadi Berkat
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8)
Apa gunanya kita memperoleh seluruh dunia, tetapi diri kita binasa? Kekayaan memang tidak membinasakan seseorang, tetapi bisa membuat orang kehilangan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian. Orang juga boleh mencari kekayaan semaksimal mungkin, tetapi kita jangan sampai kehilangan yang menjadi sumber hidup kita yaitu Yesus. Siapa yang memiliki dan mengimani Yesus, kekayaan akan menjadi berkat bagi diri dan sesama.
Selasa 23 Februari 2010
Campur Tangan Tuhan
Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah! (Mazmur 68:35-36)
Disaat kita sampai pada kesadaran menyesali dosa-dosa kita, kita kadang merasa bahwa diri kita tidak berarti lagi bagi sesama, apalagi dihadapan Allah. Kita lupa bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. Kepercayaan merupakan suatu hal yang hakiki bagi kita dalam berelasi dengan sesama kita. Bagaimana kita bisa percaya pada campur tangan Tuhan bila terhadap terhadap sesama kita saja tidak saling percaya?
Rabu 24 Februari 2010
Dengan Keheningan Batin
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Matius 28:18)
Tuhan telah menunjukkan keajaiban dari setiap bagian tubuh kita, dari setiap keindahan dan kegagahan semesta akan setiap denyut jantung dan dengungan rohani kita. Masihkah kita meragukan keberadaan dan kehadiran Tuhan? Kejujuran dan kemurnian hati sangat diperlukan untuk mengimani kehadiran Tuhan. Kepercayaan akan rahmat Tuhan yang disertai dengan kejujuran dan keheningan batin membuat kita tidak akan menolak Tuhan dalam hidup kita.
Kamis 25 Februari 2010
Memberi Kesempatan
Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. (Kolose 2:10)
Tuhan telah memberi kesempatan hidup kepada kita untuk berkembang. Tuhan sangat mengasihi kita, sehingga Ia membiarkan kita untuk bertumbuh dan berkembang dengan segala keberadaan kita. Tuhan memberikan kita begitu banyak pilihan dalam hidup dan tergantung kepada kita untuk bertanggung jawab atas seluruh hidup kita. Pribadi yang bertanggungjawab adalah pribadi yang mau menggunakan kesempatan yang diberikan Allah dengan cara berbagi.
Jumat 26 Februari 2010
Pemberian diri Total
Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan. (Ibrani 3:6)
Yesus menganggap penting memperhatikan kesesuaian antara perkataan dan perbuatan antara yang luar dan dalam yang lahir dan batin. Yesus tahu tentang bahaya kepemimpinan yang bersifat NATO (no action talk only), yang tanpa moral, tanpa etika, yang penuh kepura-puraan, kemunafikan dengan motivasi untuk merebut simpati dan dukungan demi sebuah kepentingan. Yesus sendiri menggembalakan, memimpin, menuntun orang melalui pemberian diri total, pelayananan penuh kerendahan hati, tanpa skandal apalagi kemunafikan dan tipu daya.
Sabtu 27 Februari 2010
Kesepian dan Keterasingan
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yesaya 9:6)
Di sekitar kita begitu banyak orang yang lelah, capai dan lapar. Banyak orang lelah oleh beban kehidupan. Banyak orang lapar karena miskin tidak punya pekerjaan dan pengharapan. Banyak juga orang kaya yang serba kecukupan, berkelimpahan secara materi namun miskin kegembiraan dan kebahagiaan karena mereka mengalami kesepian dan keterasingan diri. Bisakah kita membagi perhatian dan kegembiraan kita kepada mereka yang miskin rohani?
Minggu 28 Februari 2010
(Nehemia 9:31)
Biarlah Tuhan yang Tahu
Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, karena Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang.
Yesus mengajak kita untuk menjadi orang yang rendah hati, walaupun karya kita besar, perbuatan kita pada orang lain juga baik, kita sering membantu orang, walaupun studi dan usaha kita sukses, tetapi tidak perlu semua orang tahu. Biarlah Tuhan yang tahu. Saya lebih senang melihat orang yang mau memberi beasiswa kepada orang yang tidak mampu, tanpa perlu diketahui banyak orang. Memberi bantuan sosial secara tersembunyi. Bapamu yang melihat tersembunyi akan membalaskan-Nya kepadamu.
By: Pdt.Maruasas S.P Nainggolan
-Sekhus Kadep Diakonia HKBP-
(maruasasnainggolan.blogspot.com)
peringatan-peringatan-Mu. (Mazmur 119:125)
Senin 01 Februari 2010
Bintang bagi Sesama
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)
Dalam sejarah kehidupan gereja, kita diharapkan menjadi bintang bagi sesama, dengan kelembutan dan kecemerlangan perilaku yang santun berhasrat, damai kita menjadi petunjuk bagi sesama. Setiap anak adalah bintang dalam keluarga, maka marilah kita didik bekali dengan penuh cinta kasih sayang, agar mampu menjadi berkat bagi sesama, membagi cinta kasih yang telah diterima dari keluarga, dan menjadi anggota gereja yang cemerlang.
Selasa 02 Februari 2010
Melawan Arus Dunia
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. (2 Timoteus 4:2)
Dalam hal prinsip Yesus tidak pernah kompromi. Bagi Yesus sikap terhadap Allah harus diutamakan dan bukan peraturan manusia. Sebagai seorang Kristiani, kita dipanggil untuk berani mengutamakan kasih Allah. Ada banyak kesempatan yang bisa digunakan untuk berbuat kasih. Dan kita harus melawan arus dunia yang selalu berlawanan dengan arus kasih Allah. Rasakanlah kehadiran Tuhan dan pancarkan kasih-Nya.
Rabu 03 Februari 2010
Membawa Harapan
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. (Yeremia 1:7)
Orang bijak pernah mengatakan,”Kemauan untuk sembuh adalah sebagian dari usaha penyembuhan”. Di sekitar kita begitu banyak orang yang sakit dan tidak berdaya, punya hatikah kita menjenguk, menghibur dan mendoakan mereka? Bukankah kita mempunyai kesempatan untuk membawa harapan dan menebarkan tekad yang kuat bagi mereka. Semoga kita dapat menjadi daya penyembuh bagi sesama sekitar kita.
Kamis 04 Februari 2010
Jawaban atas Undangan
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
(2 Timoteus 1:7-8)
Bayangkanlah saat ini, engkau sedang sibuk dengan pekerjaanmu dan tiba-tiba Yesus memanggilmu dan mengajak engkau untuk ikut bersama-Nya melayani orang-orang disekitarmu. Dia menunjukkan begitu banyak orang yang membutuhkan sapaanmu, hiburanmu, senyumanmu daan pertolonganmu. Dia menunggumu berkarya bersama-Nya. Berilah jawaban atas undangan-Nya itu.
Jumat 05 Februari 2010
Semangat Belarasa
Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan." (Keluaran 4:12)
Kekhasan orang Kristen tidak terletak pada aktivitas rajin ke gereja atau memakai kalung salib besar-besar, tiap minggu ziarah dan sebagainya. Melainkan terletak pada apakah orang tersebut memilki semangat belarasa terhadap sesamanya. Apakah kekuatan yang kita peroleh di gereja mengubah hati kita dan peduli bagi sesama. Pandanglah Yesus yang tergerak hati-Nya oleh belas kasihan.
Sabtu 06 Februari 2010
Dikucilkan dalam Penderitaan
"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10:16)
Pengikut Kristus di benci di mana-mana. Banyak pewarta Injil dibunuh dan disiksa di berbagai Negara. Marilah kita menjadi sumber kekuatan di tengah penderitaan hidup. Bila kita dibenci, dikucilkan, dicela, dan ditolak, itu adalah saat yang baik untuk kita bersatu.”Berbahagialah kamu jika karena Anak Manusia orang membenci kamu dan jika mereka mengucilkan kamu dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
Minggu 07 Februari 2010
Ingin jadi Bos
Dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. (Markus 10:44)
Setiap kali kita merasa hebat dan berhasil, sering kali kita terdorong untuk sombong. Kalau saja kita bisa dengan cepat berkata dalam hati, “aku bukan Mesias, aku ini hamba Tuhan”. Cukup gampang kita jatuh pada dosa kesombongan dan pada saat yang sama kerendahan hati pun sirna. Antusiasme, ambisi, kerap kali baik dan perlu. Tetapi tanpa kerendahan hati, tanpa pengenalan diri akan berubah menjadi ambang kehancuran.
Senin 08 Februari 2010
Rela untuk Peduli
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Amsal 3:5-6)
Di zaman kita sekarang, ada banyak Lazarus. Ada banyak orang miskin yang selalu menunggu di depan pintu gerbang kita. Ada jutaan Lazarus yang ditolak, dipinggirkan dan mati kelaparan. Artinya kita harus belajar dari si kaya yang tidak peduli selama hidupnya. Kita diajak untuk mau berbagi, memberikan hati dan sebagian harta kita kepada sesama. Bukan berapa banyak yang kita bagikan yang terpenting, melainkan seberapa besar kita rela untuk peduli bersimpati dan berempati.
Selasa 09 Februari 2010
Hidup tidak selalu Nyaman
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan. (Amsal 3:7)
Badai dan gelombang yang menghantam kapal ibarat masalah hidup yang sekonyong-konyong menerpa hidup. Kita sadar bahwa hidup ini tidak selalu nyaman. Badai hidup setiap saat bisa datang menghantam. Siapkah kita menghadapinya dalam keteguhan iman? Apakah kita memiliki iman pada saat krisis-krisis hidup terjadi? Sikap panik menghadapi badai kehidupan menunjukkan betapa lemahnya iman kita, membuat kita semakin mengalami kegelapan hidup.
Rabu 10 Februari 2010
Hanya dengan Bertobat
Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk. Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak. Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang. (Amsal 4:23-25)
Setiap orang ingin disembuhkan, dikuatkan dan diringankan dari segala beban dan penderitaan. Kita ingin sehat, gembira dan bahagia namun sering kita merasa berat untuk meninggalkan dosa-dosa kita atau kekurangan dan kelemahan kita. Hanya dengan bertobat kita akan mampu meninggalkan kelemahan, kekurangan dan dosa kita. Pada gilirannya pertobatan kita menjadikan kita bangkit dari keterpurukan kita. Jadilah lebih baik dari hari yang kemarin.
Kamis 11 Februari 2010
Pura-pura Lupa
Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.
(Amsal 4:26-27)
Banyak hal yang membuat kita tersesak , putus asa dan tidak menemukan jalan ke luar. Bahkan kita merasa bahwa Tuhan dan gereja tidak mampu menjawab kesulitan dan kebutuhan kita. Kita sering kali lupa dengan janji kita kepada Tuhan. Saat kita kesusahan dan kesulitan, kita sering membawa aneka janji kepada Tuhan, Tapi saat kita mendapatkannya kita serung lupa atau pura-pura lupa.
Jumat 12 Februari 2010
Merasakan Kekuatan Doa
Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya. (Yeremia 10:23)
Ambillah tempat yang sunyi sepi di pagi hari dan berdoalah. Pejamkan mata. Tarik nafas dalam-dalam, tahan sejenak dan hembuskan berlahan-lahan. Pandanglah dan rasakanlah Yesus yang hadir berdoa bersamamu, ikutilah cara Dia berdoa kepada Bapa dan bagiamana Ia menjadikan doa sebagai kekuatan-Nya setiap hari. Jadikanlah doa sebagai senjata menghadapi tantangan hidup.
Sabtu 13 Februari 2010
Menarik Setiap Hati
Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa. (1 Timoteus 3:13)
Orang ke gereja sudah mulai bosan dengan khotbah yang katanya monoton dan tidak sedikit yang mengatakan, “Ah teori”. Lalu apa relevansinya di zaman ini sekarang ini dengan pengajaran Yesus sebagai guru dan sebagai pemimpin? Setiap perkataan Yesus memiliki daya kekuatan untuk menarik setiap hati yang mendengarkan-Nya. Semua yang diucapkan-Nya sarat dengan makna dan mengajak setiap orang untuk berbuat sesuatu, baik dengan mengubah dirinya maupun orang lain.
Minggu 14 Februari 2010
Datang ketengah-tengah kita
Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya.
(1 Timoteus 3:1-4)
Putra Allah diutus untuk datang ke tengah-tengah kita, tapi kita dianiaya, disingkirkan dan dibunuh. Kita dipilih dan dipanggil Tuhan sebagai kepala keluarga untuk tekun menghidupi semangat ketaatan kepada kehendak Allah. Kita dipanggil untuk menebar kasih dan damai di tengah dunia. Kita dipanggil untuk terus mengembangkan nilai-nilai kehidupan dan kebahagiaan yang menyelamatkan dunia.
Senin 15 Februari 2010
Ragu karena tidak mampu
Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada. (Amsal 11:14)
Kita sering bimbang untuk memohon kepada Tuhan. Kadang kita ragu karena kita merasa mampu, kita merasa cukup berdaya untuk tidak melibatkan Tuhan. Namun sering juga kebimbangan kita muncul karena tidak percaya kepada Tuhan karena di dalam diri kita ada egoisme, keserakahan, kemarahan, kebencian dalam hidup kita. Ada zinah, ada ketidakjujuran, ada ketidaksetiaan dan bahkan pengkhianatan dalam kehidupan kita.
Selasa 16 Februari 2010
Mengolah Diri
Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. (Amsal 29:18)
Berpuasa adalah salah satu sarana untuk mengolah diri, mendekatkan hati dan mengarahkan hidup kepada Tuhan. Walaupun dalam agama pedoman dan peraturan itu ada puasa tidak dipaksakan dari luar.Puasa hendaknya menjadi kesadaran diri kita. Puasa bukan tidak makan dan minum. Puasa adalah pengosongan diri dari segala keinginan duniawi dan kecenderungan manusia untuk semakin dekat dengan Tuhan.
Rabu 17 Februari 2010
Tantangan itu Didikan
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota. (Amsal 16:32)
Hidup yang bermutu adalah hidup yang teruji. Tidak ada keberhasilan tanpa test-test kehidupan yang intens. Semakin besar tanggungjawab atau jabatan seseorang, semakin intens juga tantangan yang harus dihadapi. Tidak ada hidup yang mudah baik itu hidup seorang presiden ataupun hidup seorang buruh. Yang membedakan adalah cara orang menerima dan memahami hidup ini. Segala tantangan kehidupan adalah didikan Tuhan untuk kehidupan rohani yang lebih bermutu.
Kamis 18 Februari 2010
Membawa Kabar
Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (1 Korintus 16:13-14)
Melalui pengalaman hidup sehari-hari, kita diajak untuk berani bersaksi atas nama-Nya. Dalam setiap perjumpaan dengan orang lain. Yesus mengajak kita untuk berani membawa perutusan dari Bapa. Dia mengutus kita membawa kabar tentang Kerajaan Allah dengan bersikap ramah dan santun dalam perjumpaan dengan orang lain. Memberikan bantuan dan mendengarkan keluh kesah sesama.
Jumat 19 February 2010
Dosa hal yang biasa
Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar. (Ulangan 16:19)
Menyadari kedosaan dewasa adalah hal yang tidak mudah. Melakukan dosa berat seperti sudah menjadi hal yang biasa. Banyak orang tidak takut lagi untuk membunuh, mencuri, korupsi, mencelakakan orang lain. Manusia menganggap perbuatan dosa sebagai perbuatan yang normal. Akibatnya kejahatan semakin merajalela di mana-mana. Carilah seorang imam untuk berlutut dihadapannya untuk mohon pengampunan, dan mau mengampuni sesama dengan belas kasih.
Sabtu 20 Februari 2010
Orang yang Dikenang
Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. (Ibrani 13:7)
Hitler, pimpinan NAZI Jerman yang dianggap sebagai pencetus Perang Dunia II hidupnya berakhir tragis. Ia bunuh diri setelah membunuh kekasihnya. Orang akan mengenangnya sebagai seorang yang bengis, penjahat perang, pembantai jutawan nyawa orang Yahudi. Berbeda dengan Zakheus pemungut cukai, setelah bertemu dengan Yesus dia bertobat, ia mengembalikan tiga kali lipat uang rakyat yang pernah ia ambil dengan akal bulusnya. Akhirnya lelaki pendek itu menjadi murid setia Yesus.
Minggu 21 Februari 2010
Menempuh Resiko
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. (1 Timoteus 6:12)
Ke sarang serigala siap? Siapa mau. Orang cenderung senang kemapanan. Takut menjelajah dunia baru. Hanya mereka yang berani menempuh resiko dicatat dengan tinta mas oleh sejarah. Kemapanan sering membuat orang tidak percaya diri. Mendapat guncangan sedikit saja sudah teriak-teriak seolah kapal akan karam. Pada hal oleh Bapa kita sudah diberi berbagai anugerah. Namun tak pernah kita optimalkan. Serigala itu bisa menjadi domba, lawan bisa kawan, musuh bisa berubah jadi saudara.
Senin 22 Februari 2010
Kekayaan menjadi Berkat
Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. (Ibrani 13:8)
Apa gunanya kita memperoleh seluruh dunia, tetapi diri kita binasa? Kekayaan memang tidak membinasakan seseorang, tetapi bisa membuat orang kehilangan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian. Orang juga boleh mencari kekayaan semaksimal mungkin, tetapi kita jangan sampai kehilangan yang menjadi sumber hidup kita yaitu Yesus. Siapa yang memiliki dan mengimani Yesus, kekayaan akan menjadi berkat bagi diri dan sesama.
Selasa 23 Februari 2010
Campur Tangan Tuhan
Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah! (Mazmur 68:35-36)
Disaat kita sampai pada kesadaran menyesali dosa-dosa kita, kita kadang merasa bahwa diri kita tidak berarti lagi bagi sesama, apalagi dihadapan Allah. Kita lupa bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. Kepercayaan merupakan suatu hal yang hakiki bagi kita dalam berelasi dengan sesama kita. Bagaimana kita bisa percaya pada campur tangan Tuhan bila terhadap terhadap sesama kita saja tidak saling percaya?
Rabu 24 Februari 2010
Dengan Keheningan Batin
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (Matius 28:18)
Tuhan telah menunjukkan keajaiban dari setiap bagian tubuh kita, dari setiap keindahan dan kegagahan semesta akan setiap denyut jantung dan dengungan rohani kita. Masihkah kita meragukan keberadaan dan kehadiran Tuhan? Kejujuran dan kemurnian hati sangat diperlukan untuk mengimani kehadiran Tuhan. Kepercayaan akan rahmat Tuhan yang disertai dengan kejujuran dan keheningan batin membuat kita tidak akan menolak Tuhan dalam hidup kita.
Kamis 25 Februari 2010
Memberi Kesempatan
Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. (Kolose 2:10)
Tuhan telah memberi kesempatan hidup kepada kita untuk berkembang. Tuhan sangat mengasihi kita, sehingga Ia membiarkan kita untuk bertumbuh dan berkembang dengan segala keberadaan kita. Tuhan memberikan kita begitu banyak pilihan dalam hidup dan tergantung kepada kita untuk bertanggung jawab atas seluruh hidup kita. Pribadi yang bertanggungjawab adalah pribadi yang mau menggunakan kesempatan yang diberikan Allah dengan cara berbagi.
Jumat 26 Februari 2010
Pemberian diri Total
Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan. (Ibrani 3:6)
Yesus menganggap penting memperhatikan kesesuaian antara perkataan dan perbuatan antara yang luar dan dalam yang lahir dan batin. Yesus tahu tentang bahaya kepemimpinan yang bersifat NATO (no action talk only), yang tanpa moral, tanpa etika, yang penuh kepura-puraan, kemunafikan dengan motivasi untuk merebut simpati dan dukungan demi sebuah kepentingan. Yesus sendiri menggembalakan, memimpin, menuntun orang melalui pemberian diri total, pelayananan penuh kerendahan hati, tanpa skandal apalagi kemunafikan dan tipu daya.
Sabtu 27 Februari 2010
Kesepian dan Keterasingan
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yesaya 9:6)
Di sekitar kita begitu banyak orang yang lelah, capai dan lapar. Banyak orang lelah oleh beban kehidupan. Banyak orang lapar karena miskin tidak punya pekerjaan dan pengharapan. Banyak juga orang kaya yang serba kecukupan, berkelimpahan secara materi namun miskin kegembiraan dan kebahagiaan karena mereka mengalami kesepian dan keterasingan diri. Bisakah kita membagi perhatian dan kegembiraan kita kepada mereka yang miskin rohani?
Minggu 28 Februari 2010
(Nehemia 9:31)
Biarlah Tuhan yang Tahu
Tetapi karena kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, karena Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang.
Yesus mengajak kita untuk menjadi orang yang rendah hati, walaupun karya kita besar, perbuatan kita pada orang lain juga baik, kita sering membantu orang, walaupun studi dan usaha kita sukses, tetapi tidak perlu semua orang tahu. Biarlah Tuhan yang tahu. Saya lebih senang melihat orang yang mau memberi beasiswa kepada orang yang tidak mampu, tanpa perlu diketahui banyak orang. Memberi bantuan sosial secara tersembunyi. Bapamu yang melihat tersembunyi akan membalaskan-Nya kepadamu.
By: Pdt.Maruasas S.P Nainggolan
-Sekhus Kadep Diakonia HKBP-
(maruasasnainggolan.blogspot.com)
Kamis, 21 Januari 2010
Renungan Diakonia HKBP
Bias Cahaya Kehidupan
Januari 2010
“Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.”
(Mazmur 119:66)
Jumat 01 Januari 2010
Yang Dikehendaki Allah
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Efesus 4:16)
Mengucap syukur dalam segala hal, itulah yang dikehendaki Allah kepada kita di dalam Kristus Yesus. Tanda kedalaman iman seseorang terlihat dari seberapa banyak orang bersyukur atas segala karunia-Nya. Kadang Tuhan memberi kesulitan agar kita kuat. Kadang Tuhan meminta kita menunggu agar kita menjadi orang yang sabar. Kadang Tuhan membiarkan kita jatuh agar kita belajar bangun dengan penuh percaya diri. Apapun yang terjadi kita bersyukur atas segala karunia-Nya.
Sabtu 02 Januari 2010
Menunda berarti Sia-sia
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,
maka Aku pun bekerja juga."
(Yohanes 5:17)
Saudara yang terkasih sudah saatnya untuk bangun dan bangkit. Tekat, niat, ikrar dan janji untuk untuk hidup dalam cinta dan kebaikan sering tidak menjadi kenyataan. Kita lebih suka menunda-nunda. Janji bisa tinggal janji, ikrar mudah pudar dan niat hilang dengan cepat karena tidak segera dilakukan. Sekarang saat mengucapkan suatu keinginan adalah saat yang paling tepat untuk segera memulai. Menunda hanyalah cara untuk menjadikan semuanya bisa sia-sia.
Minggu 03 Januari 2010
Di Mulut dan Hati
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah
dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
(1 Korintus 3:16)
Firman Tuhan dekat dengan kita, yakni di dalam mulut dan di dalam hati. Tuhan bersama dengan kita. Marilah kita pakai mulut dan hati kita dengan sebaik-baiknya agar kemulian-Nya sampai kepada siapa saja melalui kita. Bukan hanya hati dan mulut, tetapi di seluruh Tubuh kita, Tuhan ada. Kita adalah Bait Allah, Roh Allah berdiam di dalam diri kita. Tuhan mengutus kita ke dunia ini, agar di mana pun kita berada tetap menjadi berkat bagi semua orang.
Senin 04 Januari 2010
Menabur akan Menuai
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7:24)
Barang siapa menabur akan menuai. Untuk setiap hal yang dilakukan manusia selalu ada pertanggungjawabannya. Segala hal yang baik maupun buruk yang dilakukan oleh manusia tiada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah. Karena itu berbahagialah mereka yang selalu berusaha berbuat baik, karena Tuhan akan memberikan karunia hidup kekal. Demikian juga sadarlah semua orang yang berbuat kejahatan sebelum Allah menjatuhkan hukuman atas kita.
Selasa 05 Januari 2010
Meneguhkan Hati Yang Lemah
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. (Matius 21:42)
Janganlah tiap-tiap orang memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Tidak seorangpun bisa hidup sendirian. Sebagai garam hendaknyalah kita lebih berasa. Sebagai ragi hendaknya kita memiliki mutu yang baik. Sebagai cahaya hendaknya kita semakin bersinar. Apa artinya kebaikan bila kita tidak sumbangkan. Apa artinya kelebihan bila kita tidak salurkan kepada sesama. Apa artinya kepandaian bila tidak kita pakai untuk kemajuan sesama. Apa artinya hikmat kebijaksanaan jika tidak meneguhkan hati yang lemah.
Rabu 06 Januari 2010
Pengharapan yang Dijanjikan
Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yesaya 28:16)
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah keyakinan. Orang disebut beriman kalau dia mempercayai apa yang menjadi keyakinannya. Iman seseorang mempengaruhi pola pikir dan cara bertindaknya. Iman itu menjadi pegangan dalam keyakinan akan hidup di masa depan dengan segala pengharapan yang dijanjikan termasuk untuk hal-hal yang tidak bisa diterangkan dengan akal pikiran.
Kamis 07 Januari 2010
Hati tanpa Kepalsuan
Dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka,
dan batu karang itu ialah Kristus. 1 Korintus 10:4
Hidup semakin baik dan berusaha menjadi suci harus dimiliki setiap orang yang ingin meraih kebahagian surgawi. Kebaikan dan kesucian itu hanya bisa diukur dengan hati nurani yang murni. Kesaksian hidup yang baik mengalir dari hati yang baik tanpa kepalsuan, kemunafikan dan kebohongan. Hati penuh duri hanya menyakiti dan melukai hati banyak orang. Dan kita memperolehnya dengan minum dari batu karang rohani yang adalah Yesus Kristus.
Jumat 08 Januari 2010
Kenakalan yang Ditolerir
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus
dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku
dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:18)
Dimanapun yang namanya anak nakal itu sudah umum. Tetapi kenakalan anak-anak dapat ditolerir karena ketidaktahuan mereka. Mereka nakal tetapi tidak pernah mendendam. Orang tua tidak pernah dikatakan nakal karena mereka sudah bisa mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya. Kenakalan orangtua mengarah pada kejahatan. Karena itu sebagai orangtua kita harus lebih hati-hati dalam apa saja terutama berani menjadi dewasa dalam bersikap, sepertu harapan Yesus kepada Petrus dalam perikop ini.
Sabtu 09 Januari 2010
Kasih yang Mengubah
Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Kisah Para Rasul 2:36)
Kasih Kristus mengubah dan membentuk kita melalui pencobaan-pencobaan dan pernderitaan-penderitaan yang terjadi dalam hidup kita, supaya kita menjadi indah dan kuat dalam menjalani kehidupan kita. Banyak yang membuat hati kita jengkel, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Janganlah mengeluh. Teriumalah itu sebagai rahmat dan anugerah Tuhan untuk menyucikan, menguduskan, dan memurnikan hidup kita. Betapa besar kasih Yesus kepada kita. Dia datang ke dunia hanya untuk menebus dosa kita. Dia memberikan seluruh hidupnya kepada kita dan memberikan Tubuh dan darah-Nya agar kita selamat.
Minggu 10 Januari 2010
Gila Hormat
Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
(Matius 12:50)
Janganlah sekali-kali kita gila hormat. Orang gila adalah orang yang tidak lagi memiliki kesadaran diri. Zaman ini banyak orang yang tidak menyadari akan banyaknya pengaruh yang membuat lupa diri. Semakin banyak orang memuja dirinya semakin banyak orang suka berbangga diri. Semakin banyak orang memuji dirinya semakin banyak orang menjadi tinggi hati. Kita harus ingat, bahwa Kerajaan Allah diperuntukkan bagi orang yang sederhana dan rendah hati.
Senin 11 Januari 2010
Fondasi yang Kuat
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)
Tuhan mengharapkan kita agar selalu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Fondasi yang kuat adalah landasan yang baik untuk suatu bangunan. Bangunan hidup kita bisa kuat, bila Kristus menjadi landasan hidup kita. Badai cobaan hidup ini tidak akan mampu menggoyahkan hidup kita bila Kristus selalu menjadi pegangan kita. Di dalam Dia kita teguh dan selalu berlimpah rasa syukur kita kepada-Nya.
Selasa 12 Januari 2010
Mumulai jauh lebih gampang
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Memulai jauh lebih gampang daripada mengakhiri, seorang pelayan sejati memiliki kemauan yang kuat untuk menyelesaikan segala pekerjaan sampai tuntas apapun resiko dan kesulitan yang dihadapi. Sebelum sampai titik akhir atau garis finis tidak dikenal kata menyerah. Berjuang dengan segala daya upaya, rela menderita dan sengsara berani mengorbankan nyawa demi Injil kasih karunia Allah adalah tekat kita semua. Karena kita yang sudah dipilihnya serupa dan segambar dengan-Nya.
Rabu 13 Januari 2010
Merindukan Tuhan
Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Lukas 2:49)
Yesus senang tinggal dalam hati yang merindukan Dia. Apalagi kalau hati kita bersih, tidak lekat dengan keinginan-keinginan duniawi dan segala bentuk dosa lainnya. Hati kita diciptakan untuk mencintai Tuhan dan untuk tempat Tuhan bertakhta. Tetapi dalam kenyataannya hati kita penuh dengan keinginan duniawi yang tidak mengarah kepada Tuhan. Tuhan sangat mengasihi kita, Dia ingin kita bahagia dan selamat. Setiap saat Dia menanti kedatangan kita dalam doa dan mengampuni dosa-dosa kita jika kita bertobat.
Kamis 14 Januari 2010
Turut Menderita
Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, (Ibrani 2:11)
Jika satu anggota menderita seharusnya semua angota harus turut menderita, sebaliknya jika satu anggota dihormati semuanya juga dihormati. Gereja sering menyebut dirinya “communion” atau persekutuan paguyuban. Di dalam gereja semangat bela rasa mesti selalu di kembangkan. Kegembiraan dan harapan duka dan kecemasan dunia adalah kegembiraan dan harapan duka dan kecemasan murid-murid Kristus juga. Jangan hanya diam dan tidak peduli ketika salah satu gereja HKBP kita di daerah Cinere tidak diijinkan berdiri oleh penduduk setempat.
Jumat 15 Januari 2010
Tidak akan Goyah
Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat -- firman TUHAN –
Aku akan menyembuhkan dia! (Yesaya 57:19)
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, tetaplah setia dan berdiri teguh, jangan goyah, dan tetaplah giat dalam pekerjaan Tuhan. Tidak ada kesulitan yang tidak bisa dipecahkan. Tidak ada rintangan yang tidak bisa diatasi. Tidak ada pertengkaran yang tidak bisa didamaikan. Setiap murid Kristus selalu optimis di dalam cara pandang hidupnya. Mantap tidak goyah, tetap dalam pendirian teguh hendaknya selalu dimiliki kita semua sebagi murid-murid Kristus.
Sabtu 16 Januari 2010
Hati perlu Dilatih
Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, (Filipi 3:20)
Janganlah hati kita dipenuhi dengan segala keinginan nafsu yang tidak terkontrol. Ingatlah hidup kita tidak hanya di dunia saja, masih ada hidup yang lebih membahagiakan yaitu hidup bersama Allah kelak di surga. Banyak cara iblis untuk membuat kita jatuh dalam dosa, namun Yesus mengalahkannya dan menyelamatkan kita. Datanglah pada Yesus maka kita akan diselamatkan. Hati kita perlu dilatih terus untuk mencintai Allah. Bila hati kita tidak terarah pada Allah, dia akan terarah pada materialistis.
Minggu 17 Januari 2010
Kecantikan akan Lenyap
Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (Yohanes 17:23)
Kecantikan dan keindahan akan lenyap tetapi kecantikan hati dan keindahan jiwa akan tetap abadi dihadapan Tuhan. Kita sama-sama berjuang untuk lebih sungguh-sungguh lebih mencintai Allah daripada mencintai dunia dan apapun yang kita miliki. Sebab selain Allah tidak ada yang membahagiakan dan memuaskan hati kita. Jangan menaruh harapan pada manusia, jangan pula bersandar pada kekayaan. Apabila hartamu bertambah janganlah hatimu lekat padanya. Hanya Tuhan saja sandaran hidup kita.
Senin 18 Januari 2010
Membangkitkan Semangat
Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu. (Efesus 4:4)
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan yang baik. Sebagaimana laut mengenal pasang surut, kondisi mental kita terkadang seperti itu. Oleh karena itu macam-macam hal kadang kita bersemangat, waktu lain kita merasa lowo. Untuk cepat bangkit rasanya seperti tidak mampu. Dalam saat-saat ketidakberdayaan itu kita sungguh membutuhkan orang lain untuk membantu menyemangati kita. Hal yang sama tentu juga dialami orang lain. Kepada sahabat, keluarga dan semua orang kita harus membangkitkan semangat mereka.
Selasa 19 Januari 2010
Mendatangkan Damai
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. (Roma 14:19)
Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dikatakan hari ini. Menunda-nunda pekerjaan baik adalah sahabat kemalasan. Penyakit itu juga sering kita alami. Bila ada teman yang berbuat kesalahan sebaiknya jangan menunda-nunda untuk mengingatkan. Semakin cepat tahu akan kesalahannya semakin cepat menemukan akar kesalahannya. Dari situ, untuk membuat perbaikan lebih mudah daripada sudah lewat cukup lama. Kesalahan seseorang hari ini lebih baik diberitahukan hari ini.
Rabu 20 Januari 2010
Gong yang Berkumandang
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. (1 Korintus 14:2)
Jangan lupa dengan Firman Tuhan yang mengatakan,”Sekalipun kita dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat tetapi jika kita tidak mempunyai kasih sama saja dengan gong yang berkumandang” Kasih adalah keutamaan pertama dalam hidup Kristiani. Dalam kasih ada pengorbanan, kerendahan hati, kesabaran, kelembutan. Kasih Tuhan Yesus mau mengorbankan diri-Nya sebagai tebusan atas dosa-dosa kita. Karena kasih kita diangkat sebagai Anak Allah.
Kamis 21 Januari 2010
Allah ada di mana-mana
Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua
adalah satu di dalam Kristus Yesus. (Galatia 3:28)
Tak seorangpun di antara kita dapat luput dari sakit hati dan rasa cemburu, bila ada orang di sekitar kita lebih dicintai dan lebih diberkati dengan kekayaan, bakat dan karunia lain. Ingatlah, semua yang kita miliki adalah milik Tuhan dan kita harus menggunakannya secara baik dan bertanggungjawab. Allah hadir di mana-mana, tetapi secara istimewa Dia hadir dalam hidup kita. Hati kita adalah kenisah Allah, bait Roh Kudus, tempat kediaman Allah. Karena itu jangan nodai hati kita dengan dosa.
Jumat 22 Januari 2010
Mengobarkan Karunia Allah
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. (Kisah Para Rasul 4:32)
Allah memperingatkan kita untuk mengobarkan karunia Allah yang ada pada kita terhadap semua orang. Setiap orang diberi karunia Allah yang berbeda-beda. Ada yang pintar berbicara ada yang mahir mengajar ada yang memiliki suara yang merdu ada yang pandai humor dan macam-macam karunia yang lain pada diri masing-masing orang. Karunia Tuhan itu sudah semestinya dikembangkan setiap orang agar bisa menjadi berkat bagi orang lain. Mengembangkan karunia yang dimiliki bisa menjadi tanda syukur kepada-Nya.
Sabtu 23 Januari 2010
Memotivasi Sesama
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh,
(Mazmur 1:1)
Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci yang hanya menambah kefasikan. Melalui lidah, kita bisa memuji kebesaran nama Tuhan. Sebaliknya melalui lidah juga, kita bisa mengumbar banyak kata yang menghina Tuhan dan merugikan sesama. Orang yang bijak tidak sembarangan bicara tetapi hati-hati dalan bertutur kata. Mari kita gunakan mulut dengan baik, dab berusaha memotivasi sesama kita agar selalu bersemangat di dalam perjuangan hidup ini.
Minggu 24 Januari 2010
Segenap Hati, Jiwa dan Kekuatan
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
(Ulangan 6:5)
Seorang Hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Semua orang Kristiani mengemban tugas untuk mewartakan kabar gembira. Namanya kabar gembira mesti diwartakan dengan penuh kegembiraan. Murah senyum ramah bersahabat, penuh cinta kasih, adalah cara sederhana memberi kesaksian dan menghayati kabar gembira dan mewartakan kepada yang lain. Tidak mungkin mewartakan kabar gembira dengan wajah yang cemberut.
Senin 25 Januari 2010
Berbuat yang Tidak Umum
Katamu: Pengajaranku murni, dan aku bersih di mata-Mu. (Ayub 11:4)
Kalau kamu di maki, berkatilah dia. Kalau kamu dianiaya, tetaplah sabarlah. Kalau kamu difitnah tetaplah jawab dengan ramah. Bila ada orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan itu pertanda bahwa orang itu belum mengenal Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh. Menjadi rasul Kristus berarti berani berbuat yang tidak umum dilakukan oleh kebanyakan orang, yang tetap mencintai meski dibenci, yang selalu mengampuni bila disakiti, yang terus mendoakan saat dikutuk, yang tetap melayani meski disingkirkan.
Selasa 26 Januari 2010
Berbalik dari Kesalahan
Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan
(Maleakhi 2:6)
Dari kesalahan kita bisa belajar kebenaran. Dari kegagalan kita bisa belajar keberhasilan. Kesalahan, kegagalan, kebenaran dan keberhasilan, kita bisa belajar untuk lebih arif dan bijaksana. Tuhan mendidik kita melalui pergulatan hidup kita sehari-hari. Tuhan ingin agar kita berani meninggalkan segala kejahatan dan mengembangkan segala kebaikan melalui hal-hal yang paling mendasar dalam hidup ini baik tentang keadilan maupun peribadatan.
Rabu 27 Januari 2010
Tangan-tangan Tuhan
Salah seorang imam yang telah mereka angkut dari Samaria ke dalam pembuangan pergi dan diam di Betel. Ia mengajarkan kepada mereka bagaimana seharusnya berbakti kepada TUHAN. (2 Raja-raja 17:28)
Kita adalah kawan sekerja Allah. Tuhan ingin agar kita hidup bahagia. Itulah pekerjaan Tuhan. Untuk sampai pada cita-cita itu Tuhan membutuhkan kesedian orang-orang yang mau membantu pekerjaan baik-Nya itu. Tuhan membutuhkan rasul dan murid yang siap diutus membagikan berkat kebaikan sesuai dengan talenta dan kemampuannya. Mari kita menjadi tangan-tangan Tuhan.
Kamis 28 Januari 2010
Salib bukan Hukuman
Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya
oleh penyataan Yesus Kristus. (Galatia 1:12)
Salib merupakan hukuman bagi orang yang berbuat kejahatan besar. Bila memacu pemahaman itu, orang memahami Yesus dihukum karena membuat kejahatan besar. Namun tidak begitu sebenarnya yang terjadi. Yesus setia pada perutusan Bapa hingga Dia rela menderita di salib sampai mati. Karena cinta kepada kita, Ia melakukan segalanya.Karena Salib Yesus kita diselamatkan. Di dalam salib kita memilki pengharapan akan kebangkitan.
Jumat 29 Januari 2010
Pengajaran yang Benar
Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. (1 Yohanes 2:27)
Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Kereta apai yang baik akan sampai ketempat tujuan bila melalui rel yang benar. Pelari yang mencuri start bisa terkena diskualifikasi. Orang yang mau hidup seenaknya dan tidak mau mematuhi peraturan bisa terkena sanksi. Segala tujuan yang baik perlu dilakukan dengan jalan yang baik pula. Meraih kebahagiaan kekal di surga harus diupayakan dengan tindakan perbuatan yang benar dan baik.
Sabtu 30 Januari 2010
Majikan yang Utama
Kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. (Kolose 1:2)
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian dia berkenan kepada komandannya. Pelayan yang baik adalah pelayan yang setia kepada majikannya. Majikan utama kita adalah Tuhan. Bila kita ingin berkenan kepada Tuhan sudah sepatutnya kita melakukan yang terbaik bagi-Nya dan berani mengesampingkan kepentingan-kepentingan pribadi kita. Tuhan ingin agar kita hidup penuh dengan cinta kasih.
Minggu 31 Januari 2010
Memikul Salib dengan Baik
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu,
berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
(Mazmur 128:1-6)
“Hidup adalah perjalanan yang harus diselesaikan”, begitulah sebuah tulisan yang pernah saya baca dalam sebuah buku. Alangkah lebih baik dan indahnya tulisan itu bila disambung dengan kata “dengan baik”. Pekerjaan yang kita hadapi bukan hanya kita kerjakan sampai selesai, tapi harus kita kerjakan sampai selesai dan dengan baik. Komitmen kita di dalam memegang iman dengan segala konsekuensinya termasuk memikul salib harus kita selesaikan dengan baik.
By: Pdt.Maruasas
Sekhus Kadep Diakonia
Januari 2010
“Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.”
(Mazmur 119:66)
Jumat 01 Januari 2010
Yang Dikehendaki Allah
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Efesus 4:16)
Mengucap syukur dalam segala hal, itulah yang dikehendaki Allah kepada kita di dalam Kristus Yesus. Tanda kedalaman iman seseorang terlihat dari seberapa banyak orang bersyukur atas segala karunia-Nya. Kadang Tuhan memberi kesulitan agar kita kuat. Kadang Tuhan meminta kita menunggu agar kita menjadi orang yang sabar. Kadang Tuhan membiarkan kita jatuh agar kita belajar bangun dengan penuh percaya diri. Apapun yang terjadi kita bersyukur atas segala karunia-Nya.
Sabtu 02 Januari 2010
Menunda berarti Sia-sia
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang,
maka Aku pun bekerja juga."
(Yohanes 5:17)
Saudara yang terkasih sudah saatnya untuk bangun dan bangkit. Tekat, niat, ikrar dan janji untuk untuk hidup dalam cinta dan kebaikan sering tidak menjadi kenyataan. Kita lebih suka menunda-nunda. Janji bisa tinggal janji, ikrar mudah pudar dan niat hilang dengan cepat karena tidak segera dilakukan. Sekarang saat mengucapkan suatu keinginan adalah saat yang paling tepat untuk segera memulai. Menunda hanyalah cara untuk menjadikan semuanya bisa sia-sia.
Minggu 03 Januari 2010
Di Mulut dan Hati
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah
dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
(1 Korintus 3:16)
Firman Tuhan dekat dengan kita, yakni di dalam mulut dan di dalam hati. Tuhan bersama dengan kita. Marilah kita pakai mulut dan hati kita dengan sebaik-baiknya agar kemulian-Nya sampai kepada siapa saja melalui kita. Bukan hanya hati dan mulut, tetapi di seluruh Tubuh kita, Tuhan ada. Kita adalah Bait Allah, Roh Allah berdiam di dalam diri kita. Tuhan mengutus kita ke dunia ini, agar di mana pun kita berada tetap menjadi berkat bagi semua orang.
Senin 04 Januari 2010
Menabur akan Menuai
Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (Matius 7:24)
Barang siapa menabur akan menuai. Untuk setiap hal yang dilakukan manusia selalu ada pertanggungjawabannya. Segala hal yang baik maupun buruk yang dilakukan oleh manusia tiada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah. Karena itu berbahagialah mereka yang selalu berusaha berbuat baik, karena Tuhan akan memberikan karunia hidup kekal. Demikian juga sadarlah semua orang yang berbuat kejahatan sebelum Allah menjatuhkan hukuman atas kita.
Selasa 05 Januari 2010
Meneguhkan Hati Yang Lemah
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. (Matius 21:42)
Janganlah tiap-tiap orang memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Tidak seorangpun bisa hidup sendirian. Sebagai garam hendaknyalah kita lebih berasa. Sebagai ragi hendaknya kita memiliki mutu yang baik. Sebagai cahaya hendaknya kita semakin bersinar. Apa artinya kebaikan bila kita tidak sumbangkan. Apa artinya kelebihan bila kita tidak salurkan kepada sesama. Apa artinya kepandaian bila tidak kita pakai untuk kemajuan sesama. Apa artinya hikmat kebijaksanaan jika tidak meneguhkan hati yang lemah.
Rabu 06 Januari 2010
Pengharapan yang Dijanjikan
Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! (Yesaya 28:16)
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah keyakinan. Orang disebut beriman kalau dia mempercayai apa yang menjadi keyakinannya. Iman seseorang mempengaruhi pola pikir dan cara bertindaknya. Iman itu menjadi pegangan dalam keyakinan akan hidup di masa depan dengan segala pengharapan yang dijanjikan termasuk untuk hal-hal yang tidak bisa diterangkan dengan akal pikiran.
Kamis 07 Januari 2010
Hati tanpa Kepalsuan
Dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka,
dan batu karang itu ialah Kristus. 1 Korintus 10:4
Hidup semakin baik dan berusaha menjadi suci harus dimiliki setiap orang yang ingin meraih kebahagian surgawi. Kebaikan dan kesucian itu hanya bisa diukur dengan hati nurani yang murni. Kesaksian hidup yang baik mengalir dari hati yang baik tanpa kepalsuan, kemunafikan dan kebohongan. Hati penuh duri hanya menyakiti dan melukai hati banyak orang. Dan kita memperolehnya dengan minum dari batu karang rohani yang adalah Yesus Kristus.
Jumat 08 Januari 2010
Kenakalan yang Ditolerir
Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus
dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku
dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:18)
Dimanapun yang namanya anak nakal itu sudah umum. Tetapi kenakalan anak-anak dapat ditolerir karena ketidaktahuan mereka. Mereka nakal tetapi tidak pernah mendendam. Orang tua tidak pernah dikatakan nakal karena mereka sudah bisa mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya. Kenakalan orangtua mengarah pada kejahatan. Karena itu sebagai orangtua kita harus lebih hati-hati dalam apa saja terutama berani menjadi dewasa dalam bersikap, sepertu harapan Yesus kepada Petrus dalam perikop ini.
Sabtu 09 Januari 2010
Kasih yang Mengubah
Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Kisah Para Rasul 2:36)
Kasih Kristus mengubah dan membentuk kita melalui pencobaan-pencobaan dan pernderitaan-penderitaan yang terjadi dalam hidup kita, supaya kita menjadi indah dan kuat dalam menjalani kehidupan kita. Banyak yang membuat hati kita jengkel, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Janganlah mengeluh. Teriumalah itu sebagai rahmat dan anugerah Tuhan untuk menyucikan, menguduskan, dan memurnikan hidup kita. Betapa besar kasih Yesus kepada kita. Dia datang ke dunia hanya untuk menebus dosa kita. Dia memberikan seluruh hidupnya kepada kita dan memberikan Tubuh dan darah-Nya agar kita selamat.
Minggu 10 Januari 2010
Gila Hormat
Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
(Matius 12:50)
Janganlah sekali-kali kita gila hormat. Orang gila adalah orang yang tidak lagi memiliki kesadaran diri. Zaman ini banyak orang yang tidak menyadari akan banyaknya pengaruh yang membuat lupa diri. Semakin banyak orang memuja dirinya semakin banyak orang suka berbangga diri. Semakin banyak orang memuji dirinya semakin banyak orang menjadi tinggi hati. Kita harus ingat, bahwa Kerajaan Allah diperuntukkan bagi orang yang sederhana dan rendah hati.
Senin 11 Januari 2010
Fondasi yang Kuat
Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2:5)
Tuhan mengharapkan kita agar selalu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Fondasi yang kuat adalah landasan yang baik untuk suatu bangunan. Bangunan hidup kita bisa kuat, bila Kristus menjadi landasan hidup kita. Badai cobaan hidup ini tidak akan mampu menggoyahkan hidup kita bila Kristus selalu menjadi pegangan kita. Di dalam Dia kita teguh dan selalu berlimpah rasa syukur kita kepada-Nya.
Selasa 12 Januari 2010
Mumulai jauh lebih gampang
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (Roma 8:29)
Memulai jauh lebih gampang daripada mengakhiri, seorang pelayan sejati memiliki kemauan yang kuat untuk menyelesaikan segala pekerjaan sampai tuntas apapun resiko dan kesulitan yang dihadapi. Sebelum sampai titik akhir atau garis finis tidak dikenal kata menyerah. Berjuang dengan segala daya upaya, rela menderita dan sengsara berani mengorbankan nyawa demi Injil kasih karunia Allah adalah tekat kita semua. Karena kita yang sudah dipilihnya serupa dan segambar dengan-Nya.
Rabu 13 Januari 2010
Merindukan Tuhan
Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" (Lukas 2:49)
Yesus senang tinggal dalam hati yang merindukan Dia. Apalagi kalau hati kita bersih, tidak lekat dengan keinginan-keinginan duniawi dan segala bentuk dosa lainnya. Hati kita diciptakan untuk mencintai Tuhan dan untuk tempat Tuhan bertakhta. Tetapi dalam kenyataannya hati kita penuh dengan keinginan duniawi yang tidak mengarah kepada Tuhan. Tuhan sangat mengasihi kita, Dia ingin kita bahagia dan selamat. Setiap saat Dia menanti kedatangan kita dalam doa dan mengampuni dosa-dosa kita jika kita bertobat.
Kamis 14 Januari 2010
Turut Menderita
Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, (Ibrani 2:11)
Jika satu anggota menderita seharusnya semua angota harus turut menderita, sebaliknya jika satu anggota dihormati semuanya juga dihormati. Gereja sering menyebut dirinya “communion” atau persekutuan paguyuban. Di dalam gereja semangat bela rasa mesti selalu di kembangkan. Kegembiraan dan harapan duka dan kecemasan dunia adalah kegembiraan dan harapan duka dan kecemasan murid-murid Kristus juga. Jangan hanya diam dan tidak peduli ketika salah satu gereja HKBP kita di daerah Cinere tidak diijinkan berdiri oleh penduduk setempat.
Jumat 15 Januari 2010
Tidak akan Goyah
Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat -- firman TUHAN –
Aku akan menyembuhkan dia! (Yesaya 57:19)
Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, tetaplah setia dan berdiri teguh, jangan goyah, dan tetaplah giat dalam pekerjaan Tuhan. Tidak ada kesulitan yang tidak bisa dipecahkan. Tidak ada rintangan yang tidak bisa diatasi. Tidak ada pertengkaran yang tidak bisa didamaikan. Setiap murid Kristus selalu optimis di dalam cara pandang hidupnya. Mantap tidak goyah, tetap dalam pendirian teguh hendaknya selalu dimiliki kita semua sebagi murid-murid Kristus.
Sabtu 16 Januari 2010
Hati perlu Dilatih
Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, (Filipi 3:20)
Janganlah hati kita dipenuhi dengan segala keinginan nafsu yang tidak terkontrol. Ingatlah hidup kita tidak hanya di dunia saja, masih ada hidup yang lebih membahagiakan yaitu hidup bersama Allah kelak di surga. Banyak cara iblis untuk membuat kita jatuh dalam dosa, namun Yesus mengalahkannya dan menyelamatkan kita. Datanglah pada Yesus maka kita akan diselamatkan. Hati kita perlu dilatih terus untuk mencintai Allah. Bila hati kita tidak terarah pada Allah, dia akan terarah pada materialistis.
Minggu 17 Januari 2010
Kecantikan akan Lenyap
Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (Yohanes 17:23)
Kecantikan dan keindahan akan lenyap tetapi kecantikan hati dan keindahan jiwa akan tetap abadi dihadapan Tuhan. Kita sama-sama berjuang untuk lebih sungguh-sungguh lebih mencintai Allah daripada mencintai dunia dan apapun yang kita miliki. Sebab selain Allah tidak ada yang membahagiakan dan memuaskan hati kita. Jangan menaruh harapan pada manusia, jangan pula bersandar pada kekayaan. Apabila hartamu bertambah janganlah hatimu lekat padanya. Hanya Tuhan saja sandaran hidup kita.
Senin 18 Januari 2010
Membangkitkan Semangat
Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu. (Efesus 4:4)
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan yang baik. Sebagaimana laut mengenal pasang surut, kondisi mental kita terkadang seperti itu. Oleh karena itu macam-macam hal kadang kita bersemangat, waktu lain kita merasa lowo. Untuk cepat bangkit rasanya seperti tidak mampu. Dalam saat-saat ketidakberdayaan itu kita sungguh membutuhkan orang lain untuk membantu menyemangati kita. Hal yang sama tentu juga dialami orang lain. Kepada sahabat, keluarga dan semua orang kita harus membangkitkan semangat mereka.
Selasa 19 Januari 2010
Mendatangkan Damai
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. (Roma 14:19)
Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dikatakan hari ini. Menunda-nunda pekerjaan baik adalah sahabat kemalasan. Penyakit itu juga sering kita alami. Bila ada teman yang berbuat kesalahan sebaiknya jangan menunda-nunda untuk mengingatkan. Semakin cepat tahu akan kesalahannya semakin cepat menemukan akar kesalahannya. Dari situ, untuk membuat perbaikan lebih mudah daripada sudah lewat cukup lama. Kesalahan seseorang hari ini lebih baik diberitahukan hari ini.
Rabu 20 Januari 2010
Gong yang Berkumandang
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. (1 Korintus 14:2)
Jangan lupa dengan Firman Tuhan yang mengatakan,”Sekalipun kita dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat tetapi jika kita tidak mempunyai kasih sama saja dengan gong yang berkumandang” Kasih adalah keutamaan pertama dalam hidup Kristiani. Dalam kasih ada pengorbanan, kerendahan hati, kesabaran, kelembutan. Kasih Tuhan Yesus mau mengorbankan diri-Nya sebagai tebusan atas dosa-dosa kita. Karena kasih kita diangkat sebagai Anak Allah.
Kamis 21 Januari 2010
Allah ada di mana-mana
Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua
adalah satu di dalam Kristus Yesus. (Galatia 3:28)
Tak seorangpun di antara kita dapat luput dari sakit hati dan rasa cemburu, bila ada orang di sekitar kita lebih dicintai dan lebih diberkati dengan kekayaan, bakat dan karunia lain. Ingatlah, semua yang kita miliki adalah milik Tuhan dan kita harus menggunakannya secara baik dan bertanggungjawab. Allah hadir di mana-mana, tetapi secara istimewa Dia hadir dalam hidup kita. Hati kita adalah kenisah Allah, bait Roh Kudus, tempat kediaman Allah. Karena itu jangan nodai hati kita dengan dosa.
Jumat 22 Januari 2010
Mengobarkan Karunia Allah
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. (Kisah Para Rasul 4:32)
Allah memperingatkan kita untuk mengobarkan karunia Allah yang ada pada kita terhadap semua orang. Setiap orang diberi karunia Allah yang berbeda-beda. Ada yang pintar berbicara ada yang mahir mengajar ada yang memiliki suara yang merdu ada yang pandai humor dan macam-macam karunia yang lain pada diri masing-masing orang. Karunia Tuhan itu sudah semestinya dikembangkan setiap orang agar bisa menjadi berkat bagi orang lain. Mengembangkan karunia yang dimiliki bisa menjadi tanda syukur kepada-Nya.
Sabtu 23 Januari 2010
Memotivasi Sesama
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh,
(Mazmur 1:1)
Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci yang hanya menambah kefasikan. Melalui lidah, kita bisa memuji kebesaran nama Tuhan. Sebaliknya melalui lidah juga, kita bisa mengumbar banyak kata yang menghina Tuhan dan merugikan sesama. Orang yang bijak tidak sembarangan bicara tetapi hati-hati dalan bertutur kata. Mari kita gunakan mulut dengan baik, dab berusaha memotivasi sesama kita agar selalu bersemangat di dalam perjuangan hidup ini.
Minggu 24 Januari 2010
Segenap Hati, Jiwa dan Kekuatan
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
(Ulangan 6:5)
Seorang Hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Semua orang Kristiani mengemban tugas untuk mewartakan kabar gembira. Namanya kabar gembira mesti diwartakan dengan penuh kegembiraan. Murah senyum ramah bersahabat, penuh cinta kasih, adalah cara sederhana memberi kesaksian dan menghayati kabar gembira dan mewartakan kepada yang lain. Tidak mungkin mewartakan kabar gembira dengan wajah yang cemberut.
Senin 25 Januari 2010
Berbuat yang Tidak Umum
Katamu: Pengajaranku murni, dan aku bersih di mata-Mu. (Ayub 11:4)
Kalau kamu di maki, berkatilah dia. Kalau kamu dianiaya, tetaplah sabarlah. Kalau kamu difitnah tetaplah jawab dengan ramah. Bila ada orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan itu pertanda bahwa orang itu belum mengenal Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh. Menjadi rasul Kristus berarti berani berbuat yang tidak umum dilakukan oleh kebanyakan orang, yang tetap mencintai meski dibenci, yang selalu mengampuni bila disakiti, yang terus mendoakan saat dikutuk, yang tetap melayani meski disingkirkan.
Selasa 26 Januari 2010
Berbalik dari Kesalahan
Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan
(Maleakhi 2:6)
Dari kesalahan kita bisa belajar kebenaran. Dari kegagalan kita bisa belajar keberhasilan. Kesalahan, kegagalan, kebenaran dan keberhasilan, kita bisa belajar untuk lebih arif dan bijaksana. Tuhan mendidik kita melalui pergulatan hidup kita sehari-hari. Tuhan ingin agar kita berani meninggalkan segala kejahatan dan mengembangkan segala kebaikan melalui hal-hal yang paling mendasar dalam hidup ini baik tentang keadilan maupun peribadatan.
Rabu 27 Januari 2010
Tangan-tangan Tuhan
Salah seorang imam yang telah mereka angkut dari Samaria ke dalam pembuangan pergi dan diam di Betel. Ia mengajarkan kepada mereka bagaimana seharusnya berbakti kepada TUHAN. (2 Raja-raja 17:28)
Kita adalah kawan sekerja Allah. Tuhan ingin agar kita hidup bahagia. Itulah pekerjaan Tuhan. Untuk sampai pada cita-cita itu Tuhan membutuhkan kesedian orang-orang yang mau membantu pekerjaan baik-Nya itu. Tuhan membutuhkan rasul dan murid yang siap diutus membagikan berkat kebaikan sesuai dengan talenta dan kemampuannya. Mari kita menjadi tangan-tangan Tuhan.
Kamis 28 Januari 2010
Salib bukan Hukuman
Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya
oleh penyataan Yesus Kristus. (Galatia 1:12)
Salib merupakan hukuman bagi orang yang berbuat kejahatan besar. Bila memacu pemahaman itu, orang memahami Yesus dihukum karena membuat kejahatan besar. Namun tidak begitu sebenarnya yang terjadi. Yesus setia pada perutusan Bapa hingga Dia rela menderita di salib sampai mati. Karena cinta kepada kita, Ia melakukan segalanya.Karena Salib Yesus kita diselamatkan. Di dalam salib kita memilki pengharapan akan kebangkitan.
Jumat 29 Januari 2010
Pengajaran yang Benar
Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. (1 Yohanes 2:27)
Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Kereta apai yang baik akan sampai ketempat tujuan bila melalui rel yang benar. Pelari yang mencuri start bisa terkena diskualifikasi. Orang yang mau hidup seenaknya dan tidak mau mematuhi peraturan bisa terkena sanksi. Segala tujuan yang baik perlu dilakukan dengan jalan yang baik pula. Meraih kebahagiaan kekal di surga harus diupayakan dengan tindakan perbuatan yang benar dan baik.
Sabtu 30 Januari 2010
Majikan yang Utama
Kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. (Kolose 1:2)
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian dia berkenan kepada komandannya. Pelayan yang baik adalah pelayan yang setia kepada majikannya. Majikan utama kita adalah Tuhan. Bila kita ingin berkenan kepada Tuhan sudah sepatutnya kita melakukan yang terbaik bagi-Nya dan berani mengesampingkan kepentingan-kepentingan pribadi kita. Tuhan ingin agar kita hidup penuh dengan cinta kasih.
Minggu 31 Januari 2010
Memikul Salib dengan Baik
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu,
berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
(Mazmur 128:1-6)
“Hidup adalah perjalanan yang harus diselesaikan”, begitulah sebuah tulisan yang pernah saya baca dalam sebuah buku. Alangkah lebih baik dan indahnya tulisan itu bila disambung dengan kata “dengan baik”. Pekerjaan yang kita hadapi bukan hanya kita kerjakan sampai selesai, tapi harus kita kerjakan sampai selesai dan dengan baik. Komitmen kita di dalam memegang iman dengan segala konsekuensinya termasuk memikul salib harus kita selesaikan dengan baik.
By: Pdt.Maruasas
Sekhus Kadep Diakonia
Kamis, 03 Desember 2009
"LAPORAN KEGIATAN DIAKONIA 2009"
LAPORAN KEGIATAN DIAKONIA 2009
oleh: Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt.Nelson Siregar
I.Pengantar
Puji syukur dan hormat kepada Tuhan Raja Gereja yang memberikan tahun 2009 ini menjadi Tahun Diakonia sebagai lanjutan dari tahun Koinonia dan tahun Marturia menjelang persiapan Jubileum HKBP 2011 yang akan datang. Kita juga bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan melindungi ( manangannangan ) Ephorus HKBP, Ompu boru, dan 2 orang anak asuhnya dari musibah pada waktu yang lalu.
Dalam arahan ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu, baik dalam kotbah awal tahun sebagaimana dapat dibaca dalam Almanak HKBP tahun 2009, maupun terlebih dalam kata sambutan buku panduan tahun diakonia HKBP dengan jelas menyatakan bahwa :“Kami percaya dan berharap buku panduan ini akan memandu kita, dari mulai jemaat lokal hingga tingkat Pusat HKBP dan semua unit pelayanan yang menjalankan program pelayanan diakonia dalam tahun Diakonia ini. Semua Program dalam tahun diakonia ini bukan untuk membawa HKBP berdiakonia untuk tahun ini saja, tetapi membawa HKBP untuk selamanya melakukan pelayanan Holistik, menjadi dewasa berkoinonia, bermarturia dan berdiakonia. HKBP menjadi gereja yang semakin hangat karena persekutuan. Gereja yang semakin berakar karena pemuridan. Gereja yang semakin kuat karena ibadah. Gereja yang semakin luas karena pelayanan. Gereja yang semakin bertumbuh karena evangelisasi”,(baca: buku panduan hal 4).
Dengan demikian gerakan pelayanan diakonia HKBP ke depan membutuhkan penataan yang serius secara holistik dalam kaitannya yang tidak terpisahkan dengan Koinonia dan Marturia. Juga perlu dijamin kesinambungan dan keberkelanjutan pelayanannya melalui upaya mewujudkan program diakonia yang dapat ditingkatkan, dikerjasamakan dengan unit pelayanan lainnya dan terbuka untuk diperbaharui sampai akhirnya HKBP dapat menjadi gereja yang inklusif, dialogis dan transparan, menjadi garam dan terang di tengah masyarakat, bangsa dan dunia.
Sepanjang satu tahun ini berbagai kegiatan tahun diakonia nampaknya telah banyak mewarnai pelayanan HKBP di semua aras kehidupan berjemaat dan bermasyarakat, baik dalam kehidupan jemaat dan pelayan di aras tiap-tiap huria, resort, distrik dan hatopan. Dari semua kegiatan itu tentu membutuhkan liputan kegiatan secara detail. Karena itu sangat diharapkan informasi dari setiap jemaat, resort yang dikordinasi di aras distrik, untuk kemudian dapat menjadi acuan, kajian kita bersama dan hatopan (departemen diakonia ) untuk pelayanan lanjutan ke depan.
Berhubung karena belum ada pertemuan antar kabid. diakonia dan Para Praeses se-HKBP untuk membagi urun kegiatan pelayanan yang dilakukan baik sesuai acuan buku panduan dan atau barangkali berbagai kegiatan temuan yang diunggulkan oleh masing-masing distrik, maka dalam informasi ini kami hanya dapat urun informasi sebatas yang dapat disampaikan, itupun sepintas saja dari yang turut kami saksikan dan dihadiri oleh Ephorus, pimpinan HKBP dan oleh kami dari departemen diakonia saja, serta beberapa informasi yang kami liput dari informasi para Praeses dan Pendeta resort atau jemaat yang kami lakukan secara beraturan melalui sms.
Sistematika informasi ini dapat diurai dengan poin yang perlu diketengahkan, yakni meliputi kegiatan :
1. Pencanangan tahun diakonia,
2. Sosialisasi tahun diakonia di berbagai distrik dan wilayah
3. Partisipasi unit pelayanan diakonia merayakan tahun diakonia
4. Beberapa catatan indikator capaian target tahun diakonia sesuai buku panduan.
5. Proposal tindak lanjut
6. Penutup
II. Pencanangan Tahun Diakonia
Seyogianya pencanangan tahun diakonia diharapkan dapat disesuaikan dengan jadwal perayaan Jubileum 175 tahun Nommensen pada tanggal 15 Februari 2009 . Karena berbagai pertimbangan dari Panitia tahun diakonia yang dibentuk oleh Ompui Ephorus HKBP yang diketuai oleh Dr. R.E. Nainggolan, maka ahirnya diundur menjadi tanggal 19 April 2009. Pencanangan tahun diakonia ini dipimpin oleh Ompui Ephorus HKBP dihadiri oleh dua orang cicit Nommensen yang diadakan di Hall T.D. Pardede Medan.
Dalam menyambut perayaan pencanangan tahun diakonia telah dilakukan beberapa kegiatan yang penting. Pertama, untuk memperingati Jubileum 175 tahun DR. I.L. Nommensen dalam tahun ini tetap dilakukan dengan memberi kegiatan terhadap pemuda HKBP untuk melakukan Napak Tilas. Ephorus HKBP, selain telah menentukan Panitia Pusat juga telah diberi kesempatan pada warga HKBP dari Jakarta untuk turut memfasilitasi kegiatan Napak Tilas ini, yakni yang berhimpun dalam lembaga Gema Kryasa yang dipimpin oleh bapak Ir. Hendriks Silitonga.
Ada 4 kelompok Napak Tilas yang ditetapkan yang berlangsung dari tanggal 4-5 Februari 2009 dan pembagian itu disesuaikan dengan komitmen mengikuti jalur perjalanan Nommensen.
1.Kontingen dari arah Barus berjalan kaki menuju Tarutung melalui jalur jalan raya Sibolga, Lobu Pining dan terahir di Pearaja. Kontingen Napak Tilas ini diikuti 50 orang pemuda inti yang dipilih oleh panitia dari berbagai distrik, STT dan sekolah Diakones, Bibelvrow. Kemudian ratusan pemuda/i distrik Sibolga disetiap resort menyambut dan mengantarkannya mereka silih berganti. Praeses Distrik Sibolga dan Distrik Silindung sangat berperan aktif untuk memfasilitasi perjalanan Napak Tilas ini. Mereka diterima oleh Praeses Silindung dan pimpinan HKBP di Pearaja Tarutung.
2.Kontingen dari arah Sipirok ke Pearaja melalui perjalanan Napak Tilas Parausorat, Bungabondar, Sipirok, Sarula, Pearaja. Kontingen ini juga diiukuti 50 orang pemuda inti dari berbagai distrik dan unit parsamean HKBP. Napak Tilas ini diikuti oleh Praeses Tapsel dan disambut di Tarutung oleh Pimpinan HKBP dan Praeses Distrik Silindung.
3.Kontingen dari arah Samosir ke Pearaja, Melalui jalur Pangururan, menyeberang ke Muara dan berjalan kaki sampai ke Pearaja. Napak Tilas secara meriah diikuti oleh Bupati Samosir beserta seluruh jajarannya dan Praeses serta para Pendeta distrik Samosir. Seperti yang lain juga di beberapa resort selalu dijemput dan diantar oleh muda mudi gereja setempat sampai ahirnya dilepas pemuda inti tim napak tilas dari Nainggolan ke Muara. Di Muara, Praeses, para Pendeta dan pemuda/i distrik Humbang Habinsaran menerima kontingen tersebut dan menghantar mereka sampai ke pearaja.
4.Kontingen dari arah Sigumpar ke Pearaja melalui jalur Balige –Siborongborong. Kontingen ini diberangkatkan oleh Praeses distrik Toba dan disambut juga oleh distrik Toba hasundutan dan distrik Humbang Habinsaran.
Tanggal 5 Februari 2009 sore hari seluruh peserta diterima Panitia bersama dengan Pimpinan HKBP di Pearaja. Selain masing-masing kontingen menyampaikan berbagai kesan dan pesan, keluhan serta hal-hal yang menggugah hati, mereka juga akhirnya tiba pada suatu kesimpulan, bahwa medan pelayanan yang dilalui para Missionar dapat dibayangkan pasti jauh dan lebih berat. Namun juga disadari bahwa masalah kemiskinan dan keterbelakangan serta kebodohan tetap masih menjadi tugas berat yang harus dilayani oleh gereja HKBP sampai sekarang. Kegiatan ini dilanjutkan dengan ibadah perayaan bersama dan melakukan perjalanan kembali dari gereja Huta Dame menuju lapangan stadion Tarutung. Tanggal 6 Februari 2009 kembali diadakan kebaktian raya pemuda di Sipoholon yang diawali dengan penanaman pohon. .
Kedua, selain dari napak tilas ini Panitia Pencanangan tahun diakonia yang diketuai oleh Dr. R.E Nainggolan ini juga telah mengadakan aneka kegiatan lainnya, yakni :
1.Dalam rangka memeriahkan pencanangan tahun diakonia, Panitia telah melakukan sosialisasi program mereka ke distrik-distrik HKBP di Sumatera Utara.
2.Tanggal 16 April telah diadakan seminar sehari yang mengundang seluruh tokoh gereja dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara (communio sanctorum ) yang key note speaker pada seminar sehari itu adalah Ephorus HKBP. Turut pembicara diundang Bapak Gubernur Sumatera Utara dan pembicara lainnya. Ada beberapa catatan yang diharapkan dapat diwujudkan warga dan gereja HKBP ke depan, yakni perlunya seluruh warga HKBP turut aktif mempersiapkan diri mewujudkan lingkungan pargodungan gereja yang teduh, nyaman dan memulihkan kembali konsep pargodungan yang sudah digagas Nommensen. Sehingga di mana ada gereja di situ ada sekolah, ada klinik, ada percontohan inspirasi pembaharuan terhadap jemaat, ada program untuk menanam pohon agar pekarangan gereja menjadi rujukan tempat yang teduh dan disenangi masyarakat. Tentu kajian ini dapat disesuaikan dengan konteks masing-masing gereja. Juga diharapkan ke depan bahwa warga jemaat HKBP dapat diajak turut serta mempersiapkan diri memasuki dan paska Jubileum 150 tahun HKBP, sehingga terwujud kenyataan gereja HKBP menjadi gereja yang inklusif, transparan dan dialogis sesuai dengan visi HKBP.
3.Tanggal 17 telah diadakan secara serentak di seluruh gereja HKBP di Distrik Medan dan secara simbolis telah diadakan penanaman pohon oleh pimpinan HKBP, Panitia pencanangan tahun diakonia serta para Praeses di kompleks Universitas HKBP Nommensen.
4.Selama bulan Maret dan April 2009, Panitia pencanangan Tahun diakonia telah mengadakan pengobatan gratis kurang lebih 3 kali di 3 wilayah di Medan dan sekitarnya, kepada jemaat HKBP dan seluruh warga masyarakat yang tertarik untuk itu. Pelayanan ini melibatkan para dokter HKBP yang diketuai oleh Dr. Bettin Marpaung. Selain pengobatan gratis juga diadakan kegiatan donor darah.
5.Pada tanggal 18 April juga telah diadakan festival koor pilihan lagu mars tahun Diakonia yang dikarang oleh Bapak Nortir Simanungkalit yang diselenggarakan di Hall T.D.Pardede Medan.
6.Dapat ditambahkan bahwa segera seusai pesta perayaan pencanangan Tahun diakonia, Panitia juga sudah melakukan acara pembubaran tanggal 26 Mei 2009 di gedung serbaguna Gereja HKBP Jl. Sudirman, sekaligus menyerahkan sisa hasil perayaan ke Kantor Pusat sebesar Rp. 300.000.000,- (terbilang: tiga ratus juta rupiah)
III. Sosialisasi Tahun Diakonia
Setelah buku panduan disusun dan untuk mensosialisasikannya, maka berbagai dinamika telah terjadi. Pada saat rapat Praeses di Tretes telah diadakan upaya penjelasan dan pemantapan kepada para Praeses, dengan demikian diharapkan sosialisasi telah dapat ditularkan di masing-masing distrik. Sejak digulirkannya buku panduan di awal Januari 2009 hampir semua distrik telah menerima dan melakukan sosialisasi tahun diakonia, baik dengan cara menghadirkan Ephorus HKBP serta pimpinan lainnya , maupun atas inisiatif masing-masing praeses mengundang tokoh warga jemaat dan pembicara lainnya.
Ada juga distrik yang memadukan sosialisasi tahun diakonia, sekaligus disambung dengan peresmian beberapa kegiatan konkrit diakonia serta pelantikan beberapa pengurus tahun diakonia dan proyek khusus . Ada juga distrik selain melakukan sosialisasi dilanjutkan juga dengan Pesta Perayaan tahun diakonia bekerjasama dengan Pemda setempat.
Selain di aras distrik juga beberapa Praeses telah menggagas kesempatan sosialisasi tahun diakonia di berbagai wilayah seperti di Lampung, Bengkulu, dll. Di beberapa distrik juga ada berbagai resort yang melakukan sosialisasi dengan mengundang Praeses bersama dengan kadep diakonia.
Dinamika sosialisasi ini dilakukan beberapa Praeses dengan menyesuaikan jadwal perayaan awal tahun/bona taon , ada sesuai Rapat awal tahunan , ada juga dengan jadwal ketika Rapat Pendeta , bahkan ada pula dilakukan ketika sermon, seminar bersama dengan para Penatua gereja . Seluruh dinamika tersebut telah menghasilkan aneka capaian target, baik sesuai dengan anjuran buku panduan, maupun sebahagian ada temuan program baru yang muncul dari pergumulan masing-masing distrik dan resort. .
Di beberapa distrik bahkan sudah ada pula evaluasi dan rencana pemaantapan pelayanan diakonia berkelanjutan, di Sinode distrik, baik bagi para pelayan maupun juga kepada para Penatua gereja. Diharapkan dari informasi dan sharing masing-masing distrik dapat memperkaya informasi keseluruhan dinamika tahun diakonia ini. Itu sebabnya informasi ini masih perlu menunggu hasil pertemuan seluruh Kabid Diakonia dan Para Praeses diakhir bulan Nopember ini.
Selain sosialisasi di Distrik dan resort, juga telah diadakan sosialisasi di unit parsamean dan unit pelayanan diakonia lainnya. Sehingga semua lembaga parsamean, dan unit pelayanan diakonia diharapkan turut mendorong upaya-upaya memotivasi dan membangkitkan semangat baru gereja HKBP untuk berdiakonia mensenjahterakan jemaat dan masyarakat. Itu sebabnya ada juga kegiatan unit lembaga parsamean melakukan aksi pembersihan kota seperti Sikola Bibelvrow Laguboti tanggal 2 oktober 2009.
Untuk menunjang agar pemberitaan tentang pelayanan tahun diakonia dapat terdokumentasi dengan baik dan beritanya dapat dideseminasi ke jemaat melalui media elektronik dan media tulisan, maka departemen diakonia bekerjsama dengan Suara HKBP Jakarta telah mengadakan pelatihan ke para pelayan yang diutus distrik pada tanggal 12-15 Augustus di Parapat.
Departemen diakonia juga telah mensosialisasikan makna tahun diakonia HKBP dalam pertemuan lokakarya nasional diakonia dan kemiskinan se Indonesia yang diadakan di Metro Lampung pada tanggal 22-28 Juni 2009. Serta di aras Internasional menyampaikan topik bagaimana HKBP merespon masalah kemiskinan regional yang diadakan di Ethiopia dari tanggal 9-18 Oktober 2008.
IV.Partisipasi unit pelayanan departemen diakonia dan kerjasama dengan departemen Koinonia dan marturia
Sesuai pelayanan diakonia ada 5 unit pelayanan di lingkungan departemen diakonia yang turut aktif mensosialisasikan dan berpartisipasi agar thema dan motto tahun diakonia dapat dipahami dan dikembangkan di gereja kita.
1.Bidang Pendidikan yang diselenggarakan oleh BPP. Ada 4 program yang sudah dilakukan oleh BPP. Pertama, telah diadakan penyaluran 7 unit motor perpustakaan keliling, yang dari informasinya telah berlangsung dengan dinamis di 7 distrik. Kedua, telah diadakan latihan peningkatan mutu managemen para direktur sekolah se-HKBP. Ketiga, telah diadakan motivasi dan sosialisasi PAUD sesuai dengan program Pemerintah yang berlaku untuk negeri dan swasta di Indonesia di tiga wilayah, yakni di Sumatera Utara, Jakarta dan Distrik Riau-Jambi dan Tapsel. Keempat, telah diadakan konsultasi para lembaga pendidikan di HKBP, dengan mengundang berbagai dewan pendidikan sekolah, yayasan pendidikan di HKBP dan 23 sekolah asuhan Kantor Pusat di Sipoholon pada tanggal 22-24 September 2009. Diharapkan dari hasil konsultasi tersebut dapat terwujud adanya managemen terpadu untuk seluruh sekolah HKBP, baik kelembagaan, terlebih mutu, standarisasi dan kualifikasi sekolah HKBP. Akreditasi masing-masing sekolah sudah saatnya dibenahi. Kelima, juga oleh BPP telah dibangun sekolah TK di Pematangsiantar sebagai pusat percontohan dan menjadi pusat latihan guru-guru TK HKBP. Keenam, juga telah diadakan rekruitmen ketenagaan untuk mendukung sekolah Zending di Pulau Rupat.
2.Unit pelayanan Biro Caritas Emergency telah mengembangkan berbagai jenis ketrampilan bagi anak-anak Elim. Demikian juga telah mengembangkan model pertanian terpadu di Hepata. Selain itu di unit ini juga sudah sedang dikembangkan konsep pelayanan baru terhadap Lansia. Tanggal 17 April 2009 telah diadakan konsultasi kepedulian merespon masalah kehidupan kaum Lansia di Pematangsiantar. Selain itu CE sudah melakukan tugas pelayanannya untuk merespon masalah bencana kebakaran di Lawe Sigalagala,distrik Tanah Alas. Member sembako untuk jemaat korban banjir di Sei Naetek, distrik Aslab. Juga secara khusus telah turut melayani korban gempa bumi di Padang sampai sekarang . CE diharapkan ke depan dapat membentuk unit khusus pelayanan penanganan korban bencana alam. Karena itu lembaga ini juga perlu diberdayakan untuk membangun infrastruktur ketenagaan, baik untuk tim penyaluran sembako, juga bekerjasama dengan tim medis, tim trauma healing dan tim mengembangkan pelayanan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai kebutuhan. Sehingga kehadiran HKBP sesuai kemungkinan tidak hanya dalam kondisi darurat, tapi jika memungkinkan sebagai misi pelayanan berkelanjutan. Dari yang terdaftar di Padang untuk dilayani kebutuhan Sembako sampai Desember tercatat 707 kk warga jemaat HKBP dan Kristen serta kurang lebih 400 kk warga Muslim yang kebetulan berdekatan dengan jemaat di Gunung Tigo. Dalam kaitan lembaga Peduli Kasih Aceh turut ambil bagian untuk need assessment dan menggalang bantuan asing untuk membantu pengadaan sembako bagi warga korban bencana. Bantuan sembako ini perlu dilakukan mengingat kondisi lapangan kerja warga yang rata-rata pedagang mengalami kesulitan menagih hutang dari nasabah.
3.Unit pelayanan Pengembangan Masyarakat telah mengadakan berbagai pelatihan pertanian dan peternakan baik kepada para pelayan, maupun kepada warga jemaat. Selain pada tahun ini tetap dilakukan koordinasi memantapkan dan membenahi CUM yang ada ( sudah ada 21 Distrik yang mendirikan CUM ), juga patut disyukuri bahwa inisiatif beberapa distrik dan bahkan wilayah telah merespon perlunya memahami dan karena itu mensosiliasasi gerakan ekonomi yang mensejahterakan jemaat dan masyarakat atau CUM. Sehingga pada tahun ini ada beberapa CUM yang berdiri dan sedang dalam kebangkitan menjalankannya.
Karena demikian pesatnya perkembangan permintaan untuk mendirikan CUM ini, maka pada tahun ini juga sudah dikembangkan diskusi antar manager CUM untuk memikirkan perlunya Badan Koordinasi CU dan CUM. Dan untuk menopang keberlanjutan sumber daya manusia dan pengembangan managemennya, maka pada tahun ini tetap juga diadakan pelatihan terhadap para calon manager, ada 3 angkatan dilakukan . Juga pada tahun ini sudah ada beberapa CUM yang menyelenggarakan RATnya (Rapat Anggota Tahunan) . Kini diperhitungkan sudah ada kurang 15 miliar dana CUM yang disalurkan kepada anggota-anggotanya diseluruh HKBP. Patut pula disyukuri adanya kemampuan CUM Distrik Jambi untuk memikirkan perlunya pusat pembinaan generasi muda dengan membeli lahan 7.5 Ha. Selain CUM juga di unit ini telah dilakukan 3 kali latihan pertanian bagi para pelayan di Berastagi, sekaligus orientasi terhadap peternakan lembu, tanggal 11-13 Maret, 28-30 April, tanggal 28-30 mei 2009. Juga telah dikirim 7 orang pelayan untuk belajar khusus peternakan sapi perah ke Malang tanggal 20-28 April. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan jemaat HKBP Malang mengingat wilayah pedesaan di malang yang sudah surplus menyediakan susu untuk anak-anak pedesaan, bahkan pemerintah Kodya malang telah berhasil memasukkan pengadaan susu untuk anak dari APBDnya. Juga di unit pelayanan ini sudah dilakukan percakapan tentang konsep bantuan rumah murah dari lembaga Habitat for humanity.
4.Unit pelayanan kesehatan. Sudah terbentuk yayasan Kesehatan HKBP dan dengan demikian sudah ada program yang diharapkan dapat memajukan pelayanan kesehatan medis HKBP ke depan. Namun juga patut didukung inisiatif Jawa Kalimantan yang berupaya menghimpun para Dokter dan pelayan medis lainnya untuk membentuk lembaga PETEKES, (Persatuan Tenaga Kesehatan HKBP) dan secara operasional telah melakukan pelayanan medis rutin, terlebih ke jemaat dan masyarakat pinggiran kota Jakarta wilayah pelayanan Distrik Jawa Kalimantan. Selain itu juga perlu semakin diintensifkan kegiatan pengobatan gratis yang digagas di beberapa distrik di HKBP seperti di Distrik Medan Aceh, Distrik Jakarta 2, dsb.
5.Unit merespon masalah-masalah kemasyarakatan. Pelayanan komite HIV Aids tetap melakukan program penyadaran ke sekolah-sekolah di Tapanuli, mengkordinasi kegiatan medis terhadap korban HIV Aids di Balige, pelatihan pemerhati HIV Aids yang diadakan komite HIV Aids di Hotel Siantar Parapat tanggal 26-28 Maret 2009. Juga komite ini telah mengadakan program kerjasama dengan komite HIV Aids distrik. Di unit ini juga sudah aktip dilakukan sosialisasi penanaman sejuta pohon. Program ini dikerjasamakan dengan kepala dinas kehutanan wilayah Sumatra Utara. Dalam bulan Desember yang akan datang kembali dapat diserahkan bantuan bibit pohon sebanyak 200 ribu lagi. Selain itu karena berbagai masalah penutupan gereja, tidak banyak yang dapat dialakukan selain hanya melakukan beberapa kali perkunjungan penguatan iman jemaat ke gereja yang dirusak massa atau dilarang dibangun oleh masyarakat Moslem sebagai konsekuensi SK 2 Menteri ( Meteri Agama dan Menteri Dalam Negeri ) tentang pembangunan rumah Ibadah. Itu terjadi seperti di gereja HKBP Sarolangon , Distrik Jambi, gereja HKBP Simpang Murani, Dumai, Distrik Riau. Demikian juga Gereja HKBP Parung Panjang Resort Petukangan, gerej Bekasi, berbagai gereja di wilayah Bandung dan gereja yang dilarang melanjutkan pembangunan seperti di gereja Binjai Kota, Cinere. Patut disyukuri adanya advokasi dari distrik seperti Jawa Kalimantan dan Jakarta 2 yang aktif turut membela perjuangan hak jemaat untuk mendirikan gereja. Pada kesempatan ini tim bantuan hukum di Distrik Jawa kalimantan dan Distrik Jakarta II, sangat membantu dan sudah berhasil membela izin bangunan gereja seperti Cinere. Ke depan barangkali tim advokasi ini perlu ditingkatkan kualifikasinya untuk mendampingi seluruh gereja HKBP yang bermasalah untuk mengurus izin bangunan, lobby, dsb. Inventarisasi gereja yang mengalami kasus yang demikian dan advokasi maksimal belum dapat dilakukan secara terpadu. Tapi dari pertemuan dengan jemaat ini, solidaritas dalam bentuk bantuan moral dan material sangat dibutuhkan juga ke depan. Dalam kaitan perkembangan demokrasi yang nampaknya masih diskriminatip ini, patut juga disyukuri adanya minat HKBP untuk menyelenggarakan percakapan teologis seputar hubungan gereja dan negara sebagaimana dilakukan oleh Distrik Silindung yang dibicarakan dalam konteks pemantapan tahun diakonia, tanggal 16 Juni 2009 di Hotel Panesa, Ambarita. Tema yang sama juga dibahas pada rapat Pendeta Distrik Humbang di Samosir tanggal 2 Juli 2009 dan pada rapat Pendeta Distrik Toba di Sapadia Parapat serta pada rapat Pendeta Distrik Riau di Pekanbaru tanggal 15 Juli 2009. Selain itu di bidang ini juga sedang dirintis pelayanan Pastoral ke Lembaga Pemasyarakatan di Siborongborong bekerjasama dengan Distrik Humbang Habinsaran.
V.Capaian target sesuai acuan buku panduan dan hal baru yang dikembangkan distrik dan resort
Pada umumnya target belum bisa sepenuhnya dicapai, namun tanda-tanda untuk mewujudkannya ke depan menjadi sangat terbuka. Tercatat ada beberapa PAUD (penitipan bayi, play group, kursus intensif untuk anak-anak sikola minggu dan TK) yang telah didirikan di berbagai distrik . Ada banyak komisi beasiswa yang terbentuk. Ada 7 distrik yang telah mewujudkan perpustakaan bekerjasama dengan BPP HKBP. Hampir setiap distrik sudah melakukan program penanaman pohon, dicatat kurang lebih 500 ribu pohon telah tertanam. Yang menarik dari program penanaman pohon ini agaknya telah menjadi kebiasaan pesta gereja saat ini di berbagai distrik untuk mengintegrasikan kampanye penanaman pohon, baik di kompleks gereja maupun di kompleks unit pelayanan diakonia dengan menanam pohon tanaman produktif. Ada beberapa distrik yang sudah mengembangkan industri rumah tangga dan jahit menjahit. Bahkan untuk memeriahkan pencanangan tahun diakonia Distrik Jakarta 2 sengaja Ibu Ephorus diundang untuk mempertunjukkan kebolehan menjahit. Berbagai distrik sudah mengadakan pengobatan gratis ke berbagai kalangan masyarakat, bahkan ada beberapa distrik yang menganggas berdirinya klinik rumah sakit seperti distrik Jawa Kalimantan. Ada beberapa distrik yang sudah menseminarkan pentingnya gereja HKBP mengembangkan kepedulian terhadap lansia, seperti Distrik Sumatera Timur, Tebing, Aslab dan Tanah Jawa. Juga sudah ada beberapa gereja yang tertarik untuk mendirikan center pembinaan untuk generasi muda. Selain itu ada satu program unggulan yang terjadi di tahun diakonia ini, yakni munculnya animo distrik dan wilayah di distrik untuk mendirikan Credit Union Modifikasi. Ada juga 15 distrik yang sudah tertarik untuk membicarakan perlunya ansuransi jaminan sosial, ansuransi kematian, kecelakaan, dan hari tua, bukan hanya kepada para pelayan tetapi juga kepada para penatua dan warga jemaat HKBP.
Namun selain dari kegiatan yang sudah dilakukan tersebut, ada beberapa kegiatan penting yang belum dapat dilaksanakan, yakni kegiatan Perjamuan kudus yang seyogianya dilakukan serentak dalam upaya pemahaman hubungan Perjamuan Kudus dengan pelayanan Diakonia pada perayaan turunnya Roh Kudus. Juga belum terlaksanakan upaya mengadakan pertemuan warga jemaat HKBP di aras Nasional (Communio Sanctorum) yang seyogianya dapat diharapkan agar warga jemaat HKBP turut memahami dan mewujudkan kewajiban semua warga untuk menjadikan gereja HKBP yang berdiakonia. Sebab jika masyarakat sejahtera, maka gereja pun sejahtera sesuai tema Tahun Diakonia HKBP.
Juga belum sepenuhnya dapat dilakukan kerjasama program untuk menata percontohan pertanian terpadu di Jetun Silangit dan Baniara Tele bekerjasama dengan Departemen Koinonia,. Karena berbagai alasan, termasuk karena kegiatan departemen Koinonia mempersiapkan rapat Pendeta dan pelayanan kategorial. Demikian juga belum dapat sepenuhnya dikerjasamakan program terpadu dengan departemen Marturia untuk melakukan pelayanan holistik di wilayah pelayanan Zending. Walaupun sudah dilakukan perkunjungan lapangan ke Pulau Rupat dan sudah menlakukan sosialisasi awal pengembangan ekonomi kerakyatan, namun belum sempat dilakukan program memperlengkapi para pelayan zending dan proyek khusus upaya mensejahterakan warga jemaat.
VI.Rencana Tindak Lanjut
Sesuai arahan Ephorus HKBP dalam buku panduan, agar diakonia tidak hanya dilaksanakan pada tahun 2009 ini, melainkan sampai terujudnya pelayanan yang holistik. Sehubungan dengan itu, maka apa yang sudah digagas dalam tahun diakonia 2009 ini, kiranya dapat dilanjutkan, dikoreksi, ditingkatkan dan bahkan dimodifikasi sesuai kebutuhan konteks yang dialami di masing-masing aras ke depan ini. Sehingga diakonia jemaat, distrik dan di aras hatopan dapat mempersembahkan sesuatu pelayanan diakonia secara monumental dan hidup menjelang dan pada acara puncak Jubileum 150 tahun HKBP 2011 yang akan datang.
Momentum persembahan pada Jubileum 2011 yang akan datang menjadi sangat penting, karena momentumnya yang hanya terjadi satu kali dalam setiap lima puluh tahun. Gagasan yang dilakukan di aras diakonia berbasis jemaat nampaknya butuh dimotivasi lebih giat dan jika kegiatannya sudah melembaga butuh pengkordinasiaannya di aras distrik dan bahkan pada akhirnya perlu percakapan koordinasinya di aras Hatopan/departemen, sehingga pelayanan diakonia dari aras jemaat hingga hatopan dapat bersatu padu agar dapat diperhitungkan menjadi kekuatan kehadiran HKBP di tengah masyarakat bangsa dan negara.
Dalam kaitan ini sudah ada beberapa pelayanan diakonia yang perlu peningkatan, dan pembaharuan pelayanan seperti pelayanan unit pendidikan HKBP. Demikian juga di bidang pengembangan ekonomi kerakyatan sudah dibutuhkan badan koordinasi CUM dan CU, kordinasi pelayanan komisi beasiswa, dan program penanaman pohon berkelanjutan baik untuk menata kompleks gereja, maupun untuk program penyadaran warga dan bangsa.
Dari aras jemaat, resort, distrik dan pusat agar pelayanan yang sudah dimulai dapat berkelanjutan dan terjamin managemennya ke depan, maka menjelang Jubileum 150 tahun HKBP perlu dikaji tentang managemen kelembagaan yang lebih tersusun rapih disatu pihak, tapi dipihak perlu pemberdayaan, independensi yang akuntable sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sekarang ini. Ada peluang demokrasi di satu pihak serta adanya kebangkitan gerakan diskriminasi di tengah masyarakat kita dilain pihak telah mendorong kita untuk melakukan kajian kritis, sehingga peluang kelembagaan HKBP yang berkelanjutan dapat dipikirkan dan dikembangkan ke depan. Antara lain nampaknya sudah dibutuhkan inisiatif masing-masing distrik untuk mendirikan panti-panti asuhan lansia atau sejenisnya, mendirikan PAUD, mendirikan CUM, klinik, bahkan bukan tak mungkin mendirikan center pembinaan holistik di setiap distrik atau propinsi di Indonesia, dsb.
Selain itu untuk mengadvokasi seluruh usaha dan doa HKBP ditengah bangsa dan negara ini barangkali sudah tiba saatnya HKBP mendirikan Kantor besarnya atau perwakilannya di Jakarta, sehingga merespon masalah-masalah kemasyarakatan dapat dilakukan secara terpadu dan terorganiser dari arus jemaat dan pusat. Karena masalah mendirikan rumah ibadah tidak hanya menyangkut teknis, tapi juga sangat sarat dengan pertimbangan politis, maka penanganan kasus semacam ini membutuhkan pengorganisasian lobby, advokasi, dialog di tingkat lokal, regional dan nasional serta internasional.
Ada beberapa kegiatan sesuai buku panduan yang belum dapat dilakukan, karena berbagai benturan jadwal program, maka diusulkan untuk dicari waktu dan di over ke tahun depan, yakni kerjasama departemen diakonia dengan departemen Marturia dan Koinonia. Sesuai buku panduan mestinya departemen diakonia dan koinonia perlu mengadakan pelayanan bersama menata kebun percontohan di Jetun Silangit dan Baniara Tele.
Atau jika mungkin melakukan persiapan rekruitmen pelayan untuk diutus melayani di center-center baru di distrik atau Propinsi yang sudah dan sedang menggagas pusat pembinaannya saat ini. Karena kedua center ini sangat potensil baik untuk kebutuhan pemuda dan petani serta para pelayan, maka kiranya dua tahun ke depan ini kedua center ini sekaligus digiatkan agar dapat menjadi pusat pembinaan dan sebagai percontohan pertanian terpadu yang handal. Kemudian kerjasama dengan departemen Marturia untuk menata pelayanan zending yang terpadu dengan gerakan pelayanan holistik dengan diakonia.
Pada tahun ini sudah dilakukan perkunjungan ke wilayah zending dan sudah ada konsultasi bersama dengan para pelayan zending, maka ke depan perlu dijajaki pelayanan terpadu yang lebih konkrit di Pulau Rupat dan pulau-pulau lainnya. Selain kerjasama memperlengkapi para pelayan, juga diharapkan join program untuk memadukan pelayanan holistik mensejahterakan jemaat . Dengan adanya program yang mensejahterakan jemaat, maka diharapkan jemaat HKBP di wilayah Zending kembali merevitalisasi pelayanannya sebagaimana di era missionar, tapi juga sekaligus dapat mendorong partisipasi jemaat menjadi garam dan terang di wilayah masyarakat Pulau Rupat.
Saat ini wilayah zending Pulau Rupat sedang diancam pengaruh masuknya pengusaha asing membuka perkebunan kelapa sawit serta adanya program khusus pemerintah untuk kembali membuka lahan untuk transmigrasi. Marginalisasi masyarakat suku Akit saat ini sudah diambang batas yang sangat rentan dan memperihatinkan. Mereka butuh pendampingan yang serius dan butuh dukungan moril agar mereka masih mampu untuk eksis dan dapat menampakkan kasih Kristus dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Selain itu juga pada tahun-tahun mendatang ini dalam rangka menjelang Jubileum 150 tahun semakin dibutuhkan pertemuan intens para tokoh warga jemaat HKBP di semua aras pelayanan. Juga sangat perlu agar percakapan tentang jaminan sosial tidak hanya difokus pada para pelayan saja, tetapi dibutuhkan percakapan untuk seluruh penatua dan jika mungkin bagi seluruh warga jemaat HKBP. Untuk itu diskusi dengan lembaga Negara Jamsostek dapat dilakukan, minimal untuk memahami sejauhmana program jaminan kecelakaan, kematian, kesehatan dan hari tua mulai dipercakapkan disemua ras kejemaatan kita.
Untuk mewujudkan tindaklanjut program diakonia ini, maka dukungan dana Tahun Diakonia dari setiap distrik sesuai dengan komitmen yang telah disepakati pada Rapat MPS dan rapat praeses yang lalu agar disetor ke kas keuangan diakonia HKBP yang dibuka oleh sekretariat kantor pusat HKBP.
VII.Penutup
Tema Tahun Diakonia HKBP 2009 diambil dari Yeremia 29:7 yang berbunyi, ”usahakan dan doakan kesejahteraan kota/desa dimana kamu Aku buang, karena ksejahteraan mereka adalah kesejahteraanmu”. Dan dengan moto ”sejahtera masyarakat sejahtera gereja”, maka relevansi program diakonia sejak awal tahun diakonia sampai pada masa yang akan datang, kiranya disinari oleh tema dan motto tahun diakonia tersebut, minimal hingga menjelang Jubileum 150 tahun HKBP. Sehingga seluruh ruang gerak pelayanan HKBP terarah pada pelayanan koinonia yang bermarturia dan berdiakonia dapat terwujud. Sebab dengan arah pelayanan koinonia yang bermarturia dan berdiakonia, maka kehadiran HKBP hendaknya senantiasa diuji sejauhmana pelayanan HKBP dapat mensejahterakan warganya. Sebab dengan sejahteranya jemaat, maka dampaknya akan terjadi peujudkan gereja yang inklusip dan dampak selanjutnya akan mensejahterakan gereja.
Solidaritas pelayanan dari jemaat kota, dari warga jemaat yang diberkati Tuhan kiranya pula dapat dirasakan pengaruhnya oleh jemaat yang masih berkekurangan. Solidaritas tersebut kiranya secara gradual dapat diujudkan, bukan supaya yang miskin dan berkekurangan menjadi pengemis dan butuh belas kasihan, melainkan agar dengan adanya gerakan solidaritas mensejahterakan warga jemaat miskin terujud keseimbangan, 2 Korintus 8.15. Untuk itu lembaga bantuan untuk dari kurang mampu, subsidi silang untuk jaminan sosial, usaha-usaha CUM dapat mememberdayakan mereka yang berkekurangan. Ini jugalah makna tahun Yobel, agar gereja kita sadar akan tanggungjawabnya untuk membayar hutang mereka yang miskin, bodoh dan serba berkekurangan (Imamat 25).
Pearaja – Tarutung, November 2009
HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN
Kepala Departemen Diakonia HKBP
oleh: Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt.Nelson Siregar
I.Pengantar
Puji syukur dan hormat kepada Tuhan Raja Gereja yang memberikan tahun 2009 ini menjadi Tahun Diakonia sebagai lanjutan dari tahun Koinonia dan tahun Marturia menjelang persiapan Jubileum HKBP 2011 yang akan datang. Kita juga bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan melindungi ( manangannangan ) Ephorus HKBP, Ompu boru, dan 2 orang anak asuhnya dari musibah pada waktu yang lalu.
Dalam arahan ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Bonar Napitupulu, baik dalam kotbah awal tahun sebagaimana dapat dibaca dalam Almanak HKBP tahun 2009, maupun terlebih dalam kata sambutan buku panduan tahun diakonia HKBP dengan jelas menyatakan bahwa :“Kami percaya dan berharap buku panduan ini akan memandu kita, dari mulai jemaat lokal hingga tingkat Pusat HKBP dan semua unit pelayanan yang menjalankan program pelayanan diakonia dalam tahun Diakonia ini. Semua Program dalam tahun diakonia ini bukan untuk membawa HKBP berdiakonia untuk tahun ini saja, tetapi membawa HKBP untuk selamanya melakukan pelayanan Holistik, menjadi dewasa berkoinonia, bermarturia dan berdiakonia. HKBP menjadi gereja yang semakin hangat karena persekutuan. Gereja yang semakin berakar karena pemuridan. Gereja yang semakin kuat karena ibadah. Gereja yang semakin luas karena pelayanan. Gereja yang semakin bertumbuh karena evangelisasi”,(baca: buku panduan hal 4).
Dengan demikian gerakan pelayanan diakonia HKBP ke depan membutuhkan penataan yang serius secara holistik dalam kaitannya yang tidak terpisahkan dengan Koinonia dan Marturia. Juga perlu dijamin kesinambungan dan keberkelanjutan pelayanannya melalui upaya mewujudkan program diakonia yang dapat ditingkatkan, dikerjasamakan dengan unit pelayanan lainnya dan terbuka untuk diperbaharui sampai akhirnya HKBP dapat menjadi gereja yang inklusif, dialogis dan transparan, menjadi garam dan terang di tengah masyarakat, bangsa dan dunia.
Sepanjang satu tahun ini berbagai kegiatan tahun diakonia nampaknya telah banyak mewarnai pelayanan HKBP di semua aras kehidupan berjemaat dan bermasyarakat, baik dalam kehidupan jemaat dan pelayan di aras tiap-tiap huria, resort, distrik dan hatopan. Dari semua kegiatan itu tentu membutuhkan liputan kegiatan secara detail. Karena itu sangat diharapkan informasi dari setiap jemaat, resort yang dikordinasi di aras distrik, untuk kemudian dapat menjadi acuan, kajian kita bersama dan hatopan (departemen diakonia ) untuk pelayanan lanjutan ke depan.
Berhubung karena belum ada pertemuan antar kabid. diakonia dan Para Praeses se-HKBP untuk membagi urun kegiatan pelayanan yang dilakukan baik sesuai acuan buku panduan dan atau barangkali berbagai kegiatan temuan yang diunggulkan oleh masing-masing distrik, maka dalam informasi ini kami hanya dapat urun informasi sebatas yang dapat disampaikan, itupun sepintas saja dari yang turut kami saksikan dan dihadiri oleh Ephorus, pimpinan HKBP dan oleh kami dari departemen diakonia saja, serta beberapa informasi yang kami liput dari informasi para Praeses dan Pendeta resort atau jemaat yang kami lakukan secara beraturan melalui sms.
Sistematika informasi ini dapat diurai dengan poin yang perlu diketengahkan, yakni meliputi kegiatan :
1. Pencanangan tahun diakonia,
2. Sosialisasi tahun diakonia di berbagai distrik dan wilayah
3. Partisipasi unit pelayanan diakonia merayakan tahun diakonia
4. Beberapa catatan indikator capaian target tahun diakonia sesuai buku panduan.
5. Proposal tindak lanjut
6. Penutup
II. Pencanangan Tahun Diakonia
Seyogianya pencanangan tahun diakonia diharapkan dapat disesuaikan dengan jadwal perayaan Jubileum 175 tahun Nommensen pada tanggal 15 Februari 2009 . Karena berbagai pertimbangan dari Panitia tahun diakonia yang dibentuk oleh Ompui Ephorus HKBP yang diketuai oleh Dr. R.E. Nainggolan, maka ahirnya diundur menjadi tanggal 19 April 2009. Pencanangan tahun diakonia ini dipimpin oleh Ompui Ephorus HKBP dihadiri oleh dua orang cicit Nommensen yang diadakan di Hall T.D. Pardede Medan.
Dalam menyambut perayaan pencanangan tahun diakonia telah dilakukan beberapa kegiatan yang penting. Pertama, untuk memperingati Jubileum 175 tahun DR. I.L. Nommensen dalam tahun ini tetap dilakukan dengan memberi kegiatan terhadap pemuda HKBP untuk melakukan Napak Tilas. Ephorus HKBP, selain telah menentukan Panitia Pusat juga telah diberi kesempatan pada warga HKBP dari Jakarta untuk turut memfasilitasi kegiatan Napak Tilas ini, yakni yang berhimpun dalam lembaga Gema Kryasa yang dipimpin oleh bapak Ir. Hendriks Silitonga.
Ada 4 kelompok Napak Tilas yang ditetapkan yang berlangsung dari tanggal 4-5 Februari 2009 dan pembagian itu disesuaikan dengan komitmen mengikuti jalur perjalanan Nommensen.
1.Kontingen dari arah Barus berjalan kaki menuju Tarutung melalui jalur jalan raya Sibolga, Lobu Pining dan terahir di Pearaja. Kontingen Napak Tilas ini diikuti 50 orang pemuda inti yang dipilih oleh panitia dari berbagai distrik, STT dan sekolah Diakones, Bibelvrow. Kemudian ratusan pemuda/i distrik Sibolga disetiap resort menyambut dan mengantarkannya mereka silih berganti. Praeses Distrik Sibolga dan Distrik Silindung sangat berperan aktif untuk memfasilitasi perjalanan Napak Tilas ini. Mereka diterima oleh Praeses Silindung dan pimpinan HKBP di Pearaja Tarutung.
2.Kontingen dari arah Sipirok ke Pearaja melalui perjalanan Napak Tilas Parausorat, Bungabondar, Sipirok, Sarula, Pearaja. Kontingen ini juga diiukuti 50 orang pemuda inti dari berbagai distrik dan unit parsamean HKBP. Napak Tilas ini diikuti oleh Praeses Tapsel dan disambut di Tarutung oleh Pimpinan HKBP dan Praeses Distrik Silindung.
3.Kontingen dari arah Samosir ke Pearaja, Melalui jalur Pangururan, menyeberang ke Muara dan berjalan kaki sampai ke Pearaja. Napak Tilas secara meriah diikuti oleh Bupati Samosir beserta seluruh jajarannya dan Praeses serta para Pendeta distrik Samosir. Seperti yang lain juga di beberapa resort selalu dijemput dan diantar oleh muda mudi gereja setempat sampai ahirnya dilepas pemuda inti tim napak tilas dari Nainggolan ke Muara. Di Muara, Praeses, para Pendeta dan pemuda/i distrik Humbang Habinsaran menerima kontingen tersebut dan menghantar mereka sampai ke pearaja.
4.Kontingen dari arah Sigumpar ke Pearaja melalui jalur Balige –Siborongborong. Kontingen ini diberangkatkan oleh Praeses distrik Toba dan disambut juga oleh distrik Toba hasundutan dan distrik Humbang Habinsaran.
Tanggal 5 Februari 2009 sore hari seluruh peserta diterima Panitia bersama dengan Pimpinan HKBP di Pearaja. Selain masing-masing kontingen menyampaikan berbagai kesan dan pesan, keluhan serta hal-hal yang menggugah hati, mereka juga akhirnya tiba pada suatu kesimpulan, bahwa medan pelayanan yang dilalui para Missionar dapat dibayangkan pasti jauh dan lebih berat. Namun juga disadari bahwa masalah kemiskinan dan keterbelakangan serta kebodohan tetap masih menjadi tugas berat yang harus dilayani oleh gereja HKBP sampai sekarang. Kegiatan ini dilanjutkan dengan ibadah perayaan bersama dan melakukan perjalanan kembali dari gereja Huta Dame menuju lapangan stadion Tarutung. Tanggal 6 Februari 2009 kembali diadakan kebaktian raya pemuda di Sipoholon yang diawali dengan penanaman pohon. .
Kedua, selain dari napak tilas ini Panitia Pencanangan tahun diakonia yang diketuai oleh Dr. R.E Nainggolan ini juga telah mengadakan aneka kegiatan lainnya, yakni :
1.Dalam rangka memeriahkan pencanangan tahun diakonia, Panitia telah melakukan sosialisasi program mereka ke distrik-distrik HKBP di Sumatera Utara.
2.Tanggal 16 April telah diadakan seminar sehari yang mengundang seluruh tokoh gereja dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara (communio sanctorum ) yang key note speaker pada seminar sehari itu adalah Ephorus HKBP. Turut pembicara diundang Bapak Gubernur Sumatera Utara dan pembicara lainnya. Ada beberapa catatan yang diharapkan dapat diwujudkan warga dan gereja HKBP ke depan, yakni perlunya seluruh warga HKBP turut aktif mempersiapkan diri mewujudkan lingkungan pargodungan gereja yang teduh, nyaman dan memulihkan kembali konsep pargodungan yang sudah digagas Nommensen. Sehingga di mana ada gereja di situ ada sekolah, ada klinik, ada percontohan inspirasi pembaharuan terhadap jemaat, ada program untuk menanam pohon agar pekarangan gereja menjadi rujukan tempat yang teduh dan disenangi masyarakat. Tentu kajian ini dapat disesuaikan dengan konteks masing-masing gereja. Juga diharapkan ke depan bahwa warga jemaat HKBP dapat diajak turut serta mempersiapkan diri memasuki dan paska Jubileum 150 tahun HKBP, sehingga terwujud kenyataan gereja HKBP menjadi gereja yang inklusif, transparan dan dialogis sesuai dengan visi HKBP.
3.Tanggal 17 telah diadakan secara serentak di seluruh gereja HKBP di Distrik Medan dan secara simbolis telah diadakan penanaman pohon oleh pimpinan HKBP, Panitia pencanangan tahun diakonia serta para Praeses di kompleks Universitas HKBP Nommensen.
4.Selama bulan Maret dan April 2009, Panitia pencanangan Tahun diakonia telah mengadakan pengobatan gratis kurang lebih 3 kali di 3 wilayah di Medan dan sekitarnya, kepada jemaat HKBP dan seluruh warga masyarakat yang tertarik untuk itu. Pelayanan ini melibatkan para dokter HKBP yang diketuai oleh Dr. Bettin Marpaung. Selain pengobatan gratis juga diadakan kegiatan donor darah.
5.Pada tanggal 18 April juga telah diadakan festival koor pilihan lagu mars tahun Diakonia yang dikarang oleh Bapak Nortir Simanungkalit yang diselenggarakan di Hall T.D.Pardede Medan.
6.Dapat ditambahkan bahwa segera seusai pesta perayaan pencanangan Tahun diakonia, Panitia juga sudah melakukan acara pembubaran tanggal 26 Mei 2009 di gedung serbaguna Gereja HKBP Jl. Sudirman, sekaligus menyerahkan sisa hasil perayaan ke Kantor Pusat sebesar Rp. 300.000.000,- (terbilang: tiga ratus juta rupiah)
III. Sosialisasi Tahun Diakonia
Setelah buku panduan disusun dan untuk mensosialisasikannya, maka berbagai dinamika telah terjadi. Pada saat rapat Praeses di Tretes telah diadakan upaya penjelasan dan pemantapan kepada para Praeses, dengan demikian diharapkan sosialisasi telah dapat ditularkan di masing-masing distrik. Sejak digulirkannya buku panduan di awal Januari 2009 hampir semua distrik telah menerima dan melakukan sosialisasi tahun diakonia, baik dengan cara menghadirkan Ephorus HKBP serta pimpinan lainnya , maupun atas inisiatif masing-masing praeses mengundang tokoh warga jemaat dan pembicara lainnya.
Ada juga distrik yang memadukan sosialisasi tahun diakonia, sekaligus disambung dengan peresmian beberapa kegiatan konkrit diakonia serta pelantikan beberapa pengurus tahun diakonia dan proyek khusus . Ada juga distrik selain melakukan sosialisasi dilanjutkan juga dengan Pesta Perayaan tahun diakonia bekerjasama dengan Pemda setempat.
Selain di aras distrik juga beberapa Praeses telah menggagas kesempatan sosialisasi tahun diakonia di berbagai wilayah seperti di Lampung, Bengkulu, dll. Di beberapa distrik juga ada berbagai resort yang melakukan sosialisasi dengan mengundang Praeses bersama dengan kadep diakonia.
Dinamika sosialisasi ini dilakukan beberapa Praeses dengan menyesuaikan jadwal perayaan awal tahun/bona taon , ada sesuai Rapat awal tahunan , ada juga dengan jadwal ketika Rapat Pendeta , bahkan ada pula dilakukan ketika sermon, seminar bersama dengan para Penatua gereja . Seluruh dinamika tersebut telah menghasilkan aneka capaian target, baik sesuai dengan anjuran buku panduan, maupun sebahagian ada temuan program baru yang muncul dari pergumulan masing-masing distrik dan resort. .
Di beberapa distrik bahkan sudah ada pula evaluasi dan rencana pemaantapan pelayanan diakonia berkelanjutan, di Sinode distrik, baik bagi para pelayan maupun juga kepada para Penatua gereja. Diharapkan dari informasi dan sharing masing-masing distrik dapat memperkaya informasi keseluruhan dinamika tahun diakonia ini. Itu sebabnya informasi ini masih perlu menunggu hasil pertemuan seluruh Kabid Diakonia dan Para Praeses diakhir bulan Nopember ini.
Selain sosialisasi di Distrik dan resort, juga telah diadakan sosialisasi di unit parsamean dan unit pelayanan diakonia lainnya. Sehingga semua lembaga parsamean, dan unit pelayanan diakonia diharapkan turut mendorong upaya-upaya memotivasi dan membangkitkan semangat baru gereja HKBP untuk berdiakonia mensenjahterakan jemaat dan masyarakat. Itu sebabnya ada juga kegiatan unit lembaga parsamean melakukan aksi pembersihan kota seperti Sikola Bibelvrow Laguboti tanggal 2 oktober 2009.
Untuk menunjang agar pemberitaan tentang pelayanan tahun diakonia dapat terdokumentasi dengan baik dan beritanya dapat dideseminasi ke jemaat melalui media elektronik dan media tulisan, maka departemen diakonia bekerjsama dengan Suara HKBP Jakarta telah mengadakan pelatihan ke para pelayan yang diutus distrik pada tanggal 12-15 Augustus di Parapat.
Departemen diakonia juga telah mensosialisasikan makna tahun diakonia HKBP dalam pertemuan lokakarya nasional diakonia dan kemiskinan se Indonesia yang diadakan di Metro Lampung pada tanggal 22-28 Juni 2009. Serta di aras Internasional menyampaikan topik bagaimana HKBP merespon masalah kemiskinan regional yang diadakan di Ethiopia dari tanggal 9-18 Oktober 2008.
IV.Partisipasi unit pelayanan departemen diakonia dan kerjasama dengan departemen Koinonia dan marturia
Sesuai pelayanan diakonia ada 5 unit pelayanan di lingkungan departemen diakonia yang turut aktif mensosialisasikan dan berpartisipasi agar thema dan motto tahun diakonia dapat dipahami dan dikembangkan di gereja kita.
1.Bidang Pendidikan yang diselenggarakan oleh BPP. Ada 4 program yang sudah dilakukan oleh BPP. Pertama, telah diadakan penyaluran 7 unit motor perpustakaan keliling, yang dari informasinya telah berlangsung dengan dinamis di 7 distrik. Kedua, telah diadakan latihan peningkatan mutu managemen para direktur sekolah se-HKBP. Ketiga, telah diadakan motivasi dan sosialisasi PAUD sesuai dengan program Pemerintah yang berlaku untuk negeri dan swasta di Indonesia di tiga wilayah, yakni di Sumatera Utara, Jakarta dan Distrik Riau-Jambi dan Tapsel. Keempat, telah diadakan konsultasi para lembaga pendidikan di HKBP, dengan mengundang berbagai dewan pendidikan sekolah, yayasan pendidikan di HKBP dan 23 sekolah asuhan Kantor Pusat di Sipoholon pada tanggal 22-24 September 2009. Diharapkan dari hasil konsultasi tersebut dapat terwujud adanya managemen terpadu untuk seluruh sekolah HKBP, baik kelembagaan, terlebih mutu, standarisasi dan kualifikasi sekolah HKBP. Akreditasi masing-masing sekolah sudah saatnya dibenahi. Kelima, juga oleh BPP telah dibangun sekolah TK di Pematangsiantar sebagai pusat percontohan dan menjadi pusat latihan guru-guru TK HKBP. Keenam, juga telah diadakan rekruitmen ketenagaan untuk mendukung sekolah Zending di Pulau Rupat.
2.Unit pelayanan Biro Caritas Emergency telah mengembangkan berbagai jenis ketrampilan bagi anak-anak Elim. Demikian juga telah mengembangkan model pertanian terpadu di Hepata. Selain itu di unit ini juga sudah sedang dikembangkan konsep pelayanan baru terhadap Lansia. Tanggal 17 April 2009 telah diadakan konsultasi kepedulian merespon masalah kehidupan kaum Lansia di Pematangsiantar. Selain itu CE sudah melakukan tugas pelayanannya untuk merespon masalah bencana kebakaran di Lawe Sigalagala,distrik Tanah Alas. Member sembako untuk jemaat korban banjir di Sei Naetek, distrik Aslab. Juga secara khusus telah turut melayani korban gempa bumi di Padang sampai sekarang . CE diharapkan ke depan dapat membentuk unit khusus pelayanan penanganan korban bencana alam. Karena itu lembaga ini juga perlu diberdayakan untuk membangun infrastruktur ketenagaan, baik untuk tim penyaluran sembako, juga bekerjasama dengan tim medis, tim trauma healing dan tim mengembangkan pelayanan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai kebutuhan. Sehingga kehadiran HKBP sesuai kemungkinan tidak hanya dalam kondisi darurat, tapi jika memungkinkan sebagai misi pelayanan berkelanjutan. Dari yang terdaftar di Padang untuk dilayani kebutuhan Sembako sampai Desember tercatat 707 kk warga jemaat HKBP dan Kristen serta kurang lebih 400 kk warga Muslim yang kebetulan berdekatan dengan jemaat di Gunung Tigo. Dalam kaitan lembaga Peduli Kasih Aceh turut ambil bagian untuk need assessment dan menggalang bantuan asing untuk membantu pengadaan sembako bagi warga korban bencana. Bantuan sembako ini perlu dilakukan mengingat kondisi lapangan kerja warga yang rata-rata pedagang mengalami kesulitan menagih hutang dari nasabah.
3.Unit pelayanan Pengembangan Masyarakat telah mengadakan berbagai pelatihan pertanian dan peternakan baik kepada para pelayan, maupun kepada warga jemaat. Selain pada tahun ini tetap dilakukan koordinasi memantapkan dan membenahi CUM yang ada ( sudah ada 21 Distrik yang mendirikan CUM ), juga patut disyukuri bahwa inisiatif beberapa distrik dan bahkan wilayah telah merespon perlunya memahami dan karena itu mensosiliasasi gerakan ekonomi yang mensejahterakan jemaat dan masyarakat atau CUM. Sehingga pada tahun ini ada beberapa CUM yang berdiri dan sedang dalam kebangkitan menjalankannya.
Karena demikian pesatnya perkembangan permintaan untuk mendirikan CUM ini, maka pada tahun ini juga sudah dikembangkan diskusi antar manager CUM untuk memikirkan perlunya Badan Koordinasi CU dan CUM. Dan untuk menopang keberlanjutan sumber daya manusia dan pengembangan managemennya, maka pada tahun ini tetap juga diadakan pelatihan terhadap para calon manager, ada 3 angkatan dilakukan . Juga pada tahun ini sudah ada beberapa CUM yang menyelenggarakan RATnya (Rapat Anggota Tahunan) . Kini diperhitungkan sudah ada kurang 15 miliar dana CUM yang disalurkan kepada anggota-anggotanya diseluruh HKBP. Patut pula disyukuri adanya kemampuan CUM Distrik Jambi untuk memikirkan perlunya pusat pembinaan generasi muda dengan membeli lahan 7.5 Ha. Selain CUM juga di unit ini telah dilakukan 3 kali latihan pertanian bagi para pelayan di Berastagi, sekaligus orientasi terhadap peternakan lembu, tanggal 11-13 Maret, 28-30 April, tanggal 28-30 mei 2009. Juga telah dikirim 7 orang pelayan untuk belajar khusus peternakan sapi perah ke Malang tanggal 20-28 April. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan jemaat HKBP Malang mengingat wilayah pedesaan di malang yang sudah surplus menyediakan susu untuk anak-anak pedesaan, bahkan pemerintah Kodya malang telah berhasil memasukkan pengadaan susu untuk anak dari APBDnya. Juga di unit pelayanan ini sudah dilakukan percakapan tentang konsep bantuan rumah murah dari lembaga Habitat for humanity.
4.Unit pelayanan kesehatan. Sudah terbentuk yayasan Kesehatan HKBP dan dengan demikian sudah ada program yang diharapkan dapat memajukan pelayanan kesehatan medis HKBP ke depan. Namun juga patut didukung inisiatif Jawa Kalimantan yang berupaya menghimpun para Dokter dan pelayan medis lainnya untuk membentuk lembaga PETEKES, (Persatuan Tenaga Kesehatan HKBP) dan secara operasional telah melakukan pelayanan medis rutin, terlebih ke jemaat dan masyarakat pinggiran kota Jakarta wilayah pelayanan Distrik Jawa Kalimantan. Selain itu juga perlu semakin diintensifkan kegiatan pengobatan gratis yang digagas di beberapa distrik di HKBP seperti di Distrik Medan Aceh, Distrik Jakarta 2, dsb.
5.Unit merespon masalah-masalah kemasyarakatan. Pelayanan komite HIV Aids tetap melakukan program penyadaran ke sekolah-sekolah di Tapanuli, mengkordinasi kegiatan medis terhadap korban HIV Aids di Balige, pelatihan pemerhati HIV Aids yang diadakan komite HIV Aids di Hotel Siantar Parapat tanggal 26-28 Maret 2009. Juga komite ini telah mengadakan program kerjasama dengan komite HIV Aids distrik. Di unit ini juga sudah aktip dilakukan sosialisasi penanaman sejuta pohon. Program ini dikerjasamakan dengan kepala dinas kehutanan wilayah Sumatra Utara. Dalam bulan Desember yang akan datang kembali dapat diserahkan bantuan bibit pohon sebanyak 200 ribu lagi. Selain itu karena berbagai masalah penutupan gereja, tidak banyak yang dapat dialakukan selain hanya melakukan beberapa kali perkunjungan penguatan iman jemaat ke gereja yang dirusak massa atau dilarang dibangun oleh masyarakat Moslem sebagai konsekuensi SK 2 Menteri ( Meteri Agama dan Menteri Dalam Negeri ) tentang pembangunan rumah Ibadah. Itu terjadi seperti di gereja HKBP Sarolangon , Distrik Jambi, gereja HKBP Simpang Murani, Dumai, Distrik Riau. Demikian juga Gereja HKBP Parung Panjang Resort Petukangan, gerej Bekasi, berbagai gereja di wilayah Bandung dan gereja yang dilarang melanjutkan pembangunan seperti di gereja Binjai Kota, Cinere. Patut disyukuri adanya advokasi dari distrik seperti Jawa Kalimantan dan Jakarta 2 yang aktif turut membela perjuangan hak jemaat untuk mendirikan gereja. Pada kesempatan ini tim bantuan hukum di Distrik Jawa kalimantan dan Distrik Jakarta II, sangat membantu dan sudah berhasil membela izin bangunan gereja seperti Cinere. Ke depan barangkali tim advokasi ini perlu ditingkatkan kualifikasinya untuk mendampingi seluruh gereja HKBP yang bermasalah untuk mengurus izin bangunan, lobby, dsb. Inventarisasi gereja yang mengalami kasus yang demikian dan advokasi maksimal belum dapat dilakukan secara terpadu. Tapi dari pertemuan dengan jemaat ini, solidaritas dalam bentuk bantuan moral dan material sangat dibutuhkan juga ke depan. Dalam kaitan perkembangan demokrasi yang nampaknya masih diskriminatip ini, patut juga disyukuri adanya minat HKBP untuk menyelenggarakan percakapan teologis seputar hubungan gereja dan negara sebagaimana dilakukan oleh Distrik Silindung yang dibicarakan dalam konteks pemantapan tahun diakonia, tanggal 16 Juni 2009 di Hotel Panesa, Ambarita. Tema yang sama juga dibahas pada rapat Pendeta Distrik Humbang di Samosir tanggal 2 Juli 2009 dan pada rapat Pendeta Distrik Toba di Sapadia Parapat serta pada rapat Pendeta Distrik Riau di Pekanbaru tanggal 15 Juli 2009. Selain itu di bidang ini juga sedang dirintis pelayanan Pastoral ke Lembaga Pemasyarakatan di Siborongborong bekerjasama dengan Distrik Humbang Habinsaran.
V.Capaian target sesuai acuan buku panduan dan hal baru yang dikembangkan distrik dan resort
Pada umumnya target belum bisa sepenuhnya dicapai, namun tanda-tanda untuk mewujudkannya ke depan menjadi sangat terbuka. Tercatat ada beberapa PAUD (penitipan bayi, play group, kursus intensif untuk anak-anak sikola minggu dan TK) yang telah didirikan di berbagai distrik . Ada banyak komisi beasiswa yang terbentuk. Ada 7 distrik yang telah mewujudkan perpustakaan bekerjasama dengan BPP HKBP. Hampir setiap distrik sudah melakukan program penanaman pohon, dicatat kurang lebih 500 ribu pohon telah tertanam. Yang menarik dari program penanaman pohon ini agaknya telah menjadi kebiasaan pesta gereja saat ini di berbagai distrik untuk mengintegrasikan kampanye penanaman pohon, baik di kompleks gereja maupun di kompleks unit pelayanan diakonia dengan menanam pohon tanaman produktif. Ada beberapa distrik yang sudah mengembangkan industri rumah tangga dan jahit menjahit. Bahkan untuk memeriahkan pencanangan tahun diakonia Distrik Jakarta 2 sengaja Ibu Ephorus diundang untuk mempertunjukkan kebolehan menjahit. Berbagai distrik sudah mengadakan pengobatan gratis ke berbagai kalangan masyarakat, bahkan ada beberapa distrik yang menganggas berdirinya klinik rumah sakit seperti distrik Jawa Kalimantan. Ada beberapa distrik yang sudah menseminarkan pentingnya gereja HKBP mengembangkan kepedulian terhadap lansia, seperti Distrik Sumatera Timur, Tebing, Aslab dan Tanah Jawa. Juga sudah ada beberapa gereja yang tertarik untuk mendirikan center pembinaan untuk generasi muda. Selain itu ada satu program unggulan yang terjadi di tahun diakonia ini, yakni munculnya animo distrik dan wilayah di distrik untuk mendirikan Credit Union Modifikasi. Ada juga 15 distrik yang sudah tertarik untuk membicarakan perlunya ansuransi jaminan sosial, ansuransi kematian, kecelakaan, dan hari tua, bukan hanya kepada para pelayan tetapi juga kepada para penatua dan warga jemaat HKBP.
Namun selain dari kegiatan yang sudah dilakukan tersebut, ada beberapa kegiatan penting yang belum dapat dilaksanakan, yakni kegiatan Perjamuan kudus yang seyogianya dilakukan serentak dalam upaya pemahaman hubungan Perjamuan Kudus dengan pelayanan Diakonia pada perayaan turunnya Roh Kudus. Juga belum terlaksanakan upaya mengadakan pertemuan warga jemaat HKBP di aras Nasional (Communio Sanctorum) yang seyogianya dapat diharapkan agar warga jemaat HKBP turut memahami dan mewujudkan kewajiban semua warga untuk menjadikan gereja HKBP yang berdiakonia. Sebab jika masyarakat sejahtera, maka gereja pun sejahtera sesuai tema Tahun Diakonia HKBP.
Juga belum sepenuhnya dapat dilakukan kerjasama program untuk menata percontohan pertanian terpadu di Jetun Silangit dan Baniara Tele bekerjasama dengan Departemen Koinonia,. Karena berbagai alasan, termasuk karena kegiatan departemen Koinonia mempersiapkan rapat Pendeta dan pelayanan kategorial. Demikian juga belum dapat sepenuhnya dikerjasamakan program terpadu dengan departemen Marturia untuk melakukan pelayanan holistik di wilayah pelayanan Zending. Walaupun sudah dilakukan perkunjungan lapangan ke Pulau Rupat dan sudah menlakukan sosialisasi awal pengembangan ekonomi kerakyatan, namun belum sempat dilakukan program memperlengkapi para pelayan zending dan proyek khusus upaya mensejahterakan warga jemaat.
VI.Rencana Tindak Lanjut
Sesuai arahan Ephorus HKBP dalam buku panduan, agar diakonia tidak hanya dilaksanakan pada tahun 2009 ini, melainkan sampai terujudnya pelayanan yang holistik. Sehubungan dengan itu, maka apa yang sudah digagas dalam tahun diakonia 2009 ini, kiranya dapat dilanjutkan, dikoreksi, ditingkatkan dan bahkan dimodifikasi sesuai kebutuhan konteks yang dialami di masing-masing aras ke depan ini. Sehingga diakonia jemaat, distrik dan di aras hatopan dapat mempersembahkan sesuatu pelayanan diakonia secara monumental dan hidup menjelang dan pada acara puncak Jubileum 150 tahun HKBP 2011 yang akan datang.
Momentum persembahan pada Jubileum 2011 yang akan datang menjadi sangat penting, karena momentumnya yang hanya terjadi satu kali dalam setiap lima puluh tahun. Gagasan yang dilakukan di aras diakonia berbasis jemaat nampaknya butuh dimotivasi lebih giat dan jika kegiatannya sudah melembaga butuh pengkordinasiaannya di aras distrik dan bahkan pada akhirnya perlu percakapan koordinasinya di aras Hatopan/departemen, sehingga pelayanan diakonia dari aras jemaat hingga hatopan dapat bersatu padu agar dapat diperhitungkan menjadi kekuatan kehadiran HKBP di tengah masyarakat bangsa dan negara.
Dalam kaitan ini sudah ada beberapa pelayanan diakonia yang perlu peningkatan, dan pembaharuan pelayanan seperti pelayanan unit pendidikan HKBP. Demikian juga di bidang pengembangan ekonomi kerakyatan sudah dibutuhkan badan koordinasi CUM dan CU, kordinasi pelayanan komisi beasiswa, dan program penanaman pohon berkelanjutan baik untuk menata kompleks gereja, maupun untuk program penyadaran warga dan bangsa.
Dari aras jemaat, resort, distrik dan pusat agar pelayanan yang sudah dimulai dapat berkelanjutan dan terjamin managemennya ke depan, maka menjelang Jubileum 150 tahun HKBP perlu dikaji tentang managemen kelembagaan yang lebih tersusun rapih disatu pihak, tapi dipihak perlu pemberdayaan, independensi yang akuntable sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sekarang ini. Ada peluang demokrasi di satu pihak serta adanya kebangkitan gerakan diskriminasi di tengah masyarakat kita dilain pihak telah mendorong kita untuk melakukan kajian kritis, sehingga peluang kelembagaan HKBP yang berkelanjutan dapat dipikirkan dan dikembangkan ke depan. Antara lain nampaknya sudah dibutuhkan inisiatif masing-masing distrik untuk mendirikan panti-panti asuhan lansia atau sejenisnya, mendirikan PAUD, mendirikan CUM, klinik, bahkan bukan tak mungkin mendirikan center pembinaan holistik di setiap distrik atau propinsi di Indonesia, dsb.
Selain itu untuk mengadvokasi seluruh usaha dan doa HKBP ditengah bangsa dan negara ini barangkali sudah tiba saatnya HKBP mendirikan Kantor besarnya atau perwakilannya di Jakarta, sehingga merespon masalah-masalah kemasyarakatan dapat dilakukan secara terpadu dan terorganiser dari arus jemaat dan pusat. Karena masalah mendirikan rumah ibadah tidak hanya menyangkut teknis, tapi juga sangat sarat dengan pertimbangan politis, maka penanganan kasus semacam ini membutuhkan pengorganisasian lobby, advokasi, dialog di tingkat lokal, regional dan nasional serta internasional.
Ada beberapa kegiatan sesuai buku panduan yang belum dapat dilakukan, karena berbagai benturan jadwal program, maka diusulkan untuk dicari waktu dan di over ke tahun depan, yakni kerjasama departemen diakonia dengan departemen Marturia dan Koinonia. Sesuai buku panduan mestinya departemen diakonia dan koinonia perlu mengadakan pelayanan bersama menata kebun percontohan di Jetun Silangit dan Baniara Tele.
Atau jika mungkin melakukan persiapan rekruitmen pelayan untuk diutus melayani di center-center baru di distrik atau Propinsi yang sudah dan sedang menggagas pusat pembinaannya saat ini. Karena kedua center ini sangat potensil baik untuk kebutuhan pemuda dan petani serta para pelayan, maka kiranya dua tahun ke depan ini kedua center ini sekaligus digiatkan agar dapat menjadi pusat pembinaan dan sebagai percontohan pertanian terpadu yang handal. Kemudian kerjasama dengan departemen Marturia untuk menata pelayanan zending yang terpadu dengan gerakan pelayanan holistik dengan diakonia.
Pada tahun ini sudah dilakukan perkunjungan ke wilayah zending dan sudah ada konsultasi bersama dengan para pelayan zending, maka ke depan perlu dijajaki pelayanan terpadu yang lebih konkrit di Pulau Rupat dan pulau-pulau lainnya. Selain kerjasama memperlengkapi para pelayan, juga diharapkan join program untuk memadukan pelayanan holistik mensejahterakan jemaat . Dengan adanya program yang mensejahterakan jemaat, maka diharapkan jemaat HKBP di wilayah Zending kembali merevitalisasi pelayanannya sebagaimana di era missionar, tapi juga sekaligus dapat mendorong partisipasi jemaat menjadi garam dan terang di wilayah masyarakat Pulau Rupat.
Saat ini wilayah zending Pulau Rupat sedang diancam pengaruh masuknya pengusaha asing membuka perkebunan kelapa sawit serta adanya program khusus pemerintah untuk kembali membuka lahan untuk transmigrasi. Marginalisasi masyarakat suku Akit saat ini sudah diambang batas yang sangat rentan dan memperihatinkan. Mereka butuh pendampingan yang serius dan butuh dukungan moril agar mereka masih mampu untuk eksis dan dapat menampakkan kasih Kristus dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Selain itu juga pada tahun-tahun mendatang ini dalam rangka menjelang Jubileum 150 tahun semakin dibutuhkan pertemuan intens para tokoh warga jemaat HKBP di semua aras pelayanan. Juga sangat perlu agar percakapan tentang jaminan sosial tidak hanya difokus pada para pelayan saja, tetapi dibutuhkan percakapan untuk seluruh penatua dan jika mungkin bagi seluruh warga jemaat HKBP. Untuk itu diskusi dengan lembaga Negara Jamsostek dapat dilakukan, minimal untuk memahami sejauhmana program jaminan kecelakaan, kematian, kesehatan dan hari tua mulai dipercakapkan disemua ras kejemaatan kita.
Untuk mewujudkan tindaklanjut program diakonia ini, maka dukungan dana Tahun Diakonia dari setiap distrik sesuai dengan komitmen yang telah disepakati pada Rapat MPS dan rapat praeses yang lalu agar disetor ke kas keuangan diakonia HKBP yang dibuka oleh sekretariat kantor pusat HKBP.
VII.Penutup
Tema Tahun Diakonia HKBP 2009 diambil dari Yeremia 29:7 yang berbunyi, ”usahakan dan doakan kesejahteraan kota/desa dimana kamu Aku buang, karena ksejahteraan mereka adalah kesejahteraanmu”. Dan dengan moto ”sejahtera masyarakat sejahtera gereja”, maka relevansi program diakonia sejak awal tahun diakonia sampai pada masa yang akan datang, kiranya disinari oleh tema dan motto tahun diakonia tersebut, minimal hingga menjelang Jubileum 150 tahun HKBP. Sehingga seluruh ruang gerak pelayanan HKBP terarah pada pelayanan koinonia yang bermarturia dan berdiakonia dapat terwujud. Sebab dengan arah pelayanan koinonia yang bermarturia dan berdiakonia, maka kehadiran HKBP hendaknya senantiasa diuji sejauhmana pelayanan HKBP dapat mensejahterakan warganya. Sebab dengan sejahteranya jemaat, maka dampaknya akan terjadi peujudkan gereja yang inklusip dan dampak selanjutnya akan mensejahterakan gereja.
Solidaritas pelayanan dari jemaat kota, dari warga jemaat yang diberkati Tuhan kiranya pula dapat dirasakan pengaruhnya oleh jemaat yang masih berkekurangan. Solidaritas tersebut kiranya secara gradual dapat diujudkan, bukan supaya yang miskin dan berkekurangan menjadi pengemis dan butuh belas kasihan, melainkan agar dengan adanya gerakan solidaritas mensejahterakan warga jemaat miskin terujud keseimbangan, 2 Korintus 8.15. Untuk itu lembaga bantuan untuk dari kurang mampu, subsidi silang untuk jaminan sosial, usaha-usaha CUM dapat mememberdayakan mereka yang berkekurangan. Ini jugalah makna tahun Yobel, agar gereja kita sadar akan tanggungjawabnya untuk membayar hutang mereka yang miskin, bodoh dan serba berkekurangan (Imamat 25).
Pearaja – Tarutung, November 2009
HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN
Kepala Departemen Diakonia HKBP
CATATAN KAKI "LAPORAN KEGIATAN DIAKONIA 2009"
CATATAN KAKI DARI LAPORAN KEGIATAN DIAKONIA 2009
Oleh: Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt.Nelson Siregar
1. Penjemaatan tahun diakonia Distrik Medan Aceh tanggal 16 Februari. dan tanggal 16 Maret kepada para Pendeta dan Penatua. Tanggal 9 Februari sosilaisasi tahun Diakonia di Toba Porsea. Distrik Silindung
2. Distrik Medan Aceh yang dilakukan bersama dengan Panitia pencanangan tahun diakonia HKBP. Seminar diakonia resort Padang Bulan tanggal 25 April 2009. Bersama praeses Pdt. Marudur Tampubolon mengadakan Seminar diakonia di Batam tanggal 19 Februari 2009 sekaligus syukuran awal tahun. Serta tanggal 22 Februari menjadi pencanangan tahun diakonia di Distrik Kepri. Launching Tahun Diakonia di Distrik Jakarta II dihadiri Ephorus dan Kadep Diakonia di gereja HKBP Jatiwaringin tanggal 2 Maret 2009, sekaligus dalam pencanangan ini dilantik pengurus produk tas dari limbah plastik dan program jahit menjahit. Tanggal 20-22 Maret masing-masing diadakan penjemaatan tahun diakonia di Batubara, di resort Dolok Masihol dan di Resort Simalingkar. Tanggal 26 Maret pencanangan penanaman pohon Distrik Silindung di Simorangkir.
3. Distrik Kepulauan Riau, Distrik Jawa Kalimantan dan Distrik Tebingtinggi
4. Pesta diakonia wilayah distrik Humbang di Pakkat yang dihadiri bersama praeses Pdt. Bonar H. Nababan dan bupati Humbang bapak Drs. Madin Sihombing
5. Tanggal 18-19 Juli pembinaan pelayan wilayah Bengkulu bersama Praeses Sumbangsel Pdt. R.T. Munthe, mengadakan pembinaan dan sosialisasi Tahun Diakonia.
6. Resort Manyar dan resort Surabaya telah mengadakan sosialisasi tahun diakonia Kadep Diakonia bersama dengan Praeses, tanggal 28 Februari.. Tanggal 1 Oktober di Surabaya juga diadakan sosilisasi tahun diakonia ke Mahasiswa di gereja HKBP Manyar. Penjemaatan tahun diakonia di Semarang Barat tanggal 3 September dan di Bandung Timur tanggal 5 September di Distrik Jabertdy. Juga di Bandung diadakan percakapan tentang bantuan terhadap korban gempa di Tasikmalaya.
7. Sosialisasi tahun diakonia serta pencanangan pada pertemuan syukuran awal tahun Distrik Silindung. Kegiatan ini juga sudah diawali ketika diadakan perayaan Natal para tukang Becak yang bernuansa pelayanan diakonia. Pencanangan tahun diakonia di HKBP Hutabarat persis pada tanggal 1 Januari 2009.
8. Sosialisasi tahun diakonia ke peserta Sinode awal tahun Sumatera Timur di Parapat yang saat itu dipimpin oleh praeses Pdt. Piter Hutapea, M.Th.
Sosilisasi Tahun Diakonia di Distrik Labuhan Batu bersama praeses Pdt. Efendi Purba
9. Distrik Langkat sosialisasi ketika mempersiapkan rapat Pendeta di Tor Nauli Parapat, tanggal 30 Juni 2009.
10. Sosialisasi tahun diakonia sekaligus latihan CUM dan pembentukan CUM di Distrik Tapsel di Padang Sidimpuan. Pelantikan Pengurus CUM tanggal 30 Mei 2009.
11. Distrik Tebingtinggi telah mengadakan perlombaan Pargodungan sesuai kriteria di era missionar dan penataan lingkungannya yang asri. Program dilakukan dengan memberi kesempatan kepada pemerintah setempat untuk turut menilainya. Peresmian Taman kanak-kanak di Tebing dari tanggal 4-6 April 2009. Distrik Jawa Kalimantan mengadakan malam dana untuk mengusahakan adanya rencana mewujudkan center terpadu untuk pembinaan generasi muda. Distrik Jambi yang sudah mengundang beberapa tokoh dan membuka upaya agar distrik bekerjasama dengan CUM dapat mendirikan center. Kini mereka telah berhasil membeli lahan seluas 7.5 ha.
12. Resort Jatiwaringin Distrik Jakarta 2, secara specifik telah mendirikan komisi bantuan hukum tanggal 29 Maret 2009 dan komisi pengembangan ekonomi kerakyatan. Tanggal 30-31 Maret penjemaatan tahun diakonia di resort Mekar sari dan Tanjung Periok Jakarta. Sosialisasi tahun diakonia di Sipodang, resort Pasaribu Dolok, Distrik Sibolga tanggal 26-27 September 2009.
13. Pemantapan program tahun diakonia untuk mensejahterakan jemaat diadakan dalam rapat Pendeta Distrik Humbang di Sopo Toba, tanggal 2 Juli dan 3 Nopember 2009 di Hotel Dumasari Tuktuk Samosir. Evaluasi tahun daikonia Distrik Samosir tanggal 29 September 2009 di Pangururan..
14. Kuliah umum tentang program tahun diakonia di Sekolah Bibelvrow tanggal 1 Augustus 2009 yg saat itu menjabat sebagai direktris adalah Biv. Roslinda Sihombing,M.Si. Kuliah umum ke Mahasiswa STT dan memberikan ceramah ke seluruh civitas akademika STT HKBP.
15. Tanggal 8 September diadakan di Universitas HKBP Nomensen untuk 15 distrik di Sumatera Utara. Tanggal 6 Oktober di Jakarta untuk wilayah distrik Jawa Kalimantan, Jakarta 2 dan Jakarta 3, serta distrik Jabertdy. Tanggal 30 Oktober 2009 untuk distrik Riau, Jambi, Tapsel dan Lab batu.
16. Karena kondisi kedua gereja HKBP di Padang dan Muara, maka Kadep diakonia telah meminta jasa St Pinondang Simajuntak yang turut didukung oleh gereja HKBP Menteng untuk mencek kekuatan kedua bangunan tersebut. Apakah layak untuk tetap memakai struktur bangunan yang masih ada terlebih di gereja HKBP Padang, atau lebih baik untuk membangun gedong gereja yang baru. Atas usulan gereja Padang telah diusulkan agar dibangun bertingkat. Dengan demikian selain perlu membantu sembako sampai bulan September, juga masih perlu bantuan untuk pembangunan gereja.
17. Tanggal 30-31 Mei 2009, seminar CUM dan pembentukan pengurus serta pelantikan Pengurus CUM distrik Tapanuli Selatan di Padang Sidempuan. Tg 14 Juni sosiaalisasi CUM di gereja HKBP Martoba, Medan. Tanggal 20-21 diskusi CUM di gereja HKBP Cilegon, distrik Jakarta 3. Tanggal 27-28 Juni diskusi 2009 CUM di wilayah Lampung, distrik Sumbagsel. Tg 11 September 2009 pertemuan jemaat Distrik Medan Aceh di Medan membicarakan sosialisasi CUMTg 11 Oktober seminar CUM di Jatiwaringin dan menyaksikan pelantikan komisi ekonomi kerakyatan resort Jatiwaringin, Jakarta 2. Tg 17-18 Oktober seminar CUM, pengumpulan dana dan pelantikan Pengurus CUM di wilatah Distrik Kepulauan Riau di Batam. Tg 23 Oktober 2009 Sosialisasi CUM di Siak, Riau. Tg 24 Oktober sosialisasi CUM di Ujung Batu. Tg 27-29 Oktober sosiliasasi CUM di Pulau Rupat
18. Tanggal 10-12 Maret 2009 telah diadakan di Elim konsultasi para manager CUM HKBP, bersama dengan Pengmas HKBP, dan telah berhasil merumuskan bahwa pengelolaan CU diserahkan pengorganisasiannya ke Pengmas HKBP. Sedangkan koordinasi CUM dikelola oleh satu badan koordinasi , yang untuk sementara dibawah koordinasi departemen diakonia. Ke depan mungkin perlu diberi kelembagaan yang terkoordinasi khusus.
19. Tanggal 11 Juli, RAT CUM di Pardomuan Duri. Tg 18 Augustus RAT CUM di Leidong. Tanggal 9 September RAT CUM diakonia di Elim,. Tanggal 18-20 September RAT CUM di Tanah Alas, Tanggal 14 Oktober 2009 RAT CUM di distrik Sumatera Timur, Tanggal 26 Oktober, RAT CUM di Dumai.
21. Sudah tiga kali disuruh dibangun dan bongkar kembali oleh Pemda kabupaten Sarolangon karena adanya warga masyarakat Moslem yang menolak pembangunannya. Kini kembali mereka diberi izin untuk membangunn gereja mereka di wilayah terisoler.
22. Antara lain ada 7 Tk yang didirikan di Distrik Tapsel, ada 3 didirikan di Tebing, ada 7 di Distrik Riau, ada 2 Di Distrik Kepri, ada 2 di distrik Jawa Kalimantan, ada 2 di Medan Aceh, dll.
Oleh: Kepala Departemen Diakonia HKBP Pdt.Nelson Siregar
1. Penjemaatan tahun diakonia Distrik Medan Aceh tanggal 16 Februari. dan tanggal 16 Maret kepada para Pendeta dan Penatua. Tanggal 9 Februari sosilaisasi tahun Diakonia di Toba Porsea. Distrik Silindung
2. Distrik Medan Aceh yang dilakukan bersama dengan Panitia pencanangan tahun diakonia HKBP. Seminar diakonia resort Padang Bulan tanggal 25 April 2009. Bersama praeses Pdt. Marudur Tampubolon mengadakan Seminar diakonia di Batam tanggal 19 Februari 2009 sekaligus syukuran awal tahun. Serta tanggal 22 Februari menjadi pencanangan tahun diakonia di Distrik Kepri. Launching Tahun Diakonia di Distrik Jakarta II dihadiri Ephorus dan Kadep Diakonia di gereja HKBP Jatiwaringin tanggal 2 Maret 2009, sekaligus dalam pencanangan ini dilantik pengurus produk tas dari limbah plastik dan program jahit menjahit. Tanggal 20-22 Maret masing-masing diadakan penjemaatan tahun diakonia di Batubara, di resort Dolok Masihol dan di Resort Simalingkar. Tanggal 26 Maret pencanangan penanaman pohon Distrik Silindung di Simorangkir.
3. Distrik Kepulauan Riau, Distrik Jawa Kalimantan dan Distrik Tebingtinggi
4. Pesta diakonia wilayah distrik Humbang di Pakkat yang dihadiri bersama praeses Pdt. Bonar H. Nababan dan bupati Humbang bapak Drs. Madin Sihombing
5. Tanggal 18-19 Juli pembinaan pelayan wilayah Bengkulu bersama Praeses Sumbangsel Pdt. R.T. Munthe, mengadakan pembinaan dan sosialisasi Tahun Diakonia.
6. Resort Manyar dan resort Surabaya telah mengadakan sosialisasi tahun diakonia Kadep Diakonia bersama dengan Praeses, tanggal 28 Februari.. Tanggal 1 Oktober di Surabaya juga diadakan sosilisasi tahun diakonia ke Mahasiswa di gereja HKBP Manyar. Penjemaatan tahun diakonia di Semarang Barat tanggal 3 September dan di Bandung Timur tanggal 5 September di Distrik Jabertdy. Juga di Bandung diadakan percakapan tentang bantuan terhadap korban gempa di Tasikmalaya.
7. Sosialisasi tahun diakonia serta pencanangan pada pertemuan syukuran awal tahun Distrik Silindung. Kegiatan ini juga sudah diawali ketika diadakan perayaan Natal para tukang Becak yang bernuansa pelayanan diakonia. Pencanangan tahun diakonia di HKBP Hutabarat persis pada tanggal 1 Januari 2009.
8. Sosialisasi tahun diakonia ke peserta Sinode awal tahun Sumatera Timur di Parapat yang saat itu dipimpin oleh praeses Pdt. Piter Hutapea, M.Th.
Sosilisasi Tahun Diakonia di Distrik Labuhan Batu bersama praeses Pdt. Efendi Purba
9. Distrik Langkat sosialisasi ketika mempersiapkan rapat Pendeta di Tor Nauli Parapat, tanggal 30 Juni 2009.
10. Sosialisasi tahun diakonia sekaligus latihan CUM dan pembentukan CUM di Distrik Tapsel di Padang Sidimpuan. Pelantikan Pengurus CUM tanggal 30 Mei 2009.
11. Distrik Tebingtinggi telah mengadakan perlombaan Pargodungan sesuai kriteria di era missionar dan penataan lingkungannya yang asri. Program dilakukan dengan memberi kesempatan kepada pemerintah setempat untuk turut menilainya. Peresmian Taman kanak-kanak di Tebing dari tanggal 4-6 April 2009. Distrik Jawa Kalimantan mengadakan malam dana untuk mengusahakan adanya rencana mewujudkan center terpadu untuk pembinaan generasi muda. Distrik Jambi yang sudah mengundang beberapa tokoh dan membuka upaya agar distrik bekerjasama dengan CUM dapat mendirikan center. Kini mereka telah berhasil membeli lahan seluas 7.5 ha.
12. Resort Jatiwaringin Distrik Jakarta 2, secara specifik telah mendirikan komisi bantuan hukum tanggal 29 Maret 2009 dan komisi pengembangan ekonomi kerakyatan. Tanggal 30-31 Maret penjemaatan tahun diakonia di resort Mekar sari dan Tanjung Periok Jakarta. Sosialisasi tahun diakonia di Sipodang, resort Pasaribu Dolok, Distrik Sibolga tanggal 26-27 September 2009.
13. Pemantapan program tahun diakonia untuk mensejahterakan jemaat diadakan dalam rapat Pendeta Distrik Humbang di Sopo Toba, tanggal 2 Juli dan 3 Nopember 2009 di Hotel Dumasari Tuktuk Samosir. Evaluasi tahun daikonia Distrik Samosir tanggal 29 September 2009 di Pangururan..
14. Kuliah umum tentang program tahun diakonia di Sekolah Bibelvrow tanggal 1 Augustus 2009 yg saat itu menjabat sebagai direktris adalah Biv. Roslinda Sihombing,M.Si. Kuliah umum ke Mahasiswa STT dan memberikan ceramah ke seluruh civitas akademika STT HKBP.
15. Tanggal 8 September diadakan di Universitas HKBP Nomensen untuk 15 distrik di Sumatera Utara. Tanggal 6 Oktober di Jakarta untuk wilayah distrik Jawa Kalimantan, Jakarta 2 dan Jakarta 3, serta distrik Jabertdy. Tanggal 30 Oktober 2009 untuk distrik Riau, Jambi, Tapsel dan Lab batu.
16. Karena kondisi kedua gereja HKBP di Padang dan Muara, maka Kadep diakonia telah meminta jasa St Pinondang Simajuntak yang turut didukung oleh gereja HKBP Menteng untuk mencek kekuatan kedua bangunan tersebut. Apakah layak untuk tetap memakai struktur bangunan yang masih ada terlebih di gereja HKBP Padang, atau lebih baik untuk membangun gedong gereja yang baru. Atas usulan gereja Padang telah diusulkan agar dibangun bertingkat. Dengan demikian selain perlu membantu sembako sampai bulan September, juga masih perlu bantuan untuk pembangunan gereja.
17. Tanggal 30-31 Mei 2009, seminar CUM dan pembentukan pengurus serta pelantikan Pengurus CUM distrik Tapanuli Selatan di Padang Sidempuan. Tg 14 Juni sosiaalisasi CUM di gereja HKBP Martoba, Medan. Tanggal 20-21 diskusi CUM di gereja HKBP Cilegon, distrik Jakarta 3. Tanggal 27-28 Juni diskusi 2009 CUM di wilayah Lampung, distrik Sumbagsel. Tg 11 September 2009 pertemuan jemaat Distrik Medan Aceh di Medan membicarakan sosialisasi CUMTg 11 Oktober seminar CUM di Jatiwaringin dan menyaksikan pelantikan komisi ekonomi kerakyatan resort Jatiwaringin, Jakarta 2. Tg 17-18 Oktober seminar CUM, pengumpulan dana dan pelantikan Pengurus CUM di wilatah Distrik Kepulauan Riau di Batam. Tg 23 Oktober 2009 Sosialisasi CUM di Siak, Riau. Tg 24 Oktober sosialisasi CUM di Ujung Batu. Tg 27-29 Oktober sosiliasasi CUM di Pulau Rupat
18. Tanggal 10-12 Maret 2009 telah diadakan di Elim konsultasi para manager CUM HKBP, bersama dengan Pengmas HKBP, dan telah berhasil merumuskan bahwa pengelolaan CU diserahkan pengorganisasiannya ke Pengmas HKBP. Sedangkan koordinasi CUM dikelola oleh satu badan koordinasi , yang untuk sementara dibawah koordinasi departemen diakonia. Ke depan mungkin perlu diberi kelembagaan yang terkoordinasi khusus.
19. Tanggal 11 Juli, RAT CUM di Pardomuan Duri. Tg 18 Augustus RAT CUM di Leidong. Tanggal 9 September RAT CUM diakonia di Elim,. Tanggal 18-20 September RAT CUM di Tanah Alas, Tanggal 14 Oktober 2009 RAT CUM di distrik Sumatera Timur, Tanggal 26 Oktober, RAT CUM di Dumai.
21. Sudah tiga kali disuruh dibangun dan bongkar kembali oleh Pemda kabupaten Sarolangon karena adanya warga masyarakat Moslem yang menolak pembangunannya. Kini kembali mereka diberi izin untuk membangunn gereja mereka di wilayah terisoler.
22. Antara lain ada 7 Tk yang didirikan di Distrik Tapsel, ada 3 didirikan di Tebing, ada 7 di Distrik Riau, ada 2 Di Distrik Kepri, ada 2 di distrik Jawa Kalimantan, ada 2 di Medan Aceh, dll.
REKOMENDASI PERTEMUAN KONSULTASI DAN EVALUASI DIAKONIA 2009
REKOMENDASI PERTEMUAN KONSULTASI DAN EVALUASI
TAHUN DIAKONIA HKBP 2009
Lembur Pancawati, Caringin – BOGOR, 25 s/d 27 Nopember 2009
Segala puji dan kemuliaan bagi Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja yang telah menyertai HKBP sejak mulai berdirinya 7 Oktober 1861 sampai pada saat ini memasuki persiapan perayaan Jubileum 150 tahun Injil di Tanah Batak, 2011 yang akan datang.
Tidak terasa pelaksanaan Tahun Diakonia HKBP 2009 telah hampir berakhir pada penghujung tahun. Di dalam Buku Panduan Tahun Diakonia terdapat target-target program yang akan dicapai mulai dari tingkat huria sampai ke tingkat pusat (hatopan). Untuk mengevaluasi dinamika pelayanan yang terjadi selama satu tahun ini maka pada tanggal 25 - 27 Nopember 2009 bertempat di lembur Pancawati, Caringin - Bogor, 16 orang praeses dari 26 Praeses telah melakukan konsultasi dan evaluasi tahun diakonia HKBP 2009. Dengan pelaksanaan evaluasi ini bukan berarti pelayanan diakonia akan berhenti sampai pada tahun ini saja, melainkan berlanjut terus sampai gereja HKBP dapat meujudkan pelayanannya yang holistik, sepanjang gereja ada di tengah-tengah dunia ini untuk membawa pembaharuan dan pembebasan bagi masyarakat yang termarginalkan, tertindas, memberitakan Tahun Rahmat Tuhan kepada bangsa-bangsa.
Dari dinamika yang terjadi Para praeses menyadari dan menggumuli bahwa program tahun diakonia HKBP telah membawa perubahan dan dampak yang positif bagi pertumbuhan kesadaran gereja memberdayakan masyarakat dan jemaat HKBP khususnya. Oleh karena itu, setelah melalui proses sharing dari masing-masing apayang dilakukan Distrik. Kemudian dikompilasi setelah melalui proses diperkaya dengan sharing pengalaman bapak Frans Tumiwa pendiri Pusat Pelatihan Lembur Pancawati. Hasil kompilasi telah didiskusikan dalam tiga kelompok ( kelompok inventarisasi kegiatan sesuai atau kegiatan baru yang dilakukan. Kelompok kelembagaan dan kelompok program menjelang Jubileum 150 tahun HKBP). Para Praeses juga mengadopsi rekoendasi yang dirumuskan oleh konsultasi dan evaluasi para Kabid Diakonia distrik ( terlampir ). Dari hasil kelompok kemudian disepakati beberapa pokok pikiran penting untuk dilaksanakan, demi terwujudnya pelayanan HKBP yang holistik dan konprehensif , yakni :
1. Agar Logo Tahun Diakonia HKBP 2009 dipakai menjadi logo pelayanan diakonia HKBP. Tentang logo jubileum 150 Tahun HKBP direkomendasikan kepada panitia perayaan jubileum agar logo tersebut menggambarkan ketiga tugas panggilan gereja dalam kaitannya dengan makna Tahun Yobel memberitakan tahun rakmat pembebasan dari Tuhan.
2. Agar departemen diakonia memfasilitasi tim Theolog HKBP untuk mengkaji
Teologi Diakonia yang Kristologis eklesiologis, sehingga gereja HKBP konsisten menjadi gereja yang mewarisi pemahaman diakoni Yesus Kristus. (Perkataan Yesus ”gabe parasiroha ma hamu songon Amamuna parasiroha i”). Pandangan dari Dr Afliften Sihombing yang mengusulkan agar Diakonia menjadi Ilmu pengetahuan dan memperjuangkan ide itu agar masuk dalam kurikulum di semua pendidikan sekolah theologi , sehingga kapasitas pelayan dapat semakin memahami diakonia yang holistik dan lebih terampil ke depan.
3. Untuk meneruskan program tahun diakonia menjadi program yang berkelanjutan di seluruh bidang pelayanan diakonia, antara lain: pelayanan usaha peningkatan ekonomi jemaat melalui program CU, CUM, Pertanian dan Peternakan, dll. Demikian juga dengan kegiatan lain seperti perpustakaan, komisi beasiswa, pelayanan penjara,dll. Secara khusus juga agar setiap resort diusulkan dapat mendirikan PAUD sebagai tanggungjawab gereja terhadap pendidikan anak. Dan kepada distrik direkomendasikan agar mendirikan panti-panti bagi anak yatim, yang memiliki kemampuan khusus dan juga pelayanan lansia sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.
4. Karena berbagai kejadian bencana, maka direkomendasikan agar setiap distrik berupaya memperlengkapi diri, sehingga dapat terjadi pelayanan tanggap darurat/ tanggul bencana yang mempunyai akses cepat terhadap korban.
5. Dari hasil sharing dari pendiri Lembur Pancawati, maka setiap distrik dapat melangsungkan kegiatan belajar melalui proses orientasi ke beberapa pusat pelatihan di berbagai tempat, secara khusus ke Lembur Pancawati tempat diadakannya konsultasi dan evaluasi tahun diakonia HKBP 2009. Jika memungkinkan, maka direkomendasikan agar setiap distrik dapat mendirikan pusat pelatihan yang holistik yang dimulai dari kondisi dan fasilitas yg paling sederhana, membeli lahan yang kemudian dapat digunakan maksimal menjadi tempat pembinaan dan pelatihan bagi seluruh kategorial jemaat bahkan yang terbuka untuk umum.
6. Semangat merevitalisasi pelayanan kesehatan yang mempromosikan serta membangun informasi di bidang kesehatan, serta adanya semangat distrik untuk mendirikan klinik kesehatan agar dilanjutkan di masing-masing distrik sesuai kebutuhan. Secara khusus agar Rumah Sakit Balige digiatkan minimal mempersiapkan general check up kesehatan yang setara dengan rumah sakit di Penang.
7. Untuk menjamin keberlanjutan dan peningkatan kegiatan diakonia yang sudah terbangun di semua, maka perlu dikaji rancangan melembagakan pelayanan diakonia. Kajian itu diharapkan agar sesuai dengan Aturan Peraturan HKBP, serta dalam kaitan formal terhadap Negara agar ikut mengkaji Undang-undang No 28, tahun 2004 tentang pendirian Yayasan. Tentu secara feleksibel tetap disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Tujuannya adalah agar pelayanan diakonia dapat berkesinambungan secara sustain, dinamis dan regeneratif.
8. Untuk merajut semua dinamika diakonia holistik dan join program dengan departemen koinonia dan marturia, maka perlu diadakan strategic planning sehingga tersusun program terpadu, holistik dan konprehensip. Dalam kerangka itu peserta SP ini perlu melibatkan ketiga departemen, distrik, kabid dari ketiga departemen, CDS, serta undangan dari gereja-gereja tetangga. Out put dari SP tersebut diharapkan dapat menjadi jelas keterpaduan program, join program dan institutional building pelayanan diakonia. Selain dalam joint program dengan departemen Koinonia secara khusus agar secara bersama merancang program menjadikan Centrum Jetun dan tele menjadi pusat pelatihan yang handal dan berawawasan lingkungan.
Demikian juga dengan Departemen Marturia agar secara bersama dapat merancang pelayanan yang holistik dan transformatif dalam pelayanan marturia di pusat-pusat pelayanan yang sudah ada dan yang baru. Kemudian Para Praeses juga merekomendasikan agar program departemen diakonia turut melakukan join program meujudkan tahun penatalayanan, agar departemen diakonia lebih informatif, memiliki data base yang lengkap dan dapat membangun fund reising yang lebih melambaga disemua sasaran pelayanan kategorial, sektoral da fungsional.
Demikianlah beberapa pokok pikiran yang telah disepakati untuk dapat diwujudkan di dalam aksi bersama. Kiranya melalui pelayanan yang terrencana dan terfokus, HKBP dapat mewujudkan visinya sebagai gereja yang inklusif demi pemberitaan Injil kepada seluruh makhluk, sehingga setiap makhluk dapat merasakan kehadiran Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini dan dampaknya dalam kehidupan berjemaaat dan bermasyarakat di Indonesia ini.
Nama Peserta :
1. Pdt. Marolop P. Sinaga, M.Th (Praeses HKBP Distrik I Tapsel-Sumbar)
2. Pdt. Manogari Silitonga, S.Th (Praeses HKBP Distrik II Silindung)
3. Pdt. Bonar H. Nababan, DPS (Praeses HKBP Distrik III Humbang)
4. Pdt. Parulian Sibarani, S.Th (Praeses HKBP Distrik IV Toba)
5. Pdt. Elieser Siregar (Praeses HKBP Distrik VI Dairi)
6. Pdt. Debora Sinaga, M.Th (Praeses HKBP Distrik Humbang Habinsaran)
7. Pdt. Tionggar P. Nababan (Praeses HKBP Distrik Tanah Alas)
8. Pdt. Marudur Tampubolon (Praeses HKBP Distrik Kepulauan Riau)
9. Pdt. Bihelman D. F. Sidabutar (Praeses HKBP Distrik Tebing Tinggi Deli)
10. Pdt. Saur Simanjuntak (Praeses HKBP Distrik Langkat)
11. Pdt. Sunggul Sirait (Praeses HKBP)
12. Pdt. Tendens Simanjuntak (Praeses HKBP Distrik Tanah Jawa)
13. Pdt. T. Hasugian (Praeses HKBP Distrik Jabartengdiy)
14. Pdt. Efendi Purba (Praeses HKBP Distrik Labuhan Batu)
15. Pdt. Victor Sihotang (Praeses HKBP Distrik Asahan Labuhan Batu)
Juga diikuti:
16. Pdt. Samuel Sihombing (Kabid. Diakonia HKBP Distrik VI Dairi)
17. Pdt. Maruasas Nainggolan, S.Si (Teol) (Staf Dep. Diakonia HKBP)
18. Pdt. Morrys S. Marpaung (staf Dep. Diakonia HKBP)
Bogor, 27 Nopember 2009
Disetujui:
Kepala Departemen Diakonia HKBP
Pdt Nelson Siregar
TAHUN DIAKONIA HKBP 2009
Lembur Pancawati, Caringin – BOGOR, 25 s/d 27 Nopember 2009
Segala puji dan kemuliaan bagi Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja yang telah menyertai HKBP sejak mulai berdirinya 7 Oktober 1861 sampai pada saat ini memasuki persiapan perayaan Jubileum 150 tahun Injil di Tanah Batak, 2011 yang akan datang.
Tidak terasa pelaksanaan Tahun Diakonia HKBP 2009 telah hampir berakhir pada penghujung tahun. Di dalam Buku Panduan Tahun Diakonia terdapat target-target program yang akan dicapai mulai dari tingkat huria sampai ke tingkat pusat (hatopan). Untuk mengevaluasi dinamika pelayanan yang terjadi selama satu tahun ini maka pada tanggal 25 - 27 Nopember 2009 bertempat di lembur Pancawati, Caringin - Bogor, 16 orang praeses dari 26 Praeses telah melakukan konsultasi dan evaluasi tahun diakonia HKBP 2009. Dengan pelaksanaan evaluasi ini bukan berarti pelayanan diakonia akan berhenti sampai pada tahun ini saja, melainkan berlanjut terus sampai gereja HKBP dapat meujudkan pelayanannya yang holistik, sepanjang gereja ada di tengah-tengah dunia ini untuk membawa pembaharuan dan pembebasan bagi masyarakat yang termarginalkan, tertindas, memberitakan Tahun Rahmat Tuhan kepada bangsa-bangsa.
Dari dinamika yang terjadi Para praeses menyadari dan menggumuli bahwa program tahun diakonia HKBP telah membawa perubahan dan dampak yang positif bagi pertumbuhan kesadaran gereja memberdayakan masyarakat dan jemaat HKBP khususnya. Oleh karena itu, setelah melalui proses sharing dari masing-masing apayang dilakukan Distrik. Kemudian dikompilasi setelah melalui proses diperkaya dengan sharing pengalaman bapak Frans Tumiwa pendiri Pusat Pelatihan Lembur Pancawati. Hasil kompilasi telah didiskusikan dalam tiga kelompok ( kelompok inventarisasi kegiatan sesuai atau kegiatan baru yang dilakukan. Kelompok kelembagaan dan kelompok program menjelang Jubileum 150 tahun HKBP). Para Praeses juga mengadopsi rekoendasi yang dirumuskan oleh konsultasi dan evaluasi para Kabid Diakonia distrik ( terlampir ). Dari hasil kelompok kemudian disepakati beberapa pokok pikiran penting untuk dilaksanakan, demi terwujudnya pelayanan HKBP yang holistik dan konprehensif , yakni :
1. Agar Logo Tahun Diakonia HKBP 2009 dipakai menjadi logo pelayanan diakonia HKBP. Tentang logo jubileum 150 Tahun HKBP direkomendasikan kepada panitia perayaan jubileum agar logo tersebut menggambarkan ketiga tugas panggilan gereja dalam kaitannya dengan makna Tahun Yobel memberitakan tahun rakmat pembebasan dari Tuhan.
2. Agar departemen diakonia memfasilitasi tim Theolog HKBP untuk mengkaji
Teologi Diakonia yang Kristologis eklesiologis, sehingga gereja HKBP konsisten menjadi gereja yang mewarisi pemahaman diakoni Yesus Kristus. (Perkataan Yesus ”gabe parasiroha ma hamu songon Amamuna parasiroha i”). Pandangan dari Dr Afliften Sihombing yang mengusulkan agar Diakonia menjadi Ilmu pengetahuan dan memperjuangkan ide itu agar masuk dalam kurikulum di semua pendidikan sekolah theologi , sehingga kapasitas pelayan dapat semakin memahami diakonia yang holistik dan lebih terampil ke depan.
3. Untuk meneruskan program tahun diakonia menjadi program yang berkelanjutan di seluruh bidang pelayanan diakonia, antara lain: pelayanan usaha peningkatan ekonomi jemaat melalui program CU, CUM, Pertanian dan Peternakan, dll. Demikian juga dengan kegiatan lain seperti perpustakaan, komisi beasiswa, pelayanan penjara,dll. Secara khusus juga agar setiap resort diusulkan dapat mendirikan PAUD sebagai tanggungjawab gereja terhadap pendidikan anak. Dan kepada distrik direkomendasikan agar mendirikan panti-panti bagi anak yatim, yang memiliki kemampuan khusus dan juga pelayanan lansia sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing.
4. Karena berbagai kejadian bencana, maka direkomendasikan agar setiap distrik berupaya memperlengkapi diri, sehingga dapat terjadi pelayanan tanggap darurat/ tanggul bencana yang mempunyai akses cepat terhadap korban.
5. Dari hasil sharing dari pendiri Lembur Pancawati, maka setiap distrik dapat melangsungkan kegiatan belajar melalui proses orientasi ke beberapa pusat pelatihan di berbagai tempat, secara khusus ke Lembur Pancawati tempat diadakannya konsultasi dan evaluasi tahun diakonia HKBP 2009. Jika memungkinkan, maka direkomendasikan agar setiap distrik dapat mendirikan pusat pelatihan yang holistik yang dimulai dari kondisi dan fasilitas yg paling sederhana, membeli lahan yang kemudian dapat digunakan maksimal menjadi tempat pembinaan dan pelatihan bagi seluruh kategorial jemaat bahkan yang terbuka untuk umum.
6. Semangat merevitalisasi pelayanan kesehatan yang mempromosikan serta membangun informasi di bidang kesehatan, serta adanya semangat distrik untuk mendirikan klinik kesehatan agar dilanjutkan di masing-masing distrik sesuai kebutuhan. Secara khusus agar Rumah Sakit Balige digiatkan minimal mempersiapkan general check up kesehatan yang setara dengan rumah sakit di Penang.
7. Untuk menjamin keberlanjutan dan peningkatan kegiatan diakonia yang sudah terbangun di semua, maka perlu dikaji rancangan melembagakan pelayanan diakonia. Kajian itu diharapkan agar sesuai dengan Aturan Peraturan HKBP, serta dalam kaitan formal terhadap Negara agar ikut mengkaji Undang-undang No 28, tahun 2004 tentang pendirian Yayasan. Tentu secara feleksibel tetap disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Tujuannya adalah agar pelayanan diakonia dapat berkesinambungan secara sustain, dinamis dan regeneratif.
8. Untuk merajut semua dinamika diakonia holistik dan join program dengan departemen koinonia dan marturia, maka perlu diadakan strategic planning sehingga tersusun program terpadu, holistik dan konprehensip. Dalam kerangka itu peserta SP ini perlu melibatkan ketiga departemen, distrik, kabid dari ketiga departemen, CDS, serta undangan dari gereja-gereja tetangga. Out put dari SP tersebut diharapkan dapat menjadi jelas keterpaduan program, join program dan institutional building pelayanan diakonia. Selain dalam joint program dengan departemen Koinonia secara khusus agar secara bersama merancang program menjadikan Centrum Jetun dan tele menjadi pusat pelatihan yang handal dan berawawasan lingkungan.
Demikian juga dengan Departemen Marturia agar secara bersama dapat merancang pelayanan yang holistik dan transformatif dalam pelayanan marturia di pusat-pusat pelayanan yang sudah ada dan yang baru. Kemudian Para Praeses juga merekomendasikan agar program departemen diakonia turut melakukan join program meujudkan tahun penatalayanan, agar departemen diakonia lebih informatif, memiliki data base yang lengkap dan dapat membangun fund reising yang lebih melambaga disemua sasaran pelayanan kategorial, sektoral da fungsional.
Demikianlah beberapa pokok pikiran yang telah disepakati untuk dapat diwujudkan di dalam aksi bersama. Kiranya melalui pelayanan yang terrencana dan terfokus, HKBP dapat mewujudkan visinya sebagai gereja yang inklusif demi pemberitaan Injil kepada seluruh makhluk, sehingga setiap makhluk dapat merasakan kehadiran Kerajaan Allah di tengah-tengah dunia ini dan dampaknya dalam kehidupan berjemaaat dan bermasyarakat di Indonesia ini.
Nama Peserta :
1. Pdt. Marolop P. Sinaga, M.Th (Praeses HKBP Distrik I Tapsel-Sumbar)
2. Pdt. Manogari Silitonga, S.Th (Praeses HKBP Distrik II Silindung)
3. Pdt. Bonar H. Nababan, DPS (Praeses HKBP Distrik III Humbang)
4. Pdt. Parulian Sibarani, S.Th (Praeses HKBP Distrik IV Toba)
5. Pdt. Elieser Siregar (Praeses HKBP Distrik VI Dairi)
6. Pdt. Debora Sinaga, M.Th (Praeses HKBP Distrik Humbang Habinsaran)
7. Pdt. Tionggar P. Nababan (Praeses HKBP Distrik Tanah Alas)
8. Pdt. Marudur Tampubolon (Praeses HKBP Distrik Kepulauan Riau)
9. Pdt. Bihelman D. F. Sidabutar (Praeses HKBP Distrik Tebing Tinggi Deli)
10. Pdt. Saur Simanjuntak (Praeses HKBP Distrik Langkat)
11. Pdt. Sunggul Sirait (Praeses HKBP)
12. Pdt. Tendens Simanjuntak (Praeses HKBP Distrik Tanah Jawa)
13. Pdt. T. Hasugian (Praeses HKBP Distrik Jabartengdiy)
14. Pdt. Efendi Purba (Praeses HKBP Distrik Labuhan Batu)
15. Pdt. Victor Sihotang (Praeses HKBP Distrik Asahan Labuhan Batu)
Juga diikuti:
16. Pdt. Samuel Sihombing (Kabid. Diakonia HKBP Distrik VI Dairi)
17. Pdt. Maruasas Nainggolan, S.Si (Teol) (Staf Dep. Diakonia HKBP)
18. Pdt. Morrys S. Marpaung (staf Dep. Diakonia HKBP)
Bogor, 27 Nopember 2009
Disetujui:
Kepala Departemen Diakonia HKBP
Pdt Nelson Siregar
Langganan:
Postingan (Atom)